NTTKreatif.com, Larantuka – Kantor Pertanahan Kabupaten Flores Timur mulai melaksanakan pemotretan udara menggunakan pesawat udara nir awak (PUNA) atau drone dalam rangka mendukung Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilakukan bekerja sama dengan pihak ketiga, yakni KJSB Eliseus Sewa.
Berdasarkan data yang diterima wartawan dari Humas ATR/BPN Flores Timur, pemotretan udara itu dilakukan sebagai bagian dari pengumpulan data spasial guna mendukung proses pengukuran bidang tanah dalam program PTSL.
Pemotretan udara menggunakan drone dinilai penting karena mampu menghasilkan data pemetaan yang lebih detail dan akurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar awal dalam proses pengukuran serta penetapan bidang tanah masyarakat.
Lokasi pelaksanaan pemotretan udara tersebar di dua kecamatan dan enam desa di Kabupaten Flores Timur. Di Kecamatan Witihama, kegiatan dilakukan di Desa Watololong.
Sementara itu, di Kecamatan Adonara Tengah, pemotretan udara mencakup lima desa, yakni Desa Lite, Desa Kenotan, Desa Lewopao, Desa Kokotobo, dan Desa Lewobele.
Kantor Pertanahan Kabupaten Flores Timur menargetkan pemotretan udara tersebut dapat menjangkau area seluas 1.000 hektar. Luasan itu menjadi bagian dari target pengukuran bidang tanah dalam program PTSL tahun ini.
Pelaksanaan pemotretan dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih lima hari ke depan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan jarak antarlokasi yang relatif berdekatan.
Pemanfaatan teknologi drone dalam program PTSL diharapkan dapat mempercepat proses pengumpulan data pertanahan. Selain lebih efisien, metode ini juga membantu petugas memperoleh gambaran wilayah secara menyeluruh dari udara.
Hasil pemotretan drone tersebut nantinya akan diolah menjadi data awal pengukuran bidang tanah. Data itu sekaligus menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung percepatan layanan sertifikasi tanah bagi masyarakat.
Program PTSL sendiri merupakan program strategis nasional yang bertujuan memberikan kepastian hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. Melalui dukungan teknologi pemetaan udara, Kantor Pertanahan Kabupaten Flores Timur berharap proses sertifikasi tanah dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan akurat.***(Ell)
- Kasdam XVIII/Kasuari Hadiri Pelepasan Jamaah Haji Papua Barat : Sinergi dan Kepedulian Mengiringi Langkah Suci ke Tanah Suci
- Diduga Palsukan Dokumen Demi Tunjangan, Oknum Pensiunan ASN di Flotim Jadi Sorotan, Pemda Didesak Bertindak Tegas
- Polantas Tuban Menyapa Jadi Program Prioritas, Urus SIM, STNK, dan BPKB Kini Lebih Dekat dengan Masyarakat

