Jakarta | SeaBank Indonesia merupakan bagian dari Sea Limited, perusahaan internet konsumen multinasional yang berkantor pusat di Singapura. Karena berada dalam ekosistem grup tersebut, SeaBank terhubung dengan perusahaan yang mengembangkan berbagai layanan digital untuk konsumen dan pelaku usaha. Untuk memahami posisi SeaBank, penting melihat lebih dahulu perusahaan induknya serta sosok yang membangun dan memimpin grup itu.
Sea Limited didirikan oleh Forrest Li, yang juga dikenal dengan nama lahir Li Xiaodong. Ia merupakan pendiri sekaligus CEO perusahaan dan menjadi tokoh utama dalam mengarahkan perkembangan bisnis Sea Limited. Li lahir di Tianjin, Tiongkok, pada 1977, lalu membangun karier sebagai pengusaha di Singapura. Perjalanan usahanya bermula pada 2009, ketika ia mendirikan perusahaan yang awalnya dikenal sebagai Garena. Bisnis tersebut kemudian berkembang melampaui hiburan digital dan menjadi grup teknologi dengan beberapa lini usaha.
Salah satu lini itu adalah Garena, yang berfokus pada permainan daring dan layanan terkait. Sea Limited juga mengoperasikan Shopee, platform e-commerce yang melayani konsumen serta penjual di sejumlah pasar. Di samping kedua bisnis tersebut, grup ini mengembangkan layanan keuangan digital melalui SeaMoney. Cakupan layanan keuangan itu meliputi pembayaran dan produk finansial digital, sementara SeaBank menjadi bagian dari upaya grup menyediakan layanan perbankan melalui kanal digital.
Susunan bisnis tersebut memperlihatkan bagaimana Sea Limited menghubungkan hiburan, perdagangan, dan layanan keuangan dalam satu ekosistem perusahaan. Pengguna dapat berinteraksi dengan merek-merek berbeda, meskipun semuanya berada di bawah grup yang sama. Dalam konteks ini, SeaBank bukan perusahaan yang berdiri terpisah dari ekosistem Sea, melainkan bagian dari ekspansi Sea Limited ke sektor perbankan digital di Indonesia.
Forrest Li menjadi figur penting dalam kisah itu karena perannya sejak pendirian Garena hingga kepemimpinannya atas Sea Limited. Dengan demikian, pembahasan tentang SeaBank juga berkaitan dengan sejarah pertumbuhan grup induknya: dari bisnis permainan daring yang dirintis pada 2009 menjadi perusahaan internet konsumen dengan operasi lintas sektor. Latar belakang tersebut membantu menjelaskan hubungan SeaBank dengan Sea Limited serta posisi Li dalam perkembangan perusahaan.
Sebelum dikenal dengan nama SeaBank, bank ini memiliki sejarah sebagai PT Bank Kesejahteraan Ekonomi, yang lebih sering disebut Bank BKE. Lembaga tersebut didirikan di Jakarta pada 4 Oktober 1991. Dengan demikian, keberadaan SeaBank berawal dari sebuah bank yang telah berdiri jauh sebelum menggunakan nama yang dikenal masyarakat saat ini. Perubahan nama menjadi SeaBank menandai babak baru dalam perjalanan lembaga tersebut, sementara akar sejarahnya tetap merujuk pada Bank BKE.
Pendirian Bank BKE disebut berangkat dari gagasan ekonom senior Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. Ia dikenal sebagai ayah Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto. Gagasan itu menjadi latar awal terbentuknya bank yang kemudian menjalankan peran sesuai tujuan pendiriannya. Dalam melihat perjalanan SeaBank, informasi mengenai gagasan tersebut memberi konteks tentang asal-usul lembaga, tanpa mengubah fakta bahwa nama awalnya adalah PT Bank Kesejahteraan Ekonomi.
Pada masa awal, Bank BKE berfokus menyediakan pembiayaan bagi pegawai negeri sipil (PNS). Fokus ini menjadi ciri utama bank tersebut ketika mulai beroperasi dan menggambarkan kelompok yang dituju oleh layanan pembiayaannya. Karena itu, sejarah awal SeaBank tidak dapat dipisahkan dari peran Bank BKE dalam menyediakan pembiayaan bagi PNS. Penjelasan mengenai asal-usul nama, tanggal pendirian, gagasan yang melatarinya, dan fokus awal tersebut membentuk garis dasar sejarah bank sebelum dikenal sebagai SeaBank. Informasi ini membantu menempatkan perubahan nama dalam urutan perjalanan lembaga, sekaligus membedakan identitasnya pada masa pendirian dari identitas yang digunakan sekarang.
Pada awal 2021, Sea Group mengambil langkah penting untuk memperluas kehadirannya di bidang layanan keuangan digital dengan mengakuisisi Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE). Akuisisi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun ekosistem digital yang lebih terhubung di Asia Tenggara. Sea Group telah dikenal melalui berbagai layanan digitalnya, sehingga kehadiran sebuah bank dapat melengkapi kebutuhan pengguna yang sebelumnya dilayani melalui platform lain. Dengan memiliki bank, perusahaan memperoleh landasan untuk menghadirkan layanan keuangan secara langsung, sekaligus membuka peluang menjangkau masyarakat yang semakin terbiasa bertransaksi melalui perangkat digital.
Setelah proses akuisisi, perubahan identitas bank dilakukan dengan mengikuti ketentuan dan memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pada Februari 2021, Bank BKE resmi berganti nama menjadi PT Bank SeaBank Indonesia. Perubahan nama tersebut menandai babak baru bagi bank, bukan sekadar pergantian merek, tetapi juga arah transformasi menuju layanan yang berorientasi digital. Identitas SeaBank kemudian diperkenalkan sebagai bagian dari ekosistem Sea Group, dengan tujuan membuat layanan perbankan lebih mudah diakses melalui kanal daring. Proses perubahan ini berlangsung sebelum aplikasi perbankan digitalnya tersedia secara luas.
Pada Juli 2021, SeaBank meluncurkan aplikasi perbankan digitalnya secara nasional. Peluncuran tersebut memungkinkan nasabah mengakses sejumlah layanan bank melalui ponsel, tanpa harus mengandalkan kunjungan ke kantor cabang untuk setiap kebutuhan. Setelah transformasi ini, fokus SeaBank diarahkan pada nasabah ritel serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bagi nasabah perorangan, layanan digital dapat membantu mengelola transaksi sehari-hari dengan lebih praktis. Sementara itu, UMKM menjadi kelompok penting karena membutuhkan akses ke layanan keuangan yang mudah dijangkau untuk mendukung kegiatan usaha. Pendekatan digital juga memberi bank ruang untuk menyederhanakan pengalaman pengguna dan memperluas jangkauan layanan. Dengan demikian, akuisisi Bank BKE menjadi fondasi bagi perubahan strategi SeaBank: dari bank yang telah beroperasi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital Sea Group, dengan perhatian pada kebutuhan ritel dan bisnis kecil di Indonesia.
Perkiraan kekayaan bersih Forrest Li dalam daftar orang terkaya Forbes yang dirujuk sumber berada di sekitar US$6 miliar, setara kurang lebih Rp93,95 triliun. Angka ini memberikan gambaran mengenai skala kekayaan pendiri Sea Limited, tetapi bukan nilai yang tetap. Kekayaan para pemilik perusahaan publik dapat berubah mengikuti harga saham dan kondisi pasar, sehingga estimasi pada satu waktu belum tentu mencerminkan nilai pada waktu lain.
Sumber utama kekayaan Li terutama dikaitkan dengan kepemilikan sahamnya di Sea Limited, perusahaan induk yang menaungi sejumlah bisnis besar. Portofolionya mencakup Garena di bidang hiburan digital, Shopee dalam perdagangan elektronik, serta SeaMoney yang bergerak di layanan keuangan digital dan berhubungan dengan SeaBank. Karena nilai kepemilikan tersebut berkaitan erat dengan valuasi perusahaan, pergerakan saham Sea Limited menjadi salah satu faktor penting dalam perubahan estimasi kekayaan pribadi Li.
Perubahan paling mencolok terjadi ketika saham perusahaan teknologi mengalami lonjakan pada 2021. Dalam periode itu, kekayaan Li sempat diperkirakan berada pada kisaran US$20,2 miliar hingga US$22 miliar, atau sekitar Rp280–319 triliun menurut angka yang dicantumkan sumber. Kenaikan tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap pertumbuhan bisnis digital, termasuk perdagangan daring dan layanan teknologi. Namun, estimasi puncak itu menggambarkan kondisi pasar pada masa tersebut, bukan jumlah yang dapat dianggap permanen.
Ketika tekanan pasar melanda sektor teknologi pada 2022, nilai kekayaan yang diperkirakan untuk Li turut menyusut. Sumber mencatat kisarannya turun menjadi sekitar US$3,9 miliar hingga US$4,7 miliar. Setelah penurunan itu, nilainya disebut kembali menguat dan lebih stabil pada kisaran US$5–6 miliar. Rentang tersebut memperlihatkan bahwa perubahan valuasi saham dapat menghasilkan perbedaan besar dalam perhitungan kekayaan.
0 kunjungan