LARANTUKA, RADARNKRI – Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Flores Timur (Flotim) menilai penanganan warga terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki oleh Pemerintah Daerah Flores Timur belum dilakukan secara maksimal.
Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD, Robertus Rebon Kereta, usai menemui warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan memantau langsung penanganan di Posko Desa Konga, Kecamatan Titehena, dan Posko Boru SMPN Wulanggitang, Kecamatan Wulanggitang. Kamis (12/01/2023).
“Penanganan sangat belum maksimal. Sudah dua minggu warga terdampak erupsi mengungsi tetapi hingga saat ini belum ada posko induk atau posko utama untuk sentral penanganan tanggap darurat bencana bagi warga terdampak langsung.” ungkapnya
Bahkan tambah Robertus, hingga saat ini belum tersedia pos atau posko data dan informasi serta pihak terkait yang berwenang dan ditunjuk oleh pemda untuk memberi keterangan baik kepada publik termasuk kepada awak media atau wartawan.
“Bagaimana mau memberikan informasi terkait data dan informasi yang valid terkait dengan penanganan bencana sementara posko informasi publik saja belum ada hingga saat ini. Rekan-rekan wartawan yang ada dilokasi akhir mencari informasi sendiri dampaknya nanti bisa saja simpang siur karena data yang dikeluarkan tidak satu pintu,” tutur nya
Pimpinan Dpdr Flotim juga menegaskan, pendistribusian bantuan baik dari pemerintah maupun pihak ketiga secara adil dan merata kepada semua warga terdampak langsung baik yang mengungsi di posko-posko maupun di rumah-rumah warga.
“Status Lewotobi Laki-laki sudah awas. Itu artinya penanganan harus lebih ditingkatkan. Masih banyak warga terdampak mengungsi di sejumlah tempat yang perlu data dan ditangani secara baik. Distribusi bantuan baik dari pemerintah maupun pihak ketiga harus adil dan merata,” Pintanya
Selanjut DPRD akan segera melakukan rapat koordinasi dengan Pemda Flotim terkait penanganan warga terdampak langsung erupsi Gunung Lewotobi, baik penanganan tanggapan darurat maupun ke depannya.
“Besok kami rapat koordinasi dengan Pemda. Salah satunya, kami akan membahas tentang penanganan saat ini dan ke depannya,” tutup Robertus.***(ell).






