Sorong PBD – Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum Yeremia Lobo yang merupakan korban Pembacokan terhadap dua (Nakes) dari Rumah sakit pratama Fef di kabupaten Tambrauw, saat hendak mau pulang ke sorong, namun di hadang oleh Orang Tak di Kenal (OTK) dan saat ini Jenazah dari Yeremia Lobo telah tiba di rumah duka di Jalan Klazelo (Kolam Buaya), Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (17/03/2026).
Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba sekitar pukul 10.00 WIT, disambut oleh kerabat dan warga sekitar yang telah menunggu sejak pagi hari.
Kehadiran jenazah almarhum membawa kesedihan mendalam bagi keluarga besar. Sejumlah anggota keluarga tampak tak kuasa menahan tangis, bahkan beberapa di antaranya harus dipapah karena terpukul atas kepergian sosok yang dikenal sederhana dan penuh tanggung jawab tersebut.
Marlius Randan, yang merupakan Om (Adiknya Mama) dari almarhum, menyampaikan bahwa Yeremia Lobo dikenal sebagai pribadi yang baik dan pekerja keras. Meski intensitas pertemuan keluarga tidak terlalu sering karena kesibukan masing-masing, hubungan kekeluargaan tetap terjalin erat.
“Almarhum itu orang baik. Walaupun kami jarang bertemu karena kesibukan, tapi dia selalu menunjukkan perhatian kepada keluarga,” ujar Marlius dengan suara bergetar.
Kepergian Yeremia Lobo meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi istri dan seorang anaknya yang masih berusia satu tahun. Anak yang masih balita tersebut kini harus tumbuh tanpa kehadiran sosok ayah, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Warga sekitar yang turut hadir juga mengenang almarhum sebagai sosok yang ramah dan mudah bergaul. Kehadirannya di lingkungan tempat tinggalnya dinilai membawa dampak positif, sehingga kepergiannya menjadi kehilangan besar tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat sekitar.
Hingga saat ini, keluarga masih diselimuti suasana haru sembari mempersiapkan prosesi pemakaman. Doa-doa terus mengalir dari kerabat dan warga yang datang melayat, berharap agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan rapuhnya kehidupan, sekaligus memperlihatkan betapa kuatnya ikatan keluarga dalam menghadapi duka yang mendalam.
(TK)

