Daera  

Aneh Rekrutmen Staf Teknis Panwaslu Kecamatan di Flotim : Peserta Tidak Ikut Seleksi Wawancara Tapi Dinyatakan Lulus

Salah satu peserta seleksi staf teknis Panwaslu Kecamatan tidak mengikuti seleksi wawancara tetapi dinyatakan Lulus. (Dok Screnshot pengumuman staf teknis Panwaslu).

FLORES TIMUR, RADARNKRI.ID – Proses rekrutmen staf teknis di Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Flores Timur (Flotim) menuai kontroversi. Salah satu peserta yang tidak mengikuti tahapan seleksi wawancara malah dinyatakan lulus oleh panitia seleksi.

Hal tersebut lalu menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat dan peserta lain. Peristiwa aneh ini pertama kali terungkap ketika pengumuman hasil seleksi dirilis oleh Bawaslu Flotim pada Rabu (12/06/2024) pagi tadi.

Seorang peserta calon Staf Teknis bernama Yohanes Maria V.R Djano, dari Kecamatan Wulanggitang yang tidak hadir dalam sesi wawancara malah tercantum dalam daftar peserta yang lulus.Hal ini memicu reaksi keras dari peserta lain yang merasa proses seleksi tidak transparan dan adil.

Baca juga : Pidana Pemilu Jerat Dua Kades, Bawaslu Flotim Diduga Tebang Pilih Proses Penegakan Hukum 

“Hampir semua dari kami mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan serius, namun melihat ada peserta yang bahkan tidak hadir dalam wawancara tapi dinyatakan lulus sangat tidak adil.” ujar salah satu peserta salah satu peserta yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Sementara berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari sumber terpercaya mengaku pada saat proses seleksi wawancara yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Juni 2024 kemarin, peserta calon Staf Teknis bernama Yohanes Maria V.R Djano, dari Kecamatan Wulanggitang tidak hadir karena sedang berada di luar kota.

“Kemarin sempat kami sudah konfirmasi langsung tetapi yang bersangkutan sedang ada di Borong-Manggarai, kami juga kaget kenapa namanya bisa lulus padahal tidak hadir seleksi saat wawancara,” ujar sumber tersebut.

Baca juga : Pengecekan Kapolda Papua Barat di KPU, Bawaslu Dan Gudang logistik

Keanehan dalam proses rekrutmen ini tidak hanya merugikan para peserta yang telah mengikuti prosedur dengan benar, tetapi juga merusak citra Bawaslu sebagai lembaga yang seharusnya mengedepankan integritas dan kejujuran.

Sebagai informasi, sebelum berita ini diterbitkan, wartawan media ini telah berupaya menghubungi pihak bawaslu melalui chattingan WhatsApp namun belum mendapat respon balik.***(Ell).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *