Bandung | Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan bahwa minat dan antusiasme masyarakat untuk melakukan penelitian terkait tugas dan fungsi LPS mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Hal tersebut dibuktikan dengan membludaknya jumlah pendaftar dalam ajang LPS Call for Research 2026 (LPS CFR 2026) yang tembus hingga lebih dari 700 peserta, dan harus menyaring hingga 35 finalis terbaik melalui proses seleksi yang ketat.
Keterangan yang tercatat menyebut Menurut Anggito, gelombang partisipasi yang masif dari kalangan akademisi, peneliti, profesional, hingga masyarakat umum ini menjadi sinyal positif dalam memperkuat ekosistem riset nasional, khususnya penelitian yang berfokus pada stabilitas sistem keuangan dan penguatan kepercayaan publik. Menurut dia, riset terbaik bukan hanya menjawab pertanyaan ilmiah, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan bangsa.
Data lain dalam laporan menunjukkan Tahun ini, antusiasmenya sangat menggembirakan, lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat," ujar Anggito dalam keterangannya di Bandung, Minggu. Tren peningkatan partisipasi dalam kompetisi riset yang telah memasuki tahun ketujuh ini terlihat konsisten dari tahun ke tahun. LPS memproteksi pemegang polis asuransi mulai 2027 Pada penyelenggaraan 2024, LPS menerima sebanyak 294 makalah penelitian (paper), yang kemudian melonjak signifikan menjadi 402 makalah pada tahun 2025, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada tahun 2026 ini. LPS bayarkan klaim jaminan Rp58,51 miliar dari tiga BPR/BPRS di DIY Sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas dan integritas akademik, LPS CFR 2026 juga memberikan penghargaan khusus kepada para peneliti melalui kategori Peneliti Berprinsip.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Kami berharap karya-karya terbaik tidak berhenti sebagai dokumen lomba. Mari kembangkan menjadi masukan nyata bagi kebijakan LPS, penguatan kepercayaan masyarakat, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkatkan kesejahteraan," ujarnya. Di tengah masifnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), LPS menegaskan bahwa perangkat digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses riset, namun tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir kritis, kejujuran ilmiah, serta tanggung jawab penuh peneliti atas karya yang dihasilkan. Penyelenggaraan ajang ini sekaligus menjadi jembatan strategis dunia akademik, industri, dan pembuat kebijakan guna melahirkan inovasi serta gagasan objektif, independen, dan berintegritas dalam merumuskan kebijakan sektor keuangan nasional. Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita .
Ini jadi kebanggaan kami, karena minat masyarakat untuk meneliti, khususnya terkait peran dan fungsi LPS semakin meningkat.
Baca juga: Meningkatkan Kesadaran Perencanaan Keuangan di Tengah Masyarakat | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat | Aipda Ilyas Sambangi Tokoh Masyarakat Kp Kadu, Perkuat Kamtibmas di Sukamulya

