Kota Salatiga | Seorang pria yang diduga terlibat pencurian meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa di Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa Tengah, pada Kamis dini hari, 29 Oktober 2026. Peristiwa tersebut bermula dari dugaan pencurian di sebuah warung yang menyatu dengan rumah warga. Situasi kemudian berkembang menjadi keributan dan perkelahian, sebelum pria itu meninggal di lokasi kejadian.
Menurut keterangan awal mengenai peristiwa tersebut, pria itu diduga berada di warung ketika warga mengetahui adanya tindakan yang dicurigai sebagai pencurian. Namun, dugaan tersebut belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti. Rangkaian kejadian, termasuk bagaimana keributan mulai terjadi dan siapa saja yang terlibat, masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan aparat berwenang.
Keributan yang berlangsung pada dini hari itu berujung pada kekerasan terhadap pria tersebut. Ia dilaporkan meninggal di lokasi sebelum polisi tiba. Informasi awal ini menjelaskan urutan umum kejadian, tetapi belum dengan sendirinya menjawab secara terperinci penyebab kematian maupun tindakan masing-masing orang yang berada di tempat tersebut. Karena itu, keterangan saksi, hasil pemeriksaan, dan bukti lain akan penting untuk menyusun gambaran peristiwa yang lebih utuh.
Lokasi kejadian yang berada di warung sekaligus rumah warga membuat insiden tersebut berlangsung di lingkungan permukiman. Meski demikian, rincian mengenai kondisi di dalam bangunan, waktu tepat warga mengetahui dugaan pencurian, serta pemicu langsung perkelahian belum dapat dipastikan dari informasi awal. Pembedaan dugaan, keterangan sementara, dan fakta hasil penyelidikan menjadi penting, terutama ketika sebuah peristiwa melibatkan korban jiwa dan dugaan tindak pidana.
Kedatangan polisi setelah pria itu meninggal menandai dimulainya penanganan resmi atas kasus tersebut. Penyelidikan diharapkan dapat mengklarifikasi dugaan pencurian sekaligus menelusuri bagaimana kekerasan terjadi hingga menyebabkan kematian. Sampai informasi itu terverifikasi, penyebutan pria sebagai terduga perlu dipertahankan, dan kronologi sebaiknya dipahami sebagai gambaran awal, bukan kesimpulan akhir mengenai pihak yang bertanggung jawab.
Menurut keterangan Brian Damara, pemilik rumah, peristiwa itu bermula sekitar pukul 01.30 WIB ketika ia berada di rumah bersama keluarganya. Pada waktu tersebut, seorang pria diduga masuk ke bangunan melalui salah satu sudut rumah. Brian menyebut pria itu kemudian mengambil sejumlah barang dari warung yang berada di area rumahnya. Barang yang diduga diambil meliputi rokok dan uang tunai. Rangkaian awal ini menjadi bagian dari keterangan pemilik rumah mengenai kejadian yang kemudian berujung pada perkelahian.
Setelah berada di warung, pria tersebut diduga masuk lebih jauh ke dalam rumah dan menuju kamar anak Brian. Menurut Brian, pria itu diduga hendak mengambil telepon genggam yang berada di kamar tersebut. Namun, gerak-gerik itu membuat Brian terbangun dan menyadari keberadaan orang asing di dalam rumah. Ia kemudian memergoki pria tersebut, sehingga situasi yang semula berlangsung tanpa diketahui penghuni rumah berubah menjadi konfrontasi langsung. Keterangan tentang dugaan pengambilan barang dan keberadaan pria di kamar disampaikan Brian sebagai pemilik rumah.
Brian menuturkan, setelah dirinya memergoki pria itu, keadaan dengan cepat memanas. Ia mengatakan pria tersebut tertawa, lalu memukulnya. Brian menyatakan bahwa ia kemudian melawan untuk membela diri. Peristiwa itu pun berkembang menjadi perkelahian keduanya. Dalam menggambarkan kejadian, Brian menjelaskan tindakan yang menurutnya dilakukan pria tersebut serta respons yang ia berikan ketika diserang. Keterangan itu menggambarkan perubahan situasi dari dugaan pencurian menjadi bentrokan fisik di dalam rumah. Pada tahap awal, uraian mengenai kronologi tersebut bersumber dari pemilik rumah dan tetap perlu dibedakan dari kesimpulan resmi mengenai perkara. Dengan demikian, waktu kejadian, dugaan masuk melalui sudut bangunan, barang yang disebut diambil, serta perkelahian setelah Brian terbangun merupakan rangkaian yang disampaikan berdasarkan penuturan Brian Damara.
Menurut Brian, perkelahian dengan pria yang diduga melakukan pencurian itu berlangsung cukup lama, sekitar satu jam, dan terjadi di dalam kamar. Selama kejadian tersebut, ia berusaha menghadapi pria itu di ruang yang terbatas. Brian mengatakan dirinya mengalami sejumlah luka sayatan, yakni pada lengan, ketiak, dan kaki. Luka-luka tersebut membuatnya perlu mendapatkan penanganan medis setelah peristiwa berlangsung. Keterangan mengenai durasi perkelahian dan bagian tubuh yang terluka itu disampaikan Brian berdasarkan apa yang dialaminya sendiri.
Brian menyebut pria tersebut tidak membawa senjata saat berada di kamar. Namun, menurut keterangannya, pria itu menggunakan pecahan kaca yang terdapat di dalam ruangan untuk melukai dirinya. Situasi tersebut membuat perkelahian berlangsung berbahaya, terlebih karena Brian juga harus berusaha menghindari serangan di dalam kamar. Ia tidak menyebut adanya senjata lain yang digunakan dalam kejadian itu. Informasi mengenai benda yang dipakai dalam perkelahian ini berasal dari penuturan Brian, sehingga perlu dipahami sebagai keterangan saksi yang mengalami langsung peristiwa tersebut.
Di tengah perkelahian, terdengar teriakan minta tolong dan seruan bahwa ada pencuri. Suara itu mengundang perhatian warga sekitar, yang kemudian berdatangan dan berkumpul di luar rumah. Kehadiran warga membuat situasi di sekitar lokasi semakin ramai. Setelah pria tersebut dibawa keluar dari rumah, warga menghadangnya. Brian mengatakan ia tidak mengetahui secara pasti apa tindakan warga berikutnya terhadap pria itu. Ia pergi ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan, sehingga tidak menyaksikan kejadian setelah pria tersebut berada di luar rumah. Dengan demikian, keterangan Brian mengenai perkelahian berakhir pada saat ia meninggalkan lokasi untuk mencari pertolongan medis, sedangkan tindakan warga setelah itu belum dapat dipastikan dari kesaksiannya.
Pria yang diduga terlibat dalam pencurian di Randuacir, Salatiga, meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa. Namun, penyebab awal keributan serta rangkaian tindakan yang terjadi hingga pria tersebut meninggal masih belum dipastikan. Aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan dan mendalami peristiwa itu untuk mengetahui secara utuh apa yang berlangsung.
Brian menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui identitas lengkap pria tersebut. Berdasarkan informasi yang ia terima, pria itu diperkirakan berusia sekitar 44 tahun dan berasal dari wilayah Tembalang, Semarang. Ia disebut tinggal di sebuah rumah kos di Salatiga, yang lokasinya tidak jauh dari rumah sakit umum. Informasi mengenai identitas dan tempat tinggal tersebut masih perlu dipastikan melalui proses penyelidikan.
Peristiwa yang berawal dari dugaan pencurian itu kemudian melibatkan sejumlah orang dan berujung pada pengeroyokan. Meski demikian, belum tersedia keterangan lengkap mengenai bagaimana dugaan pencurian diketahui, siapa saja yang berada di lokasi, maupun tindakan yang dilakukan sebelum korban meninggal. Penelusuran atas urutan kejadian penting untuk menjelaskan peran masing-masing pihak serta memastikan fakta yang mendasari perkara.
Kematian pria tersebut membuat penanganan kasus mencakup dua dugaan peristiwa, yakni pencurian dan pengeroyokan. Polisi perlu memeriksa saksi, mengumpulkan bukti, serta mencocokkan keterangan yang diperoleh agar penyebab dan proses terjadinya kematian dapat dijelaskan. Sampai penyelidikan menghasilkan temuan yang lebih lengkap, rincian kejadian dan keterlibatan pihak-pihak terkait belum dapat disimpulkan.
Kasi Humas Polres Salatiga, Ipda Sutopo, menyatakan bahwa Satreskrim Polres Salatiga masih menyelidiki dugaan pencurian dan pengeroyokan yang menyebabkan pria tersebut meninggal dunia. Penyelidikan itu dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian dan rangkaian peristiwa secara jelas. Kepolisian masih mendalami perkara tersebut, sehingga informasi mengenai pemicu keributan, identitas lengkap korban, serta tindakan yang berujung pada kematiannya menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Baca juga: Penggerebekan Jaringan Pencurian Kendaraan di Tangerang | Kematian Tragis di Tanjung Priok Akibat Penganiayaan | Penangkapan Jaringan Pencurian Motor di Depok
