Jakarta | Perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara industri pertambangan menentukan arah pertumbuhan dan daya saingnya. Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan, menyampaikan bahwa masa depan sektor pertambangan tidak lagi semata-mata ditentukan oleh besarnya cadangan mineral yang dimiliki sebuah perusahaan. Kemampuan mengolah teknologi dan data secara tepat kini menjadi faktor penting untuk meningkatkan kinerja, menjaga kesinambungan operasi, serta merespons perubahan kebutuhan industri.
Pernyataan tersebut dikutip pada Senin (12/9/2026), ketika Dany menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital telah membawa dampak besar terhadap berbagai tahapan kegiatan pertambangan. Data yang dikumpulkan dari peralatan, area produksi, rantai pasok, hingga kondisi lingkungan dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Dengan dukungan AI, perusahaan juga dapat mengenali pola, memperkirakan risiko, dan menyusun langkah operasional berdasarkan informasi yang lebih menyeluruh.
Menurut Dany, nilai utama AI bukan hanya terletak pada kecanggihan sistem atau kemampuan melakukan otomatisasi. Teknologi tersebut harus menghasilkan manfaat nyata bagi kegiatan pertambangan. “Nilai AI terletak pada keputusan yang lebih aman, aset yang lebih andal, penemuan sumber daya yang lebih baik, serta dampak operasional yang lebih rendah,” ujar Dany, sebagaimana dikutip pada Senin (12/9/2026).
Pandangan itu menunjukkan bahwa transformasi digital perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar proyek teknologi. Keputusan yang didukung data dapat membantu perusahaan mengurangi gangguan produksi, meningkatkan pemeliharaan aset, dan memperkuat pengelolaan keselamatan kerja. Pada saat yang sama, analisis berbasis AI berpotensi membantu menemukan sumber daya secara lebih presisi dan menggunakan energi maupun material secara lebih efisien.
Perubahan ukuran daya saing tersebut menuntut perusahaan tambang membangun infrastruktur data, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, dan memastikan penerapan teknologi berjalan secara bertanggung jawab. Cadangan mineral tetap menjadi modal dasar, tetapi keunggulan jangka panjang akan semakin ditentukan oleh kemampuan perusahaan menerjemahkan data menjadi tindakan yang aman, andal, produktif, dan berkelanjutan.
Penerapan kecerdasan artifisial (AI) pada aset-aset negara yang tergabung dalam grup MIND ID menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keselamatan kerja di sektor pertambangan. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi potensi risiko secara lebih cepat dan objektif, terutama risiko yang berkaitan dengan kondisi operator kendaraan atau peralatan operasional. Pendekatan berbasis data memungkinkan perusahaan memperoleh dukungan tambahan dalam menjaga kewaspadaan selama kegiatan berlangsung.
Salah satu penerapannya adalah sistem AI-enabled fatigue management, yaitu sistem manajemen kelelahan yang menggunakan AI untuk memantau indikasi kelelahan dan microsleep pada operator. Sistem tersebut dapat menganalisis tanda-tanda tertentu yang menunjukkan penurunan kewaspadaan, kemudian memberikan peringatan dini ketika kondisi operator berpotensi mengganggu keselamatan. Peringatan ini dapat menjadi dasar bagi operator maupun pengawas untuk mengambil tindakan yang sesuai, seperti meningkatkan perhatian, melakukan penghentian sementara, atau menerapkan prosedur keselamatan yang berlaku.
Keberadaan sistem ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia dalam pengawasan dan pengambilan keputusan. Sebaliknya, AI berfungsi sebagai alat bantu yang memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengenali kondisi berisiko sebelum berkembang menjadi insiden. Informasi yang dihasilkan dapat mendukung pengawasan operasional sekaligus mendorong budaya kerja yang lebih proaktif terhadap pencegahan kecelakaan.
Dalam lingkungan kerja pertambangan yang menuntut konsentrasi tinggi dan pengoperasian peralatan secara terus-menerus, pengelolaan kelelahan merupakan bagian penting dari keselamatan operasional. Dengan memberikan notifikasi atas indikasi microsleep atau menurunnya kewaspadaan, teknologi ini membantu mengurangi kemungkinan kesalahan manusia yang dapat membahayakan operator, rekan kerja, maupun aset perusahaan. Penerapan AI pada aset-aset MIND ID dengan demikian diarahkan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan operasional di lapangan melalui pemantauan yang lebih responsif, terukur, dan berkelanjutan.
Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam kegiatan operasional pertambangan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan ketepatan pemantauan dan pengambilan keputusan. Di lingkungan Grup MIND ID, teknologi AI vision dikembangkan untuk memantau kondisi conveyor secara lebih konsisten. Sistem ini membantu mengenali berbagai indikasi yang berpotensi mengganggu kelancaran proses, termasuk kerusakan pada belt, material dengan ukuran yang tidak sesuai, serta kontaminasi pada aliran material.
Melalui pemantauan berbasis visual tersebut, kondisi conveyor dapat diamati berdasarkan data dan indikasi yang teridentifikasi selama kegiatan operasional. Deteksi lebih awal memberikan informasi yang dapat digunakan oleh tim terkait untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah penanganan yang diperlukan. Pendekatan ini mendukung pengawasan terhadap jalur pemindahan material, yang memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses produksi. Dany menjelaskan bahwa pengembangan AI vision diarahkan untuk membantu mengenali potensi gangguan pada conveyor, bukan sekadar menggantikan pemantauan yang dilakukan oleh tenaga kerja.
Selain pada tahap pemindahan material, AI juga dimanfaatkan melalui teknologi machine learning untuk mengoptimalkan operasi smelter. Salah satu penerapannya berkaitan dengan pengelolaan feni rotary kiln, yaitu unit yang membutuhkan pengendalian parameter operasi secara cermat agar proses pengolahan mineral tetap berjalan stabil. Machine learning dapat digunakan untuk mengolah data operasional dan membantu memahami hubungan berbagai parameter dalam proses tersebut. Informasi ini menjadi dasar pendukung bagi pengelola operasi dalam mengevaluasi kondisi dan menentukan pengaturan yang sesuai.
Penerapan AI vision dan machine learning menunjukkan bahwa teknologi dan data digunakan pada beberapa titik penting dalam rantai kegiatan pertambangan dan pengolahan mineral. Pada conveyor, fokusnya adalah pemantauan kondisi serta pendeteksian potensi gangguan. Pada smelter, pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung pengelolaan proses, termasuk feni rotary kiln. Kedua penerapan tersebut berkaitan dengan tujuan meningkatkan stabilitas operasi dan efisiensi proses pengolahan mineral melalui keputusan yang lebih berbasis data.
Penerapan teknologi dan data juga terlihat pada anggota grup MIND ID, termasuk PT Bukit Asam (PTBA). Menurut Dany, PTBA mengintegrasikan sistem digital untuk menghubungkan berbagai data operasional secara real-time. Integrasi tersebut memungkinkan informasi dari sejumlah proses kerja tersedia dalam satu alur yang lebih terhubung, sehingga koordinasi dan pemantauan kegiatan operasional dapat dilakukan secara lebih efisien. Ketersediaan data yang terhubung membantu perusahaan memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai aktivitas di lapangan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas operasional.
Sistem digital yang terintegrasi juga mengurangi ketergantungan pada pengolahan informasi secara terpisah. Data operasional dapat digunakan oleh pihak terkait sesuai kebutuhan, dengan pembaruan yang berlangsung lebih cepat. Dengan demikian, proses kerja menjadi lebih terukur dan keputusan dapat didukung oleh informasi yang aktual. Penerapan ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat atau aplikasi, melainkan juga dengan pengelolaan data agar dapat dimanfaatkan secara konsisten dalam kegiatan perusahaan.
Di sisi eksplorasi, Dany menjelaskan penggunaan AI-enabled geologging untuk mempercepat analisis data. Teknologi tersebut membantu meningkatkan kualitas data pengeboran melalui pemrosesan informasi yang lebih sistematis dan mendukung analisis inti batuan secara lebih cepat. Hasil analisis yang lebih cepat dan berkualitas memberi dasar informasi yang lebih kuat dalam menilai kondisi geologi. Data eksplorasi kemudian dapat digunakan untuk mendukung keputusan investasi secara lebih presisi, karena penilaian dilakukan berdasarkan informasi pengeboran dan karakteristik inti batuan yang dianalisis dengan bantuan kecerdasan buatan. Penerapan ini memperlihatkan peran data sebagai bagian penting dalam proses pengambilan keputusan, baik pada kegiatan operasional maupun eksplorasi.
Baca juga: Inisiatif Teknologi AI Telkom di Makassar | Inovasi Asuransi Astra dalam Memerangi Penipuan melalui Teknologi AI | Dukungan Bobotoh Menjadi Motivasi Jelang Laga Persija vs Persib

