Kasus Tambang Ilegal Tulungagung Kian Panas, Polisi Periksa Wahyu Budi Setiawan

oleh -64 Dilihat
oleh
Kasus Tambang Ilegal Tulungagung Kian Panas, Polisi Periksa Wahyu Budi Setiawan

Tulungagung | Deru pendingin ruangan terdengar lebih dominan di lorong depan Unit Tipidter Satreskrim Polres Tulungagung siang itu. Beberapa wartawan tampak berdiri sambil sesekali melihat ke arah pintu ruang pemeriksaan. Tidak banyak percakapan terjadi. Semua menunggu satu hal yang sama: perkembangan terbaru kasus dugaan tambang ilegal yang belakangan menyita perhatian warga Tulungagung, 25/05/2026.

 

Sekitar pukul 13.30 WIB, suasana mendadak berubah ketika sebuah kendaraan berwarna hitam memasuki halaman Mapolres. Dari dalam mobil turun Wahyu Budi Setiawan, mantan manajer K-cunk Motor yang beberapa pekan terakhir ramai diperbincangkan publik. Ia datang bersama kuasa hukumnya, Helmi Rizal, untuk memenuhi undangan klarifikasi dari penyidik Satreskrim Polres Tulungagung.

 

Tanpa banyak berbicara kepada wartawan, Wahyu langsung berjalan menuju ruang pemeriksaan. Beberapa kamera mencoba merekam langkahnya saat memasuki lorong Unit Tipidter. Di sisi lain, petugas kepolisian tampak hilir mudik membawa dokumen ke dalam ruangan penyidik.

 

Kasus dugaan tambang ilegal di Tulungagung memang berkembang cepat dalam beberapa waktu terakhir. Bukan hanya karena isu penambangan tanpa izin itu diduga berlangsung cukup lama, tetapi juga karena perkara tersebut disebut menyeret nama sejumlah pihak yang dikenal memiliki pengaruh di dunia usaha lokal.

 

Di sejumlah wilayah selatan Tulungagung, aktivitas kendaraan pengangkut material tambang sebenarnya sudah lama menjadi perhatian warga. Truk-truk besar disebut rutin melintas hingga malam hari melewati jalan desa dan kawasan permukiman.

 

“Kalau malam suara kendaraan berat sering terdengar sampai tengah malam,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar jalur angkutan tambang.

 

Menurut warga, aktivitas tersebut bukan hal baru. Namun selama ini, banyak masyarakat memilih diam karena merasa persoalan tambang terlalu sensitif untuk dibicarakan secara terbuka.

 

Karena itu, ketika aparat kepolisian mulai melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak, perhatian masyarakat langsung tertuju pada sejauh mana penanganan perkara akan berjalan.

 

Di dalam ruang pemeriksaan, Wahyu menjalani klarifikasi selama hampir tiga jam. Aktivitas di sekitar ruang penyidik terlihat cukup sibuk. Beberapa anggota polisi tampak keluar masuk ruangan sambil membawa map dokumen dan berkas tambahan.

 

Meski proses pemeriksaan berlangsung tertutup, situasi di sekitar Satreskrim menunjukkan bahwa penyelidikan masih terus berkembang. Wartawan yang berada di lokasi terus mencoba mencari informasi terbaru terkait perkara tersebut.

 

Sekitar pukul 16.00 WIB, Wahyu akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya tampak serius ketika dihampiri sejumlah awak media yang menunggu sejak siang.

 

Kepada wartawan, Wahyu mengatakan dirinya telah menyerahkan sejumlah data tambahan kepada penyidik Satreskrim Polres Tulungagung.

 

“Saya hadir memenuhi undangan klarifikasi dan memberikan dokumen yang saya miliki,” ujarnya singkat.

 

Ia tidak menjelaskan secara rinci isi data yang diberikan kepada penyidik. Namun menurutnya, dokumen tersebut berkaitan dengan dugaan aktivitas pertambangan tanpa izin yang kini sedang diselidiki polisi.

 

Nama Wahyu sendiri beberapa waktu terakhir ikut menjadi sorotan setelah muncul dalam sejumlah informasi terkait perkara tambang ilegal di Tulungagung. Meski demikian, ia menegaskan bahwa posisinya saat ini masih sebagai pihak yang dimintai keterangan oleh penyidik.

 

Sementara itu, kuasa hukum Wahyu, Helmi Rizal, menyebut pemeriksaan berlangsung lancar dan kondusif. Ia mengatakan pihaknya memang sengaja membawa tambahan bukti baru guna memperkuat data yang sebelumnya telah disampaikan kepada penyidik.

 

Menurut Helmi, tambahan alat bukti tersebut berasal dari sumber yang dinilai valid dan memiliki keterkaitan langsung dengan substansi perkara.

 

“Kami menyerahkan beberapa data tambahan yang menurut kami relevan dengan perkara ini,” kata Helmi.

 

Ia juga kembali meminta agar pihak-pihak yang disebut dalam laporan dipanggil langsung oleh penyidik untuk memberikan klarifikasi secara terbuka. Salah satu nama yang kembali disebut ialah Suyono Hadi Pranoto.

 

“Kalau memang ingin semuanya terang, pihak yang bersangkutan harus hadir sendiri memberikan keterangan,” ujarnya.

 

Pernyataan itu kembali memancing perhatian publik. Banyak pihak menduga penyelidikan perkara tambang ilegal di Tulungagung masih akan berkembang dan kemungkinan menyeret nama lain yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut.

 

Di tengah proses hukum yang berjalan, masyarakat juga mulai menyoroti dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan tanpa izin. Beberapa warga mengaku kondisi jalan di sejumlah kawasan mulai rusak akibat sering dilalui kendaraan berat.

 

Selain itu, debu dari aktivitas pengangkutan material tambang juga mulai dikeluhkan warga yang tinggal di sekitar jalur kendaraan.

 

“Kalau musim kemarau debunya masuk sampai rumah,” ujar seorang warga lainnya.

 

Tidak sedikit masyarakat yang mengaku khawatir terhadap potensi longsor dan kerusakan lahan apabila aktivitas pertambangan terus berlangsung tanpa pengawasan ketat. Beberapa kawasan disebut mengalami perubahan kondisi tanah dalam beberapa tahun terakhir.

 

Aktivis lingkungan di Tulungagung juga mulai ikut menyoroti perkembangan kasus tersebut. Mereka menilai perkara dugaan tambang ilegal harus dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pengawasan pertambangan di daerah.

 

Menurut mereka, lemahnya pengawasan menjadi salah satu alasan praktik tambang ilegal sulit dihentikan. Karena itu, mereka berharap aparat penegak hukum benar-benar serius mengusut perkara hingga tuntas.

 

“Kalau pengawasan berjalan baik, aktivitas ilegal seperti ini tidak mungkin berlangsung lama,” ujar seorang aktivis lingkungan.

 

Selain persoalan lingkungan, masyarakat juga menilai aktivitas tambang ilegal berpotensi merugikan negara karena dilakukan tanpa izin resmi. Penambangan ilegal dianggap menghilangkan potensi pemasukan daerah yang seharusnya bisa diperoleh melalui jalur legal.

 

Karena itu, warga berharap proses hukum berjalan secara transparan dan tidak berhenti hanya pada pemeriksaan awal semata.

 

“Masyarakat sekarang ingin melihat apakah kasus ini benar-benar dibongkar atau hanya ramai sesaat,” kata seorang warga yang ikut memantau perkembangan perkara.

 

Di sekitar Mapolres Tulungagung, pembicaraan mengenai dugaan mafia tambang ilegal memang terus berkembang. Beberapa warga mengaku baru berani berbicara setelah kasus tersebut ramai diberitakan media.

 

“Selama ini sebenarnya banyak yang tahu aktivitas itu, cuma orang takut bicara,” ujar warga lainnya.

 

Pihak pelapor dalam perkara ini juga berharap penyidik menghadirkan lebih banyak saksi guna memperkuat alat bukti. Mereka menilai aktivitas pertambangan tanpa izin tidak mungkin berjalan tanpa adanya pihak lain yang mengetahui kegiatan tersebut.

 

Menurut Helmi, masyarakat kini sedang menunggu langkah konkret aparat kepolisian dalam menangani dugaan praktik tambang ilegal di Tulungagung.

 

“Jangan sampai masyarakat menilai hukum hanya berlaku untuk orang kecil,” katanya.

 

Hingga Kamis petang, pihak Satreskrim Polres Tulungagung belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan Wahyu Budi Setiawan. Penyidik disebut masih mendalami sejumlah dokumen dan data tambahan yang telah diterima selama proses klarifikasi berlangsung.

 

Meski demikian, informasi yang berkembang menyebut kemungkinan adanya pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah pihak lain masih sangat terbuka. Polisi juga dikabarkan masih mengumpulkan berbagai dokumen pendukung untuk memperkuat proses penyelidikan.

 

Kasus ini kini berkembang menjadi perhatian serius masyarakat Tulungagung. Banyak pihak berharap aparat penegak hukum benar-benar menunjukkan keberanian dalam mengusut dugaan praktik tambang ilegal tanpa membedakan latar belakang pihak yang terlibat.

 

Bagi sebagian warga, perkara ini bukan sekadar kasus hukum biasa. Mereka melihat penanganan dugaan tambang ilegal sebagai ujian terhadap komitmen aparat dalam menindak praktik yang selama ini dianggap sulit disentuh hukum.

 

Apabila proses hukum berjalan terbuka dan tegas, masyarakat percaya kasus ini bisa menjadi awal pembenahan pengawasan aktivitas pertambangan di Tulungagung. Namun jika penanganannya berhenti di tengah jalan, kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum dikhawatirkan semakin menurun.

 

Menjelang malam, suasana di sekitar Satreskrim perlahan mulai kembali lengang. Wartawan yang sejak siang menunggu perkembangan pemeriksaan satu per satu meninggalkan lokasi. Namun pembicaraan mengenai dugaan tambang ilegal di Tulungagung tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.

 

Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dalam perkara ini. Mulai dari siapa saja pihak yang mengetahui aktivitas pertambangan tersebut, bagaimana praktik itu bisa berjalan cukup lama, hingga kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain di balik aktivitas tambang tanpa izin yang kini menjadi sorotan masyarakat luas.

 

Kini perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil penyidik Satreskrim Polres Tulungagung. Di tengah sorotan masyarakat yang semakin besar, aparat dituntut membuktikan bahwa penanganan dugaan tambang ilegal benar-benar dilakukan secara serius dan tidak berhenti hanya pada tahap klarifikasi awal semata.

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *