JAKARTA PUSAT, 15 Juni 2026 – Aksi unjuk rasa yang digelar Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di kawasan Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026), sempat memicu ketegangan setelah massa melakukan pembakaran ban bekas di depan Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.
Demonstrasi yang diikuti sekitar delapan orang tersebut berlangsung sejak sore hingga menjelang malam. Selain menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), massa juga menyampaikan penolakan terhadap program MBG. Aksi dipimpin oleh Putra Nababan bersama Destro Imanuel yang menjabat Ketua LMND Jakarta Pusat.
Sejak tiba di lokasi sekitar pukul 17.05 WIB, para peserta aksi langsung membentangkan bendera almamater organisasi dan melakukan orasi menggunakan pengeras suara. Tidak lama kemudian, suasana berubah ketika sejumlah ban sepeda motor bekas dibakar di tepi jalan, sehingga menimbulkan asap tebal yang cukup mengganggu pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Kobaran api dari ban yang dibakar membuat aparat kepolisian yang melakukan pengamanan segera mengambil langkah untuk mencegah situasi berkembang lebih jauh. Sekitar pukul 17.20 WIB, petugas bergerak memadamkan api. Upaya tersebut sempat mendapat penolakan dari sebagian peserta aksi yang masih ingin melanjutkan pembakaran ban sebagai bentuk simbol protes.
Meski sempat terjadi perbedaan sikap antara petugas dan peserta aksi, kondisi di lapangan tidak berkembang menjadi kericuhan. Aparat tetap melakukan pendekatan persuasif sambil memastikan arus lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tetap berjalan dengan aman.
Dalam orasinya, para demonstran menyatakan bahwa kenaikan harga BBM dinilai semakin membebani kehidupan masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah. Mereka meminta agar setiap kebijakan yang berdampak langsung terhadap rakyat melibatkan berbagai unsur masyarakat sehingga keputusan yang diambil tidak justru menambah beban kehidupan sehari-hari.
Massa juga menilai pemerintah perlu turun langsung melihat kondisi masyarakat di lapangan. Menurut mereka, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan pokok seharusnya memperhatikan kemampuan ekonomi masyarakat serta mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan.
Sekitar pukul 17.45 WIB, situasi kembali menjadi perhatian petugas ketika massa aksi berupaya membawa ban bekas tambahan ke lokasi demonstrasi. Namun, langkah tersebut dapat diantisipasi aparat kepolisian yang langsung mengamankan ban tersebut sehingga aksi pembakaran susulan tidak terjadi.
Pengamanan yang dilakukan secara humanis membuat situasi tetap dapat dikendalikan. Masyarakat yang melintas di sekitar Jalan Diponegoro masih dapat beraktivitas meskipun arus kendaraan sempat melambat akibat adanya konsentrasi massa di depan Kantor LBH Jakarta.
Di tengah berlangsungnya aksi, sebuah peristiwa menarik terjadi sekitar pukul 17.50 WIB. Pengemudi ambulans milik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan nomor polisi L 9010 BP turun dari kendaraannya dan mendatangi para peserta aksi. Kehadirannya bukan untuk bergabung, melainkan menyampaikan keberatan atas aktivitas demonstrasi yang dinilai menghambat perjalanan kendaraan darurat.
Pengemudi ambulans tersebut mengaku sangat terganggu dengan kondisi di lapangan. Selain bertepatan dengan jam pulang kerja yang menyebabkan kepadatan kendaraan, asap dan kobaran api dari ban yang dibakar juga dinilai berpotensi menghambat pelayanan ambulans yang sedang bertugas.
Dengan nada tegas, sopir ambulans tersebut meminta agar aksi segera diakhiri. Bahkan, ia sempat melontarkan pernyataan akan memanggil rekan-rekan sesama pengemudi ambulans apabila para demonstran tetap mempertahankan aksi yang dianggap mengganggu pelayanan terhadap masyarakat.
Momen tersebut sempat menarik perhatian sejumlah orang di sekitar lokasi. Namun, tidak terjadi adu mulut ataupun gesekan fisik antara pengemudi ambulans dengan para peserta aksi. Situasi tetap dapat dikendalikan oleh aparat keamanan yang berada di lokasi.
Memasuki pukul 18.00 WIB, aksi kembali dilanjutkan. Namun kali ini demonstrasi berlangsung tanpa adanya pembakaran ban maupun tindakan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan. Massa hanya melanjutkan penyampaian aspirasi melalui orasi secara bergantian menggunakan pengeras suara.
Sepanjang kegiatan berlangsung, aparat kepolisian terus melakukan pengawasan dan pengamanan secara terbuka. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tetap berjalan sesuai koridor hukum serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.
Menjelang pukul 18.15 WIB, para peserta aksi akhirnya mengakhiri kegiatan mereka. Seluruh massa kemudian meninggalkan titik unjuk rasa dan bergerak menuju Kampus Universitas Bung Karno (UBK) yang berada di Jalan Kimia, Menteng, Jakarta Pusat.
Berakhirnya aksi disambut dengan situasi yang tetap aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya kerusakan fasilitas umum maupun korban selama kegiatan berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi yang digelar LMND tersebut diketahui berlangsung tanpa adanya surat pemberitahuan kepada pihak kepolisian. Meski demikian, aparat tetap memberikan pengamanan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Menteng.
Secara keseluruhan, demonstrasi berlangsung dalam pengawasan aparat keamanan dan berakhir tanpa insiden yang menonjol. Kendati sempat diwarnai pembakaran ban dan protes dari pengemudi ambulans RSCM, kondisi di lokasi dapat kembali normal setelah massa membubarkan diri menjelang malam hari.
Pewarta: Abdul Latif

