Polisi Siaga Usai Insiden Diduga Penyerangan Basecamp M1R di Surabaya, Empat Orang Jalani Pemeriksaan

oleh -54 Dilihat
oleh

Surabaya, Senin, 27 Juli 2026 – Situasi di kawasan pertigaan Jalan Teuku Umar–Dr. Soetomo, Kota Surabaya, sempat memanas pada dini hari setelah terjadi aksi penyerangan terhadap sebuah basecamp yang dikenal sebagai Posko M1R. Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 01.05 hingga 02.05 WIB itu membuat aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, sekitar 70 orang yang disebut berasal dari kelompok PSHT mendatangi area basecamp tersebut. Saat tiba, massa diduga melakukan aksi provokatif dengan membakar ban bekas di badan jalan serta menyalakan kembang api yang diarahkan ke lokasi basecamp, yang saat itu diketahui terdapat sekitar 50 orang sedang berkumpul.

Ketegangan di lokasi berlangsung beberapa saat sebelum personel Dalmas Polda Jawa Timur turun tangan. Sekitar pukul 01.30 WIB, petugas mulai melakukan pembubaran massa menggunakan langkah pengendalian sesuai prosedur sehingga situasi berangsur dapat dikendalikan.

Dalam proses pengamanan, aparat juga mengamankan empat orang yang diduga berkaitan dengan insiden tersebut. Keempatnya kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya guna menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan keterlibatan mereka dalam peristiwa tersebut.

Sekitar pukul 02.05 WIB, massa yang sebelumnya berkumpul akhirnya meninggalkan lokasi sehingga kondisi di sekitar pertigaan Jalan Teuku Umar–Dr. Soetomo mulai kembali kondusif. Meski demikian, aparat tidak langsung meninggalkan lokasi dan tetap melakukan penjagaan.

Hingga laporan ini disusun, personel kepolisian masih disiagakan di sekitar tempat kejadian guna mengantisipasi kemungkinan munculnya aksi lanjutan maupun potensi bentrokan susulan. Pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan tersebut.

Pihak kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa, termasuk motif serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Pewarta: Abdul Latif

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *