Keren!! Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan Lusia Adinda Menggenakan Kwatek Saat Kampanye di Pulau Adonara

oleh -1756 Dilihat

FLORES TIMUR – RADARNKRI- Calon Anggota DPR-RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dapil NTT 1 kembali melangsungkan kampanye hari kedua di Pulau Adonara tepatnya di Desa Tobitika, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Senin (04/12/2023).

Berbeda dari hari sebelumnya, dimana pada pelaksanaan kampanye hari kedua saat itu Lusia Adinda tampil dengan menggenakan baju hitam kombinasi merah dengan berlambangkan kepala Banteng dan sarung tenun ikat yang berasal dari Pulau Adonara atau biasa disebut dengan kwatek

Usai melangsungkan orasi kampanye untuk kemenangan PDI-Perjuangan, kepada awak media ini Lusia Adinda mengatakan, Kwatek merupakan indentitas orang Adonara Lamaholot yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dan masih terus dijaga dan dirawat hingga saat ini.

“Kwatek adalah identitas kita sebagai orang Adonara Lamaholot, dimana-mana ketika saya menggenakan kwatek pasti orang langsung tahu bahwa saya orang Lamaholot, dan saya sangat bangga akan hal itu,” kata Lusia Adinda.

Keren!! Caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan Lusia Adinda Menggenakan Kwatek Saat Kampanye di Pulau Adonara
Lusia Adinda Dua Nurak, Caleg DPR-RI dapil NTT 1 dari PDI Perjuangan dengan nomor urut 3.

Ia menceritakan, semasa sang suami Alm. Frans Lebu Raya (Mantan Gubernur NTT dua Periode) masih hidup, ia pernah berdiskusi dan menyampaikan bahwa dirinya sangat bahagia bisa menjadi bagian dari Adonara yang kaya akan adat dan budaya.

“Saya pernah bilang ke Ama Lebu (Panggilan pribadi untuk Alm. Frans Lebu Raya) saat kami berdua berdiskusi bahwa selain saya mencintai seorang lelaki tampan dan gagah yang berasal dari Pulau Adonara, saya juga telah jatuh cinta dengan adat dan budaya serta tenun ikat dari Adonara seperti kwatek,” tutur Lusia Adinda.

Lebih lanjut, pada kesempatan itu Lusia Adinda juga menyampaikan niat nya untuk maju ke senayan melalui jalur legislatif, untuk itu ia berharap masyarakat dan Lewotanah Witihama dapat memberikan dukungan dan doa sehingga apa yang diimpikan bersama dapan terwujud dengan baik.

“Saya tidak sehebat Ama Lebu, saya juga tidak sekuat dia, tetapi saya yakin dan percaya bahwa setiap langkah yang saya ambil demi kepentingan masyarakat kecil Ama Lebu pasti mendukung,” tutupnya.***(ell).