Jakarta | Polda Banten meminta suporter Persija Jakarta, khususnya The Jakmania, tidak datang langsung ke Banten International Stadium (BIS) saat Persija menghadapi Dewa United Banten FC pada pekan kedelapan Super League, Sabtu (31/10). Imbauan tersebut disampaikan menjelang pertandingan untuk memastikan para pendukung memahami ketentuan yang berlaku dan tidak menyaksikan laga dari dalam stadion. Pihak kepolisian berharap pertandingan dapat berlangsung tanpa kehadiran suporter tim tamu di lokasi.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea meminta para suporter menghormati sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Ia menegaskan agar pendukung Persija tidak mencoba masuk ke stadion, baik dengan mengenakan atribut kelompok maupun datang tanpa atribut sebagai individu. Dengan demikian, larangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada rombongan yang terorganisasi, tetapi juga berlaku bagi siapa pun yang hendak hadir untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
Maruli menyampaikan bahwa pihaknya berharap tidak ada suporter tim tamu yang datang ke BIS untuk menonton laga. Ia meminta The Jakmania memahami bahwa kehadiran langsung di stadion tetap tidak diperbolehkan, terlepas dari cara atau identitas yang digunakan saat mendatangi lokasi. Suporter diimbau mematuhi ketentuan itu dan tidak mencari jalan untuk memasuki area pertandingan.
Permintaan tersebut menjadi perhatian bagi pendukung Persija yang berencana mengikuti pertandingan di Banten. Polda Banten mengingatkan bahwa penghormatan terhadap keputusan Komdis PSSI merupakan hal penting dalam menyikapi laga ini. Karena itu, suporter diharapkan tidak datang ke Banten International Stadium dan tidak memaksakan diri untuk menyaksikan Persija kontra Dewa United Banten FC secara langsung. Kepolisian berharap imbauan ini dipatuhi oleh seluruh pendukung tim tamu, baik yang tergabung dalam kelompok maupun yang datang sendiri, sehingga ketentuan terkait pertandingan dapat dihormati bersama.
Imbauan Polda Banten agar Jakmania tidak menghadiri laga Persija kontra Dewa United berkaitan dengan sanksi yang dijatuhkan Komite Disiplin PSSI kepada Persija. Hukuman tersebut melarang suporter Persija hadir dalam enam pertandingan tandang. Dengan jumlah itu, larangan berlaku selama setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027. Karena itu, imbauan kepolisian perlu dipahami dalam konteks pembatasan kehadiran suporter yang sedang dikenakan kepada klub, bukan sebagai informasi mengenai perubahan jadwal pertandingan.
Sanksi tersebut dijatuhkan setelah kericuhan yang melibatkan kelompok suporter Persija dan Persita Tangerang dalam pertandingan di BIS pada 17 Oktober 2026. Peristiwa itu menjadi latar belakang pemeriksaan disiplin terhadap Persija. Hasil sidang Komdis PSSI yang memuat keputusan terkait sanksi tercantum pada 20 Oktober 2026. Dengan demikian, keputusan badan disiplin itu dibuat setelah pertandingan tersebut, dan menjadi dasar bagi pembatasan suporter dalam sejumlah laga tandang berikutnya.
Larangan untuk enam pertandingan tandang merupakan bagian penting dari keputusan yang perlu diperhatikan oleh Jakmania. Masa berlakunya mencakup setengah musim kompetisi BRI Super League 2026/2027, sehingga pembatasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan satu pertandingan. Dalam konteks laga Persija kontra Dewa United, kepolisian meminta suporter tidak hadir, sejalan dengan imbauan agar ketentuan dan sanksi yang berlaku dihormati. Informasi yang tersedia menjelaskan jumlah pertandingan, durasi umum hukuman, peristiwa yang mendahuluinya, serta tanggal hasil sidang Komdis PSSI. Tidak ada rincian tambahan mengenai bentuk kericuhan ataupun ketentuan lain dalam isi keputusan yang dapat dipastikan dari informasi tersebut. Karena itu, penjelasan mengenai sanksi sebaiknya tetap terbatas pada larangan hadir di enam laga tandang dan kaitannya dengan peristiwa di BIS pada 17 Oktober 2026. Bagi suporter, memahami latar belakang ini membantu menjelaskan alasan imbauan kepolisian, tanpa menambahkan asumsi di luar keputusan yang telah disebutkan.
Bagi suporter yang ingin tetap memberikan dukungan kepada Persija, Maruli menyampaikan alternatif berupa mengadakan nonton bareng di tempat masing-masing. Dengan cara tersebut, Jakmania dapat mengikuti pertandingan dan menunjukkan dukungan tanpa harus datang ke stadion di Banten. Nobar di lingkungan masing-masing juga memberi kesempatan kepada suporter untuk berkumpul bersama teman atau keluarga, sambil menjaga suasana tetap aman dan terkendali. Pilihan ini diharapkan menjadi saluran dukungan yang lebih tertib, sekaligus menghormati imbauan kepolisian agar suporter Persija tidak menghadiri laga kontra Dewa United. Dukungan terhadap tim, dengan demikian, tetap dapat diberikan tanpa menimbulkan kerawanan di sekitar lokasi pertandingan maupun di perjalanan menuju stadion.
Pelaksanaan nobar perlu memperhatikan ketertiban di lingkungan setempat. Suporter diharapkan tidak menggelar konvoi untuk menunjukkan dukungan, karena iring-iringan kendaraan dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan berisiko memicu situasi yang tidak diinginkan. Kegiatan menonton bersama sebaiknya berlangsung di lokasi masing-masing, tanpa pergerakan rombongan yang melintasi wilayah lain. Sikap tertib juga berarti mematuhi aturan yang berlaku, menjaga kenyamanan warga sekitar, serta tidak melakukan tindakan provokatif. Dukungan yang disampaikan dengan cara damai dapat membantu pertandingan berlangsung tanpa tambahan persoalan keamanan. Karena itu, suporter diminta mempertimbangkan dampak kegiatan mereka terhadap pengguna jalan dan masyarakat yang tidak terlibat dalam pertandingan.
Maruli juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan tidak mudah terprovokasi, baik sebelum maupun selama pertandingan berlangsung. Suporter perlu menghindari tindakan atau penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman, memperkeruh suasana, atau memicu gesekan antarsuporter. Perbedaan dukungan terhadap klub tidak seharusnya berkembang menjadi perselisihan di ruang publik maupun media sosial. Jika menemukan ajakan yang berpotensi memancing keributan, suporter sebaiknya tidak ikut menyebarkannya dan tetap mengutamakan ketenangan. Imbauan tersebut menempatkan keselamatan dan ketertiban bersama sebagai perhatian utama. Dengan memilih nobar secara tertib, tidak berkonvoi, dan tidak melakukan tindakan provokatif, Jakmania tetap dapat mendukung Persija sambil membantu mencegah gangguan bagi warga serta mengurangi risiko benturan dengan kelompok suporter lain.
Maruli mengingatkan bahwa sepak bola pada dasarnya merupakan olahraga yang menghadirkan hiburan dan kegembiraan bagi masyarakat. Setiap pertandingan memberi ruang bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan, sementara suporter dapat memberi dukungan dengan penuh semangat. Namun, antusiasme itu perlu disalurkan secara tertib dan tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan orang lain. Menurut Maruli, stadion dan lingkungan sekitar harus tetap menjadi tempat yang aman bagi seluruh pihak, termasuk pemain, petugas, warga, dan pendukung kedua kesebelasan. Perbedaan pilihan klub tidak seharusnya menghapus rasa saling menghormati yang menjadi dasar kehidupan bersama. Menjaga suasana damai adalah bentuk dukungan nyata terhadap olahraga dan masyarakat luas.
Menang atau kalah, lanjut Maruli, merupakan bagian yang wajar dalam setiap pertandingan. Hasil akhir tidak selalu sesuai harapan, tetapi kekecewaan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan provokasi, intimidasi, perusakan, ataupun tindakan yang mengancam keselamatan. Suporter dapat menunjukkan loyalitas melalui nyanyian, atribut, dan dukungan positif, sekaligus menghargai keputusan pertandingan dan keberadaan pendukung lawan. Sikap dewasa terlihat ketika seseorang mampu menerima hasil dengan lapang dada serta tetap menjaga ketertiban setelah laga berakhir. Tanggung jawab itu tidak hanya berada pada aparat atau penyelenggara; setiap orang yang hadir turut berperan menjaga situasi tetap terkendali. Dengan demikian, pertandingan dapat berlangsung tanpa kekhawatiran dan semua pihak merasa aman.
Maruli menegaskan bahwa menjaga persatuan, keselamatan, dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, setiap suporter diharapkan mempertimbangkan dampak dari ucapan dan tindakannya, baik di stadion maupun di luar. Menghindari bentrokan, tidak terpancing provokasi, serta mematuhi arahan petugas merupakan langkah sederhana yang dapat melindungi banyak orang. Dukungan kepada tim tetap dapat disampaikan dengan bangga tanpa merendahkan pihak lain.
Baca juga: Kembalinya Pedro Augusto: Misi Juara Bersama Dewa United
