HARUYAN, KAB. HULU SUNGAI TENGAH – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 Tahun 2025, yang berlangsung di wilayah Kodim 1002/HST, kembali menunjukkan kepedulian sosial dengan membangun kembali rumah milik Kurba (81), seorang janda lanjut usia warga Dusun Haruyan, Kecamatan Haruyan. Proses pembangunan yang dimulai pada Rabu (7/5/2025) dan rampung sehari kemudian ini sekaligus simbol kehadiran negara dalam memperhatikan kebutuhan warga pelosok.
Kurba, yang selama puluhan tahun tinggal di rumah panggung kayu Ulin berukuran 5×4 meter, mengaku tak kuasa menahan haru ketika melihat rumah lamanya dibongkar. “Rumah ini sudah rapuh, tiap hujan deras saya sampai ketakutan atapnya bocor,” kenang Kurba saat ditemui di lokasi, Kamis (8/5/2025). Berkat program TMMD, kini ia memiliki hunian baru dengan fondasi batu gunung, dinding batako setinggi satu meter, dan papan kayu di bagian atas, ditambah atap seng serta kuda-kuda baja ringan untuk kekokohan maksimal.
Pelda Matzain, salah satu personel Satgas TMMD, menerangkan bahwa pembangunan hanya memakan waktu kurang dari 24 jam berkat kerja keras puluhan prajurit dan dibantu warga setempat.
“Kami bergerak cepat setelah menilai kondisi rumah tidak lagi aman. Semangat gotong-royong masyarakat pun sangat membantu percepatan pekerjaan,” ujarnya.
Kegiatan fisik ini bukan satu-satunya output TMMD ke-124 di HST. Rangkaian program selama 30 hari meliputi perbaikan jalan desa sepanjang 1,2 kilometer, pembuatan jembatan bailey selebar 3 meter, serta pengelasan gapura desa yang menjadi ikon masuk Dusun Haruyan. Selain fisik, program non-fisik seperti penyuluhan kesehatan, pelatihan pertanian modern, dan wawasan kebangsaan juga digelar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Camat Haruyan, Drs. Slamet Riyadi, menyampaikan apresiasi atas sinergi TNI–rakyat.
“Keberadaan TMMD tidak hanya mengubah wajah desa, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan. Rumah Bu Kurba adalah bukti nyata bahwa negara hadir di tengah warga,” katanya.
Warga setempat, yang terbiasa bergotong-royong, antusias membantu memindahkan material dan memasang dinding batako. “Kami lega dan bangga, rumah Bu Kurba sekarang lebih layak, aman dari angin kencang dan hujan,” ujar Suryani, Ketua RT 05 Dusun Haruyan.
Pembangunan rumah janda lansia ini mengusung standar teknis TNI, mulai pemilihan material berkualitas hingga pelaksanaan pondasi yang tahan gempa ringan. Dengan tinggi dinding mencapai 340 cm dan rangka baja ringan, hunian baru Kurba diperkirakan dapat bertahan puluhan tahun tanpa membutuhkan renovasi besar.
Dandim 1002/HST, Letkol Inf. Adi Prasetyo, menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud implementasi Garis Depan Pembinaan Teritorial (GDPT), di mana TNI tidak hanya berjaga di perbatasan, tetapi juga membangun fondasi kesejahteraan di desa-desa.
“Sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat adalah kunci sukses TMMD. Semoga semangat kolaborasi ini terus terjaga,” papar Dandim.
Dengan selesainya pembangunan rumah Kurba, diharapkan kualitas hidup beliau meningkat signifikan. Ke depan, program TMMD ke-124 akan diakhiri dengan upacara penutupan pada akhir Mei 2025, sekaligus serah terima sarana prasarana kepada pemerintah desa dan masyarakat.
(pen1002hst)
