Akhirnya, PT JAS Penuhi Syarat Dokumen Disnaker Imbas Kisruh dengan Karyawan: Fakta Baru Terungkap

oleh -527 Dilihat

TAMBOLAKA, RADARNKRI.ID – Kisruh antara karyawan dan PT Jaya Anoegrah Sentosa (JAS) di Bandara Lede Kalumbang, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT memasuki babak baru.

Pasalnya, kisruh itu kini harus melibatkan Disnaker sebagai mediator usai karyawan yang memprotes kebijakan terkait gaji dan janji kenaikan gaji dari PT JAS belum lama ini.

“Kami sudah penuhi permintaan dokumen kepada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten SBD untuk keperluan investigasi biar semuanya terang benderang,” kata Deputy Director PT JAS, Handry Firmansyah Adnan melalui press rilis yang disampaikan kepada sejumlah media, Senin 6 November 2023 kemarin.

Dirinya menegaskan kalau tudingan yang menyebut jika perusahaan ini mengabaikan kesejahteraan karyawan karena mematok upah di bawah UMR adalah sesuatu yang salah.

Hal ini ungkapnya dikarenakan upah yang diterima karyawan sudah disepakati sejak awal sesuai kemampuan perusahaan, dengan catatan apabila calon karyawan merasa keberatan bisa mengundurkan diri.

“Publik tidak mengetahui jika perekrutan tenaga kerja kebersihan dilakukan melalui sistem e-catalog secara online, dan dilakukan setiap bulan oleh UPBU Lede Kalumbang dimana sistem tersebut transparan. Namun demikian, masa kontrak kerja untuk karyawan diberlakukan per tiga bulan dan tidak mengacu pada sistem yang diterapkan pihak bandara tersebut. Selain untuk gaji, dari imbalan per bulan yang kami terima ini harus dialokasikan pula untuk sewa gedung, pajak, iuran BPJS, pengadaan atribut karyawan, dan berbagai macam pengeluaran kantor lain,” tambahnya lagi.

Tidak hanya, kata Handry lagi karyawan yang tidak memenuhi kualifikasi yang disyaratkan untuk bekerja di bandar udara, perusahaan secara sepihak harus melatihnya lagi melalui training untuk memenuhi kualifikasi yang diminta.

“Dan ini terjadi seperti sekarang dimana saat ini kami menyekolahkan beberapa karyawan di Jakarta dengan semua biaya yang dikeluarkan untuk keperluan training dan pendidikan karyawan di Jakarta sepenuhnya ditanggung perusahaan,” ujarnya.

la juga menyayangkan pemberitaan media yang menyebut jika pihaknya telah mengancam salah seorang karyawan.

Kala itu, jelas Handry, salah satu pejabat bandara berniat baik memediasi keinginan seorang karyawan yang hendak mengklarifikasi jika dirinya tidak terlibat dalam aksi protes tentang upah..

“Namun kemudian beredar informasi di luar jika dalam pertemuan itu saya menekan dan mengancam sang karyawan,” tandasnya.

Dirinya juga enggan mengomentari isu yang menyebut jika perusahaan sebelumnya yang menangani urusan kebersihan bandara lebih baik dari PT JAS.

“Terkait hal itu alangkah lebih baiknya dicek langsung ke pihak terkait,” tandasnya.

Sebagai salah satu perusahaan yang baru hadir di Tambolaka, pihaknya berniat secara perlahan memperbaiki sumber daya manusia menjadi lebih baik. “Jika ada hal-hal yang kurang tepat maka kami siap bersama-sama untuk
memperbaiki ke arah yang lebih baik,” pungkas Handry.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten SBD,

Yeremia Tanggu, S.Sos yang ditemui media ini di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya tengah memediasi persoalan tersebut.

Dirinya juga telah menjadwalkan untuk bertemu pimpinan Bandar Udara Lede
Kalumbang untuk mempelajari seperti apa kolaborasi PT JAS dan pihak bandara dalam kerja sama tersebut.

“Namun demikian, mungkin karena berbagai kesibukan hingga hari ini niat itu belum terlaksana. Kami tidak serta merta memberhentikan PT JAS karena itu ranah yang berbeda. Di sisi lain mereka ada pelaporan ke ranah hukum termasuk pekerja yang merasa dirugikan itu sehingga jalan yang kami tempuh adalah memediasi,” tambahnya lagi. ***(Ell)