Ribuan Jemaah Diperkirakan Hadiri Dzikir dan Doa Kebangsaan 2026 di Monas, Ini Rangkaian Acaranya

oleh -28 Dilihat
oleh

Jakarta, 1 Agustus 2026 – Kawasan Silang Barat Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menjadi lokasi pelaksanaan Dzikir dan Doa Kebangsaan 2026 yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” pada Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan kebangsaan yang mempertemukan unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dalam suasana penuh khidmat.

Berdasarkan hasil pemantauan, Presiden Republik Indonesia dijadwalkan menghadiri kegiatan tersebut bersama Wakil Presiden, jajaran kementerian dan lembaga, serta para pemuka agama dari berbagai keyakinan. Kehadiran para pejabat negara dan tokoh lintas agama diharapkan memperkuat semangat persatuan sekaligus menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga keutuhan bangsa.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 17.00 WIB melalui sesi pra-acara yang diawali pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan penampilan paduan suara, pembacaan silsilah Khotmil Al-Qur’an, doa khataman, hingga pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Suasana religius mulai terasa sejak awal kegiatan dengan partisipasi para peserta yang memadati area acara.

Memasuki malam hari, agenda dilanjutkan dengan Shalawat Kebangsaan. Penampilan Hadrah Ahbabul Mustofa menjadi pembuka sebelum kumandang azan Isya berkumandang. Setelah salat Isya berjamaah, ribuan peserta mengikuti lantunan shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang berlangsung penuh kekhusyukan.

Acara utama kemudian dibuka secara resmi pada pukul 20.00 WIB. Setelah menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, Juara 1 MTQ Internasional Al-Ameed Irak 2026. Selanjutnya, Menteri Agama RI menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sebelum Presiden Republik Indonesia memberikan pengarahan kepada seluruh peserta yang hadir.

Puncak kegiatan ditandai dengan pelaksanaan doa lintas agama yang dipimpin oleh para tokoh agama dari Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Doa bersama tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga persatuan, toleransi, serta kehidupan berbangsa yang damai di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Dzikir dan Doa Kebangsaan 2026 berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Melalui momentum ini, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat kembali menegaskan pentingnya memperkuat nilai persaudaraan, persatuan nasional, serta semangat kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Pewarta: Abdul Latif

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *