Jelang Nataru 2024 Harga Komoditas di Pasar Inpres Larantuka Tidak Stabil, Cabe Rawit Tembus Rp 100 Ribu Perkilogram

oleh -786 Dilihat

Larantuka – RADARNKRI – Harga barang komoditas di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin tidak terkendali jelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2024.

Berdasarkan pantauan Media ini di Pasar Inpres Larantuka, pada Sabtu 16 Desember 2022 pagi tadi , beberapa komoditas seperti cabe, kentang dan wortel mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi bahkan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya.

“Untuk cabe rawit merah, dan untuk cabe merah besar harganya sama yaitu Rp, 100 ribu perkilogram,” ungkap Hendra salah satu pedagang di Pasar Inpres Larantuka kepada Wartawan.

Hendra menuturkan, harga cabai rawit dua pekan lalu masih di kisaran Rp 60 per kilogram, saat ini sudah menyentuh di angka Rp 100 perkilogram.

“Naiknya sudah beberapa hari terahir, kalau tidak salah satu bulan lalu perkilo nya masih dengan Rp, 30 ribu perkilo, dua minggu lalu sudah naik ke Rp, 60 ribu, saat ini sudah tembus Rp, 100 ribu perkilo nya,” kata Hendra.

Hendra menyebutkan kenaikan tersebut akan terus terjadi hingga akhir tahun 2024. Mengingat, siklus kenaikan tersebut selalu terjadi jika menginjak hari-hari raya besar.

“Kami para pedagang tidak bisa berbuat banyak atas kenaikan harga ini. Sebab, kenaikan ini mengikuti harga kulakan,” imbuhnya.

Sementara Risma pedagang lainnya juga turut mengeluhkan kenaikan harga cabai tersebut. Sebab, kenaikannya juga turut berimbas dengan sulitnya mendapatkan pasokan barang dari produsen

Menurutnya tidak hanya cabai, komoditas lainnya juga naik. Seperti kentang dan wortel dari sebelumnya dikisaran Rp 15 ribu perkilogram hingga Rp, 20 ribu perkilogram saat ini mejadi Rp 30 ribu perkilogram.

“Bukan hanya cabe pak, tapi kentang wortel dan beberapa komoditas lainnya juga naik, bawang merah saat ini sudah dengan harga Rp, 30 ribu perkilo sementara bawang putih Rp, 40 ribu perkilo,” tutur Risma. ***(Ell).