Jakarta | PT Daya Intiguna Yasa Tbk, yang mengoperasikan jaringan MR.DIY Indonesia, mencatat pertumbuhan kinerja selama sembilan bulan pertama 2026. Hingga September 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp7,2 triliun, atau meningkat 24,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi gambaran utama perkembangan usaha perusahaan sepanjang Januari hingga September tahun ini.
Selain pendapatan, perseroan juga membukukan kenaikan pada laba kotor. Nilainya tercatat sebesar Rp3.686,2 miliar, tumbuh 15,1% secara tahunan. Capaian ini menunjukkan bahwa laba kotor perusahaan tetap bergerak naik selama periode pelaporan. Besaran laba kotor tersebut disampaikan untuk periode sembilan bulan pertama 2026, sejalan dengan angka pendapatan yang dilaporkan hingga September.
Pada tingkat laba bersih, MR.DIY Indonesia mencatat Rp894,3 miliar. Nilai tersebut meningkat 12,9% dibandingkan sembilan bulan pertama tahun sebelumnya. Dengan demikian, ketiga indikator yang disampaikan—pendapatan, laba kotor, dan laba bersih—sama-sama mencatat pertumbuhan secara tahunan. Masing-masing mencerminkan perkembangan kinerja perseroan dari sisi pendapatan usaha maupun laba dalam periode tersebut.
Secara keseluruhan, pendapatan Rp7,2 triliun dengan pertumbuhan 24,5% menjadi angka yang paling menonjol dalam laporan kinerja hingga September 2026. Sementara itu, kenaikan laba kotor sebesar 15,1% dan laba bersih sebesar 12,9% melengkapi gambaran capaian keuangan perusahaan. Seluruh nilai tersebut merujuk pada sembilan bulan pertama tahun 2026 dan dinyatakan dalam rupiah, dengan angka laba kotor disajikan dalam miliar rupiah. Penyajian periode yang sama memungkinkan pembaca melihat perubahan kinerja secara tahunan melalui indikator yang dilaporkan. Data tersebut memberikan ringkasan terukur mengenai hasil yang dicatat PT Daya Intiguna Yasa Tbk sampai dengan akhir September. Dalam laporan ini, pertumbuhan pendapatan, laba kotor, dan laba bersih menjadi pokok informasi mengenai kinerja MR.DIY Indonesia pada tiga kuartal pertama tahun berjalan. Angka-angka tersebut menyajikan hasil keuangan perseroan untuk periode yang sama tanpa memerlukan asumsi tambahan mengenai faktor yang memengaruhinya. Ketiganya memberi gambaran ringkas tentang capaian perusahaan hingga September 2026.
Presiden Direktur MR.DIY Indonesia, Edwin Cheah, menilai perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan bisnis perusahaan. Di tengah pengeluaran yang semakin dipertimbangkan, konsumen kini lebih selektif dalam menentukan tempat berbelanja. Mereka cenderung memilih toko yang mudah dijangkau dan berada dekat dengan pusat aktivitas sehari-hari, sehingga kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara praktis.
Pilihan terhadap lokasi yang dekat dengan rutinitas membuat konsumen lebih leluasa membeli barang yang diperlukan tanpa harus melakukan perjalanan khusus. Toko yang hadir di sekitar tempat tinggal, kawasan kerja, maupun titik kegiatan masyarakat dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan rumah muncul. Menurut Edwin, kecenderungan ini mencerminkan pentingnya aksesibilitas dan kemudahan dalam pengalaman berbelanja, terutama ketika pelanggan semakin cermat mengelola anggaran.
Pola tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah transaksi pelanggan MR.DIY Indonesia sebesar 23,3% selama sembilan bulan pertama 2026. Pertumbuhan transaksi menunjukkan bahwa semakin banyak pelanggan melakukan pembelian di jaringan toko perusahaan. Angka ini juga memberikan gambaran mengenai kuatnya kebutuhan konsumen terhadap ragam perlengkapan rumah tangga dan barang sehari-hari yang ditawarkan, sekaligus relevansi keberadaan toko dalam menjangkau aktivitas mereka.
Seiring pertumbuhan transaksi, MR.DIY turut menambah toko di berbagai wilayah baru. Perluasan jaringan tersebut membantu perusahaan mendekatkan produk kepada lebih banyak pelanggan, termasuk keluarga yang sebelumnya belum memiliki akses praktis ke gerai. Kehadiran di wilayah baru juga mendukung upaya perusahaan untuk mengikuti persebaran kebutuhan konsumen, bukan hanya mengandalkan toko yang telah lama beroperasi di kawasan tertentu.
Edwin menyampaikan bahwa kepercayaan keluarga Indonesia yang memilih MR.DIY sebagai peritel pilihan merupakan hal yang dihargai perusahaan. Kepercayaan tersebut, menurutnya, menjadi dorongan untuk terus menyediakan kebutuhan rumah dengan pilihan yang beragam dan akses yang mudah. Ia juga mengaitkan kedekatan toko dengan kehidupan sehari-hari pelanggan sebagai bagian dari upaya melayani keluarga secara lebih baik. Dengan demikian, kenaikan transaksi dan pertambahan gerai berjalan beriringan dengan perubahan prioritas belanja: konsumen menginginkan nilai, kemudahan, dan lokasi yang sesuai dengan aktivitas mereka.
MR.DIY Indonesia menyatakan bahwa kedekatan dengan pelanggan menjadi bagian penting dari upayanya melayani kebutuhan sehari-hari. Perusahaan berupaya menempatkan toko sedekat mungkin dengan tempat tinggal pelanggan, sehingga beragam kebutuhan rumah tangga dapat dipenuhi secara praktis dalam satu kunjungan. Pendekatan ini dipadukan dengan penawaran produk relevan pada harga terjangkau setiap hari. Dengan demikian, pelanggan memiliki akses terhadap pilihan barang yang luas tanpa harus mengunjungi beberapa lokasi untuk mencari perlengkapan yang dibutuhkan.
Setiap toko menyediakan lebih dari 18.000 jenis produk yang terbagi dalam 10 kategori. Ragam tersebut mencakup perlengkapan rumah, peralatan listrik, perkakas, alat tulis, serta kategori lain untuk menunjang kebutuhan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari. Pilihan yang tersedia memungkinkan pelanggan membandingkan barang dan memperoleh sejumlah kebutuhan dalam satu tempat. Kelengkapan produk di toko juga mendukung tujuan perusahaan untuk menghadirkan pengalaman belanja yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi toko.
Untuk membantu menjaga keterjangkauan harga sekaligus ketersediaan barang, perusahaan mengandalkan pusat distribusi dan sistem logistik terintegrasi. Infrastruktur ini mendukung pengelolaan arus produk dari pemasok hingga ke toko, serta membantu proses pengiriman berjalan lebih terkoordinasi. MR.DIY Indonesia juga menggunakan pemantauan inventaris otomatis untuk mengetahui kondisi persediaan. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam menyesuaikan pasokan di tiap toko, sehingga ketersediaan barang lebih selaras dengan kebutuhan pelanggan setempat dan perubahan permintaan.
Selain sistem distribusi dan pemantauan stok, pengadaan yang terkoordinasi turut mendukung efisiensi operasional. Perusahaan dapat mengelola pembelian dalam skala yang lebih luas, sementara hubungan jangka panjang dengan pemasok membantu menjaga kesinambungan pasokan. Kombinasi skala ekonomi, perencanaan inventaris, dan jaringan distribusi menjadi bagian dari upaya menekan biaya serta mempertahankan tawaran harga yang terjangkau. Pada akhirnya, pendekatan tersebut mendukung model toko yang dekat dengan pelanggan, memiliki variasi produk luas, dan mampu menyediakan barang sesuai kebutuhan lokal. Perusahaan menyebut rangkaian langkah ini sebagai bagian dari upaya menjaga layanan tetap praktis dan konsisten di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur sekaligus Chief Financial Officer MR.DIY Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, menyatakan bahwa perusahaan menjaga disiplin dalam mengelola biaya meskipun bisnis terus bertumbuh. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan kinerja yang sehat: pertumbuhan jaringan dan aktivitas usaha perlu berjalan seiring dengan pengendalian pengeluaran. Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola sumber daya secara cermat tanpa mengabaikan kebutuhan pelanggan maupun rencana pengembangan usaha.
Menurut Rika, disiplin biaya memungkinkan MR.DIY Indonesia mempertahankan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan, yakni hemat, lengkap, dan dekat. Ketiga unsur tersebut menggambarkan komitmen perusahaan untuk menyediakan pilihan produk yang beragam dengan harga terjangkau, sekaligus menghadirkan akses belanja yang mudah dijangkau. Konsistensi dalam menawarkan nilai ini menjadi relevan ketika perusahaan bertumbuh, karena pengalaman dan manfaat yang dicari pelanggan perlu tetap dijaga di tengah perluasan kegiatan operasional.
Pengelolaan yang disiplin juga memberi ruang bagi perusahaan untuk melanjutkan investasi, terutama dalam mendekatkan toko kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Perluasan jaringan merupakan bagian dari upaya memperluas akses terhadap produk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: Kenaikan Harga Emas Antam di Pegadaian Per 30 September 2026 | Panduan Lengkap Penerima Bantuan Sosial KAJ September 2026 | Update Terbaru Penyaluran Bansos KAJ untuk September 2026
136 kunjungan