Rencana Sekolah Tahfidz Puan Maharani di Malang Didorong sebagai Wujud Pengabdian

oleh -478 Dilihat
oleh
Rencana Sekolah Tahfidz Puan Maharani di Malang Didorong sebagai Wujud Pengabdian

MALANG, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Rencana pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani di Malang disampaikan sebagai salah satu gagasan pengabdian yang mendapat perhatian dalam agenda internal PDI Perjuangan. Rencana tersebut diungkapkan oleh Said Abdullah, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan, dalam kegiatan konsolidasi internal partai dan bakti sosial yang berlangsung di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang.

Penyampaian rencana itu menempatkan pembangunan sekolah tahfidz sebagai bagian dari semangat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Sekolah tersebut direncanakan menjadi ruang pendidikan Al-Qur’an yang dapat mendukung proses pembelajaran, pembinaan, serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Meski masih berupa rencana, gagasan ini menunjukkan adanya perhatian terhadap pengembangan pendidikan yang berlandaskan nilai spiritual.

Dalam konteks kegiatan partai, rencana tersebut juga dikaitkan dengan semangat “Pertalian Cinta DPD PDI Perjuangan Jawa Timur”. Ungkapan itu mencerminkan upaya membangun kedekatan dan kepedulian melalui agenda yang tidak hanya berorientasi pada konsolidasi organisasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan pendidikan. Kehadiran gagasan sekolah tahfidz menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat tersebut.

Said Abdullah menyampaikan rencana pembangunan itu dalam suasana konsolidasi internal dan bakti sosial, sehingga gagasan pengabdian memperoleh tempat dalam pembicaraan partai. Rencana Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani di Malang selanjutnya menjadi perhatian karena memadukan kepedulian terhadap pendidikan keagamaan dengan komitmen untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Penyampaiannya menandai dorongan awal agar gagasan tersebut dapat diwujudkan secara terarah.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto atau yang akrab disapa Sam Didik, memandang rencana pembangunan sekolah tahfidz Puan Maharani di Malang sebagai bagian dari ikhtiar pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran lembaga tersebut tidak sepatutnya dipahami hanya sebagai pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga sebagai upaya menyiapkan generasi yang memiliki arah hidup, karakter, dan landasan spiritual yang kuat.

Sekolah tahfidz diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Proses pendidikan tidak berhenti pada kemampuan menghafal ayat, melainkan perlu dilanjutkan dengan pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, para siswa dapat tumbuh sebagai pribadi yang berakhlak mulia, menghormati sesama, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan pijakan moral.

Sam Didik menilai pembangunan masa depan membutuhkan perpaduan kecerdasan intelektual dan kemuliaan budi pekerti. Kemampuan akademik penting untuk mendorong kemajuan, tetapi kecerdasan tersebut perlu disertai sikap jujur, disiplin, rendah hati, dan peduli terhadap lingkungan sosial. Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam membentuk keseimbangan itu karena memberikan bekal pengetahuan sekaligus tuntunan etika bagi generasi muda.

Dalam pandangan tersebut, sekolah tahfidz bukan lembaga yang berdiri terpisah dari kebutuhan pembangunan masyarakat. Lembaga ini justru dapat menjadi bagian dari investasi sosial dan spiritual jangka panjang. Generasi yang mencintai Al-Qur’an diharapkan mampu membawa nilai kebaikan ke tengah keluarga, lingkungan, serta kehidupan berbangsa. Karena itu, rencana pembangunannya didorong agar benar-benar berorientasi pada pembentukan manusia yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kontribusi positif bagi masa depan Malang.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Abdul Qodir, yang akrab disapa Adeng, menjelaskan bahwa rencana pembangunan Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani merupakan upaya menerjemahkan gagasan besar menjadi program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, gagasan yang disampaikan Said Abdullah mengenai kehadiran sekolah tahfidz tersebut tidak semestinya berhenti sebagai wacana. Gagasan itu perlu diwujudkan melalui langkah nyata, terencana, dan berkelanjutan.

Bagi Adeng, pemikiran Said Abdullah merupakan amanah yang memiliki nilai penting bagi pengembangan pendidikan keagamaan. Amanah tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan sebuah institusi pendidikan, tetapi juga dengan ikhtiar menyiapkan ruang belajar yang membentuk generasi berilmu, berkarakter, dan memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an. Karena itu, proses mewujudkannya dipandang sebagai bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga agar ide yang baik tetap hidup dan memberi manfaat.

Adeng memaknai politik pengabdian secara lebih luas daripada sekadar urusan memperoleh atau mempertahankan kekuasaan. Politik, dalam pengertian tersebut, harus mampu mengubah gagasan menjadi kebijakan dan kegiatan yang menjawab kebutuhan rakyat. Keberpihakan kepada masyarakat dibuktikan melalui kerja yang konkret, termasuk menghadirkan akses pendidikan yang relevan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan pendekatan itu, pembangunan sekolah tahfidz menjadi bagian dari pelayanan sosial dan pendidikan, bukan hanya agenda kelembagaan.

Ia juga menjelaskan konsep “pertalian cinta” sebagai keterhubungan ideologi dan tindakan, nilai dan pengabdian, serta partai dan kehidupan rakyat. Ideologi membutuhkan tindakan agar tidak menjadi konsep yang jauh dari realitas. Nilai memerlukan pengabdian agar dapat dirasakan manfaatnya, sementara partai harus terus terhubung dengan persoalan sehari-hari masyarakat. Dalam kerangka tersebut, Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani diharapkan menjadi wujud nyata kepedulian, sekaligus bukti bahwa gagasan politik dapat diterjemahkan menjadi manfaat sosial yang berkelanjutan.

Rencana pembangunan sekolah tahfidz di Malang dipandang memiliki keterkaitan dengan gagasan pengabdian kepada rakyat. Kehadiran lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya ditempatkan sebagai upaya memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari perhatian terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kepedulian sosial generasi muda. Dalam kerangka tersebut, sekolah tahfidz dipahami sebagai ruang pendidikan yang memadukan penguatan nilai spiritual dengan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.

Nilai pengabdian juga tercermin melalui pandangan bahwa pembangunan pendidikan perlu berorientasi pada kebutuhan rakyat. Pendidikan yang membentuk pengetahuan, akhlak, serta kepedulian sosial diharapkan dapat menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi secara positif. Semangat itu menempatkan rencana sekolah bukan semata-mata sebagai pembangunan fasilitas, melainkan sebagai gagasan yang berkaitan dengan ikhtiar menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Kendati demikian, informasi mengenai pelaksanaan, tahapan pembangunan, maupun hasil program tersebut belum menjadi bagian dari keterangan yang tersedia.

Semangat tersebut dinilai selaras dengan penekanan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengenai pentingnya membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui penghormatan terhadap keberagaman, kepedulian terhadap sesama, serta kesediaan bekerja bersama untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks pendidikan, prinsip itu dapat menjadi landasan untuk menumbuhkan peserta didik yang memiliki integritas dan kepekaan sosial.

Penekanan terhadap gotong royong turut memberi konteks bagi gagasan pengabdian tersebut. Gotong royong menempatkan kerja bersama sebagai kekuatan dalam membangun lingkungan pendidikan dan kehidupan sosial yang lebih baik. Selain itu, pandangan bahwa politik merupakan jalan pengabdian kepada rakyat menegaskan pentingnya setiap gagasan publik diarahkan pada kemanfaatan masyarakat. Nilai-nilai itu menjadi konteks yang dianggap sejalan dengan semangat rencana sekolah tahfidz di Malang, tanpa menyatakan perkembangan pembangunan atau status pelaksanaannya.