SKK Migas dan K3S Perkuat Layanan Kesehatan & Sosial Bersama Kodaeral XIV di Kampung Kasim

oleh -15 Dilihat
oleh

Sorong PBD (04/08/2026) – Komitmen SKK Migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Kampung Kasim, Distrik Seget, Kabupaten Sorong, Selasa (4/8). Bersama Kodaeral XIV, RH PetroGas Companies in Indonesia, BP Tangguh LNG, Pertamina EP, Pemerintah Kabupaten Sorong, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan kesehatan dan bantuan sosial yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pesisir.

Kegiatan yang diikuti sekitar 200 peserta ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-1 Kodaeral XIV bertema “Kodaeral Bersama Rakyat, Mengawal Samudra, Indonesia Maju” serta menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, SKK Migas, dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mampu menghasilkan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi migas.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Papua dan Maluku, Mardianto, bersama jajaran SKK Migas turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kehadiran SKK Migas menegaskan bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak hanya diukur dari pencapaian target produksi energi nasional, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendorong pembangunan sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan rombongan di Pulau Kasim sebelum dilaksanakan penanaman pohon di lingkungan Sekolah Dasar Kampung Kasim. Aksi penghijauan tersebut menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang berjalan beriringan dengan upaya pembangunan masyarakat di wilayah pesisir.

Selanjutnya, kegiatan dipusatkan di lokasi bakti sosial dan bakti kesehatan yang dibuka secara resmi dengan dihadiri jajaran Kodaeral XIV, pemerintah daerah, unsur TNI dan Polri, pimpinan SKK Migas, pimpinan RH PetroGas Companies in Indonesia, BP Tangguh LNG, Pertamina EP, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta warga Kampung Kasim.

President RH PetroGas Companies in Indonesia, Ferry Hakim, dalam sambutannya menegaskan bahwa perusahaan bersama SKK Migas memiliki komitmen untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekitar wilayah operasi. Menurutnya, Kampung Kasim memiliki nilai historis bagi industri migas nasional karena merupakan salah satu lapangan migas terbesar sekaligus lapangan pertama yang ditemukan di Papua pada tahun 1970. Sejak 2018, RH PetroGas bersama SKK Migas secara konsisten menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di Kampung Kasim dan Kampung Mobi melalui berbagai program di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan, sosial, dan infrastruktur.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara keberlangsungan operasi hulu migas dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Bagi SKK Migas, hubungan yang harmonis dengan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif sekaligus menjaga keberlanjutan operasi sektor hulu migas nasional.

Pemerintah Kabupaten Sorong memberikan apresiasi atas sinergi yang dibangun antara SKK Migas, Kodaeral XIV, perusahaan migas, serta seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi contoh nyata bagaimana pembangunan dapat dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Papua Barat Daya.

Komandan Kodaeral XIV, Laksda TNI Djatmoko, menyampaikan bahwa pengabdian TNI Angkatan Laut tidak hanya diwujudkan melalui tugas menjaga kedaulatan wilayah perairan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kehadiran TNI bersama SKK Migas dan para mitra industri hulu migas merupakan bentuk sinergi dalam menghadirkan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, dilakukan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat, disusul peninjauan pelayanan kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta pelayanan kesehatan lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak awal kegiatan hingga seluruh rangkaian selesai dilaksanakan.

Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan di Kampung Kasim memperlihatkan bahwa kolaborasi antara SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, dan TNI mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Program seperti ini menjadi bagian dari komitmen industri hulu migas untuk tidak hanya menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Melalui semangat kolaborasi tersebut, SKK Migas berharap hubungan yang telah terjalin dengan masyarakat akan semakin kuat sehingga pembangunan daerah dapat berjalan berkelanjutan. Kehadiran industri hulu migas di Papua diharapkan terus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan pelayanan kesehatan, serta penciptaan kesejahteraan yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

(Timo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *