TNI Aktif Terlibat dalam Program PKTD Desa Pahalatan, Hulu Sungai Tengah

Diposting pada
banner 336x280

PAHALATAN, HULU SUNGAI TENGAH — Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan desa kembali dibuktikan oleh Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara. Pada Selasa (28/4/2025), personel TNI secara aktif berpartisipasi dalam Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) yang digelar di Desa Pahalatan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan aliran sungai yang mengalami penyumbatan akibat sampah dan pertumbuhan enceng gondok, yang selama ini menghambat aktivitas warga.

Desa Pahalatan sangat bergantung pada aliran sungai untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari irigasi pertanian, mandi, hingga transportasi air. Tumpukan sampah dan tumbuhan liar di sepanjang sungai menyebabkan gangguan yang signifikan terhadap kelancaran kehidupan warga.

banner 468x60

Kepala Desa Pahalatan, Hamli, memberikan apresiasi yang tinggi atas bantuan dari TNI dan Polri dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para aparat yang telah turut serta dalam membersihkan sungai serta memberikan semangat kepada masyarakat untuk bergotong royong.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan dari Bapak-bapak TNI dan Polri. Kehadiran mereka tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberi semangat luar biasa bagi warga untuk bergotong royong membersihkan sungai,” ujar Hamli.

Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, melalui Camat Labuan Amas Utara, berharap program PKTD ini dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini juga diharapkan dapat mengantisipasi dampak buruk musim hujan, yang berpotensi menyebabkan banjir akibat penyumbatan aliran sungai.

Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam kegiatan PKTD ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang baik dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapten Inf Rudi Hartono, memimpin langsung personel TNI yang bersama-sama dengan warga membersihkan sampah dan enceng gondok yang menyumbat aliran sungai.

“Kehadiran kami di tengah masyarakat adalah bentuk komitmen TNI untuk selalu mendukung program pembangunan dan pemberdayaan desa. Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah desa atau masyarakat semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama, termasuk aparat keamanan,” jelas Kapten Rudi Hartono.

Kapten Rudi Hartono berharap agar sinergi yang terjalin dalam kegiatan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di Hulu Sungai Tengah. “Semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menjaga kebersihan lingkungan harus terus dipupuk. Ini bukan hanya soal membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya solidaritas dan kolaborasi antarwarga,” tambahnya.

Dengan kolaborasi yang solid, Desa Pahalatan diharapkan dapat menjadi percontohan dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan hidup, sekaligus meningkatkan ketahanan desa terhadap ancaman bencana alam di masa depan.

(Edi D/pen1002hst)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *