TMMD 129 Bojonegoro: Srikandi Kesongo Bikin Olahan Pisang Jadi “Renjana” Renyah

oleh -44 Dilihat
oleh

BOJONEGORO, – Di balik deru alat berat yang meratakan jalan dan palu yang menempa bangunan fisik, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro menyisipkan sentuhan humanis yang tak kalah “membangun.”

Di Balai Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, geliat pembangunan itu terasa berbeda—penuh canda tawa, aroma khas, dan gelora kreativitas ibu-ibu PKK yang sedang “diuji nyali” mengolah potensi lokal.

Pada Selasa (28/7/2026), fokus TMMD ke- 129 di Desa Kesongo, beralih sejenak dari semen dan batu menuju peningkatan kapasitas manusia.

Bukti nyatanya adalah pelatihan dan praktik pembuatan keripik pisang, sebuah langkah strategis untuk memberdayakan ekonomi rumah tangga desa.

Kodim 0813 Bojonegoro tidak “main-main” dalam kegiatan nonfisik ini; mereka menghadirkan langsung “Ratu Olahan” dari Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Gading, Kristianingsih, atau yang akrab disapa Bu Kristin Gading.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan cara mengiris pisang. Bu Kristin membedah tuntas “anatomis” keripik pisang bermutu, mulai dari seleksi bahan baku berkualitas tinggi, memilih pisang yang pas tingkat kematangannya, hingga teknik pengolahan yang krusial.

Rahasia di balik renyah yang sempurna namun tidak berminyak, serta metode pengemasan yang estetis, higienis, dan memiliki nilai jual di pasar digital dibagikan tanpa sisa.

Suasana Balai Desa berubah menjadi laboratorium kewirausahaan yang hangat. Para peserta tidak hanya duduk manis sebagai penyimak.

Mereka para Srikandi Desa Kesongoterlibat langsung. Tangan-tangan mereka lincah mempraktikkan teori, mendiskusikan teknik pengupasan, bertukar kiat lama, dan mencoba setiap tahapan produksi dengan bimbingan ketat namun ramah dari Bu Kristin.

Tidak ada sekat, hanya semangat untuk belajar dan berkembang. Targetnya jelas, mengubah pisang yang selama ini hanya dijual mentah atau dikonsumsi sederhana, menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu menjadi pilar pendapatan baru bagi keluarga.

Desa Kesongo punya pisang yang melimpah, yang mereka butuhkan adalah “sentuhan tangan” kreatif ini.

“TMMD bukan hanya membangun jalan, rumah, maupun fasilitas umum, tetapi juga membangun manusianya,” tegas Lettu Ckm Purnomo, Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Bagi Purnomo, tolak ukur keberhasilan TMMD bukan sekadar bangunan fisik yang selesai, melainkan tumbuhnya kemandirian ekonomi masyarakat pasca-kegiatan fisik usai.

Melalui pelatihan ini, harapan lahirnya unit-unit UMKM baru di Desa Kesongo menjadi semakin nyata.

Pakar kuliner, Bu Kristin, juga memberikan perspektif penuh harap. “Potensi pisang di desa ini sangat besar. Jika diolah dengan teknik yang benar dan dikemas secara menarik, keripik pisang memiliki peluang pasar yang cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ia juga memberikan tantangan kepada peserta untuk tidak berhenti di sini. “Teruslah berinovasi dengan varian rasa, tingkatkan kualitas, dan mulailah memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tambanya.

Apresiasi tinggi datang dari Kepala Desa Kesongo, Kusnadi. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro dan P4S Bu Kristin atas pelatihan yang sangat bermanfaat ini.

“Harapan kami, keterampilan ini benar-benar diterapkan sehingga mampu melahirkan UMKM baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadikan keripik pisang sebagai salah satu produk unggulan Desa Kesongo,” kata Kusandi.

Pelatihan pembuatan keripik pisang ini adalah bukti bahwa program TMMD hadir dengan visi yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Selain mempercepat pembangunan infrastruktur, TMMD mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Dengan bekal keterampilan ini, Ibu-Ibu PKK Desa Kesongo kini bukan lagi sekadar penonton pembangunan, melainkan aktor utama motor penggerak ekonomi mikro.

Ke depan, ‘renjana’ renyah dari Desa Kesongo diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi mampu menjadi identitas produk unggulan desa yang berdaya saing tinggi dan, yang terpenting, meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

TMMD ke- 129 di Desa Kesongo Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro membuktikan, pembangunan fisik dan pembangunan manusia bisa dan harus berjalan seiring.

Responses (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *