Kabupaten Mamuju | Video yang memperlihatkan asap keluar dari dalam tanah di Desa Botteng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut menjadi perhatian karena menampilkan kepulan asap yang tampak muncul dari suatu titik di permukaan tanah. Berdasarkan keterangan yang menyertai informasi mengenai peristiwa itu, fenomena tersebut terjadi pada Minggu (18/10). Hingga informasi awal ini beredar, video tersebut menjadi salah satu bahan pembicaraan warga dan pengguna media sosial.
Cuplikan yang beredar memperlihatkan kondisi di lokasi sebagaimana terekam oleh kamera, tetapi video saja belum cukup untuk memastikan apa yang menyebabkan asap muncul. Karena itu, gambaran dalam rekaman perlu dibedakan dari keterangan yang telah dikonfirmasi. Penyebab fenomena, termasuk apakah berkaitan dengan kondisi alam atau aktivitas tertentu, tidak dapat disimpulkan hanya dari tampilan visual. Informasi mengenai titik persis kejadian, durasi kemunculan asap, serta keadaan di sekitar lokasi juga perlu merujuk pada keterangan yang dapat diverifikasi.
Perhatian terhadap rekaman tersebut menunjukkan pentingnya penyampaian informasi secara hati-hati, terutama ketika suatu kejadian belum mendapat penjelasan lengkap. Unggahan yang beredar dapat membantu masyarakat mengetahui adanya peristiwa, namun konteks dan kepastian informasinya tetap perlu diperiksa. Warga sebaiknya tidak menyebarkan dugaan sebagai fakta, dan menunggu keterangan dari pihak berwenang atau sumber tepercaya sebelum menarik kesimpulan. Dengan demikian, kabar tentang asap di Desa Botteng dapat dipahami sesuai informasi yang tersedia, tanpa menambahkan klaim mengenai penyebab maupun dampaknya yang belum dipastikan.Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan pihaknya belum menerima laporan maupun koordinasi dari BPBD Kabupaten Mamuju mengenai kemunculan asap dari dalam tanah. Keterangan tersebut disampaikan pada Senin (19/10). Pernyataan itu menjelaskan bahwa hingga saat ia memberikan keterangan, belum ada informasi resmi yang disampaikan oleh BPBD kabupaten kepada BPBD provinsi mengenai kejadian tersebut.
Yasir menyebut pemeriksaan awal perlu dilakukan oleh BPBD Kabupaten Mamuju. Dengan demikian, langkah pertama untuk mengecek kejadian berada pada instansi penanggulangan bencana di tingkat kabupaten. Pemeriksaan awal tersebut diperlukan sebelum informasi mengenai kondisi di lokasi dapat disampaikan lebih lanjut. BPBD Sulawesi Barat, menurut keterangannya, belum menerima koordinasi dari pihak kabupaten terkait peristiwa yang dilaporkan warga itu.
Belum diterimanya laporan dan koordinasi berarti BPBD provinsi belum mendapatkan keterangan resmi dari BPBD Kabupaten Mamuju mengenai kejadian tersebut. Karena itu, informasi yang dapat disampaikan Yasir terbatas pada status komunikasi antarlembaga dan perlunya pemeriksaan oleh BPBD kabupaten. Ia tidak menyampaikan hasil pemeriksaan ataupun rincian lebih lanjut mengenai sumber asap dalam keterangannya.
Pernyataan tersebut juga menempatkan pemeriksaan di tingkat kabupaten sebagai tahap awal penanganan informasi. BPBD Kabupaten Mamuju diharapkan menjadi pihak yang terlebih dahulu memeriksa kondisi yang dilaporkan, sementara koordinasi dengan BPBD Sulawesi Barat belum diterima pada saat keterangan disampaikan. Tanpa laporan maupun koordinasi tersebut, BPBD provinsi belum dapat memberikan penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan dari kabupaten.
Dengan demikian, keterangan Muhammad Yasir Fattah berfokus pada belum adanya laporan dan koordinasi serta perlunya pemeriksaan awal oleh BPBD Kabupaten Mamuju. Ia menyampaikan hal itu pada Senin (19/10), tanpa memaparkan hasil pengecekan lapangan. Informasi lanjutan mengenai kejadian tersebut belum tercantum dalam keterangannya.
BPBD Sulawesi Barat berencana meminta laporan resmi dari BPBD Kabupaten Mamuju terkait kemunculan asap yang terlihat keluar dari dalam tanah. Langkah tersebut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai keadaan di lokasi, termasuk kondisi area tempat asap muncul dan perkembangan situasi setelah kejadian diketahui warga. Informasi dari petugas kabupaten dinilai penting karena mereka dapat melakukan pemantauan langsung serta menyampaikan keterangan berdasarkan kondisi setempat. Dengan laporan itu, pihak provinsi diharapkan memiliki dasar yang memadai untuk memahami kejadian sebelum menyampaikan penjelasan lebih lanjut kepada masyarakat.
Selain mendata keadaan di lokasi, laporan tersebut juga akan membantu menelusuri kemungkinan penyebab asap muncul dari dalam tanah. Hingga keterangan diberikan, penyebab kemunculan asap itu belum diketahui. Karena itu, diperlukan pemeriksaan dan informasi lapangan sebelum ada kesimpulan mengenai sumbernya. Dugaan apa pun belum dapat dipastikan hanya dari penampakan asap, sehingga koordinasi BPBD provinsi dan kabupaten menjadi bagian penting dalam memperoleh keterangan yang akurat. Data mengenai kondisi sekitar dan hasil pengamatan petugas dapat menjadi bahan awal untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Yasir menyampaikan bahwa laporan dari BPBD Kabupaten Mamuju mungkin belum dibuat pada saat itu. Dengan demikian, BPBD Sulawesi Barat masih menunggu informasi dari jajaran daerah untuk mengetahui situasi terkini sekaligus mendapatkan bahan penelusuran lebih lanjut. Belum tersedianya laporan berarti belum ada keterangan resmi yang dapat menjelaskan penyebab kejadian tersebut. Masyarakat diminta tidak mendekati lokasi, sejalan dengan imbauan agar warga menjauh dari titik kemunculan asap. Setelah laporan diterima dan kondisi di lapangan diketahui, pihak terkait dapat menentukan langkah berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia. Untuk sementara, penyebab asap masih belum dapat dipastikan.
Yasir mengimbau warga agar untuk sementara waktu tidak mendekati titik keluarnya asap di Mamuju. Masyarakat juga diminta menjaga jarak dan tidak berkumpul di sekitar lokasi, terutama selama kondisi di bawah permukaan tanah belum diketahui. Imbauan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko bagi warga, sekaligus memberi ruang bagi pihak terkait untuk mengamati keadaan dengan lebih aman.
Selain tidak mendekat, warga diminta tidak menggali tanah, menusuk permukaan, atau melakukan tindakan lain di sekitar titik asap. Upaya menggali sendiri dapat mengubah kondisi lokasi dan berpotensi membahayakan orang yang melakukannya. Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak mencoba mencari sumber asap secara mandiri atau menutup titik keluarnya asap tanpa arahan dari pihak berwenang.
Yasir mengingatkan bahwa salah satu kemungkinan yang perlu diwaspadai adalah adanya kebakaran di bawah permukaan tanah. Kondisi semacam itu, apabila terjadi, berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitarnya. Namun, dugaan tersebut belum dipastikan sebagai penyebab munculnya asap. Warga diharapkan memahami perbedaan kemungkinan yang perlu diantisipasi dan hasil pemeriksaan yang telah terkonfirmasi.
Sambil menunggu informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengikuti arahan petugas dan menyampaikan laporan apabila melihat perubahan pada lokasi, seperti asap yang semakin tebal atau muncul di titik lain. Informasi sebaiknya disampaikan kepada pihak berwenang, bukan disertai tindakan pemeriksaan sendiri. Warga yang tinggal atau beraktivitas tidak jauh dari lokasi juga dianjurkan menghindari area tersebut sampai dinyatakan aman.
Langkah menjaga jarak dan tidak mengganggu permukaan tanah merupakan tindakan pencegahan, bukan penegasan bahwa telah terjadi kebakaran. Kepastian mengenai penyebab fenomena tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Dengan tidak mendekati atau menggali titik asap, warga dapat membantu mengurangi potensi paparan bahaya serta mendukung proses penanganan dan pemantauan oleh pihak yang berwenang.
Baca juga: Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla, Babinsa Koramil 0908-01/Loktuan Bagikan Masker kepada Warga
