Babinsa Koramil 1002-03/Haruyan Bersama PPL Lakukan Pembasmian Hama Tikus

oleh -122 Dilihat
oleh

**Haruyan, HST** – Babinsa Koramil 1002-03/Haruyan, Serka Kastraniady, bersama Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Haruyan, melaksanakan aksi pembasmian hama tikus di lahan persawahan milik petani di Desa Pengambilan Hulu, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, pada Selasa (4/2/2025).

 

Lahan seluas 0,5 hektar yang diserang hama tikus tersebut adalah milik Birul Wahidin, seorang petani anggota kelompok tani Hilir Masjid. Langkah ini diambil untuk melindungi tanaman padi yang terancam rusak, yang berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi petani.

 

Serka Kastraniady menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI AD terhadap sektor pertanian. Selain itu, upaya ini bertujuan membantu para petani dalam mengatasi gangguan hama yang dapat mempengaruhi hasil panen mereka.

 

“Kami sebagai Babinsa selalu siap membantu masyarakat, termasuk dalam mengatasi masalah pertanian seperti serangan hama tikus ini,” ungkapnya.

 

Kepala BPP Kecamatan Haruyan juga memberikan apresiasi terhadap kerjasama yang terjalin antara Babinsa dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam pembasmian hama tikus. Menurutnya, serangan hama tikus merupakan masalah yang sering dialami petani di wilayahnya, sehingga penanganan cepat sangat diperlukan.

 

“Dengan tindakan cepat ini, kami harap kerugian petani dapat diminimalisir dan hasil panen dapat maksimal,” tambahnya.

 

Birul Wahidin, pemilik lahan sawah, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan dari Babinsa dan PPL. Ia berharap tanaman padi di lahan sawahnya dapat tumbuh subur dan menghasilkan panen yang melimpah berkat pembasmian hama tikus ini.

 

“Saya sangat berterima kasih atas bantuan ini. Semoga hama tikus tidak lagi menyerang lahan pertanian kami,” ujarnya.

 

Kegiatan pembasmian hama tikus ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya untuk lebih waspada dan proaktif dalam mengatasi hama dan penyakit tanaman. Sinergi antara Babinsa, PPL, dan petani menjadi kunci dalam menjaga ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (pen1002hst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *