Dinas Terkait Gelar Rakor Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Babinsa Sukapura Imbau Kesiapsiagaan Masyarakat

oleh -193 Dilihat
oleh

Probolinggo – Kodim 0820/Probolinggo melalui jajaran Koramilnya, khususnya Koramil 0820/08 Sukapura, turut serta dalam rapat koordinasi (Rakor) antisipasi bencana hidrometeorologi di wilayah binaannya pada Jumat (14/2). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan berbagai pihak dalam menghadapi potensi bencana yang dipicu oleh kondisi atmosfer, air, atau lautan.

 

Anggota Koramil 0820/08 Sukapura, Sertu Agung Wahyu, menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi mencakup berbagai fenomena cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kerusakan serius, baik secara fisik maupun sosial-ekonomi.

 

> “Hidrometeorologi basah mencakup curah hujan ekstrem, angin kencang, puting beliung, banjir, dan longsor. Sementara itu, hidrometeorologi kering meliputi kekeringan, kebakaran hutan, serta penurunan kualitas udara akibat polusi,” ujar Sertu Agung Wahyu.

 

 

 

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola air yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan panen air hujan serta penyesuaian pola tanam agar lebih berkelanjutan. Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

 

Peran Penting Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

 

Lebih lanjut, Sertu Agung Wahyu menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga melibatkan peran aktif masyarakat, TNI, Polri, serta dunia usaha.

 

> “Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap masyarakat dapat lebih siap siaga dan memiliki pengetahuan yang memadai tentang langkah-langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi. Pemahaman mengenai titik evakuasi dan tempat perlindungan yang aman sangat penting untuk meminimalkan korban jiwa,” ungkapnya.

 

 

 

Kabupaten Probolinggo sendiri memiliki topografi yang beragam, mulai dari daerah pesisir hingga pegunungan, sehingga berpotensi menghadapi berbagai jenis bencana alam. Gunung Bromo yang masih aktif menjadi salah satu ancaman utama bagi wilayah ini, dengan kemungkinan letusan sewaktu-waktu. Selain itu, wilayah utara yang berbatasan langsung dengan laut juga berisiko tinggi mengalami abrasi pantai dan banjir rob akibat kerusakan hutan mangrove.

 

Imbauan Babinsa: Waspada Pergantian Musim

 

Babinsa berpostur tinggi tegap ini juga menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi pergantian musim, terutama saat memasuki musim hujan.

 

> “Musim hujan sering kali membawa dampak serius seperti banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan upaya mitigasi seperti membersihkan saluran air, memperkuat tebing, serta menjaga kelestarian pohon untuk mencegah bencana,” tuturnya.

 

 

 

Dengan adanya rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat lebih tanggap dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. Kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tangguh terhadap bencana.

 

(Pendim 0820 Probolinggo)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *