Babinsa Koramil Pandawan Bantu Petani Desa Kayu Rabah Produksi Pupuk

oleh -343 Dilihat
oleh

Pandawan, HST – Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan, Serda Agung Prayogo, turut serta dalam pelatihan pembuatan pupuk organik padat yang diadakan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Indah Lestari di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) pada Rabu (26/2/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para petani dalam mengolah bahan-bahan organik menjadi pupuk berkualitas yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta hasil pertanian. Pelatihan dipandu oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kayu Rabah, Mulyadi, yang memberikan pemaparan mendalam mengenai Teknik Pembuatan Pupuk Organik Padat.

Teknik Pembuatan Pupuk Organik Padat

Dalam pelatihan ini, Mulyadi menjelaskan bahwa pupuk organik padat terbuat dari bahan alami seperti kotoran sapi, sekam padi, molase atau air tetes tebu, serta EM4 cair. Bahan-bahan ini dicampur secara merata dan difermentasi untuk menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi bagi tanaman.

“Pupuk organik padat ini sangat bermanfaat sebagai media tanam. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, juga dapat menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang,” ujar Mulyadi.

Ia juga menambahkan bahwa proses pembuatan pupuk ini memerlukan tahapan pencampuran bahan yang tepat, serta fermentasi dalam waktu tertentu agar hasilnya optimal. Para petani yang hadir tampak antusias mengikuti setiap langkah dan mencatat metode yang dijelaskan.

Dukungan Penuh Babinsa untuk Petani

Ketua Gapoktan Indah Lestari, Ziril Hubaisy, mengapresiasi kegiatan ini dan menyatakan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi petani yang tergabung dalam 19 kelompok tani di bawah Gapoktan Indah Lestari.

Serda Agung Prayogo, Babinsa Koramil Pandawan, menegaskan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap sektor pertanian, khususnya di wilayah binaannya.

“Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para petani, meningkatkan hasil pertanian, serta membantu ketahanan pangan di wilayah Pandawan,” ujar Serda Agung Prayogo.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petani Desa Kayu Rabah dapat mengembangkan penggunaan pupuk organik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya cenderung fluktuatif.

(Pen1002HST)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *