Aksi Debt Collector Berujung Pembacokan, Anggota Brimob Polda Banten Alami Luka Serius di Kepala dan Tangan

oleh -14 Dilihat
oleh
Aksi Debt Collector Berujung Pembacokan, Anggota Brimob Polda Banten Alami Luka Serius di Kepala dan Tangan

SERANG — Suasana di ruas Jalan Raya Serang–Cilegon Kilometer 3,5, tepatnya di wilayah Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, mendadak berubah tegang pada Selasa malam (2/6/2026). Sebuah perselisihan yang bermula dari upaya penarikan kendaraan berkembang menjadi aksi kekerasan yang mengakibatkan dua anggota Satuan Brimob Polda Banten mengalami luka serius akibat serangan senjata tajam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB itu kini menjadi perhatian aparat kepolisian. Tim Resmob Polda Banten telah mengambil alih penanganan kasus dan masih melakukan pengembangan guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, keributan bermula saat terjadi upaya penarikan sebuah kendaraan yang diketahui berkaitan dengan salah seorang anggota Brimob. Proses tersebut memicu adu argumen antara pihak debt collector dan personel yang berada di lokasi.

Ketegangan yang awalnya hanya berupa perdebatan verbal perlahan meningkat. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi bahkan disebut sempat memperhatikan keributan yang terjadi karena situasi semakin memanas dari menit ke menit.

Dalam kondisi tersebut, salah seorang yang diduga berasal dari kelompok debt collector disebut mengambil sebuah kapak dari dalam kendaraan Toyota Fortuner berwarna hitam yang berada di lokasi kejadian. Tidak lama berselang, bentrokan berubah menjadi aksi kekerasan terbuka.

Serangan menggunakan senjata tajam kemudian terjadi dan mengenai dua anggota Brimob yang berada di tempat kejadian. Kedua korban mengalami luka cukup serius hingga harus segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Korban pertama diketahui bernama Bripda M. Fajar Dwi, anggota Satbrimob Polda Banten. Ia mengalami luka akibat sabetan senjata tajam pada bagian kepala dan tangan. Setelah dievakuasi dari lokasi kejadian, korban langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan intensif.

Sementara itu, korban kedua yakni Bripda Ahmad Yani juga mengalami cedera yang tidak kalah serius. Selain mengalami pendarahan pada bagian hidung dan kaki, korban dilaporkan mengalami dislokasi pada bahu sebelah kiri. Saat ini ia menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang.

Informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa setelah insiden pembacokan terjadi, situasi di lokasi sempat berlangsung sangat dinamis. Sejumlah anggota Brimob yang menerima kabar mengenai adanya rekannya yang menjadi korban segera bergerak menuju lokasi kejadian.

Sekitar 30 personel Satbrimob Polda Banten disebut mendatangi area kejadian untuk melakukan penyisiran sekaligus mengejar kelompok debt collector yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Kelompok yang dicari diketahui meninggalkan lokasi menggunakan dua unit kendaraan Toyota Fortuner berwarna hitam. Kedua kendaraan tersebut bergerak menuju arah Kota Serang sebelum dilaporkan berputar balik ke kawasan depan Markas Grup 1 Kopassus.

Aparat kemudian melakukan pelacakan dan pengembangan terhadap para pihak yang diduga terlibat. Hasilnya, dua orang berhasil diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kedua orang yang saat ini telah berada dalam pengawasan aparat diketahui bernama Fhilip Ndarman dan Yulianus Silvester Bedanaen. Keduanya disebut merupakan bagian dari kelompok debt collector yang berada di lokasi ketika insiden terjadi.

Meski telah diamankan, keduanya dilaporkan tengah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara. Kondisi tersebut membuat proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap sambil menunggu perkembangan kesehatan yang bersangkutan.

Sumber yang mengetahui penanganan perkara ini menyebutkan bahwa penyidik masih terus mendalami kronologi lengkap kejadian. Fokus penyelidikan tidak hanya tertuju pada pelaku yang telah diamankan, tetapi juga terhadap kemungkinan adanya pihak lain yang ikut berperan dalam aksi kekerasan tersebut.

Petugas juga berupaya mengumpulkan berbagai alat bukti, mulai dari keterangan saksi, rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi, hingga pemeriksaan kendaraan yang digunakan saat kejadian berlangsung.

Di sisi lain, kondisi kedua anggota Brimob yang menjadi korban terus dipantau oleh tim medis. Penanganan dilakukan secara intensif mengingat luka yang dialami cukup serius dan memerlukan observasi lanjutan.

Peristiwa ini menjadi sorotan karena melibatkan penggunaan senjata tajam dalam konflik yang bermula dari persoalan penarikan kendaraan. Situasi yang awalnya berupa perselisihan diketahui berubah menjadi tindakan kekerasan yang berujung pada jatuhnya korban luka.

Hingga Rabu (3/6/2026), aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan kelompok debt collector yang melarikan diri setelah kejadian. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik di wilayah Kota Serang dan daerah sekitarnya.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pihak yang memiliki keterkaitan dengan insiden dapat dimintai keterangan. Kepolisian juga berupaya mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang menyebabkan dua anggota Brimob mengalami luka akibat serangan senjata tajam.

Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berharap proses hukum dapat berjalan secara transparan dan tuntas. Mereka menilai tindakan kekerasan yang terjadi di ruang publik berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak segera ditangani secara serius.

Sementara itu, penyidik masih bekerja mengumpulkan seluruh fakta yang diperlukan guna menyusun konstruksi hukum perkara tersebut. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pengembangan oleh Tim Resmob Polda Banten.

Dengan masih berlangsungnya pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, perkembangan perkara diperkirakan akan terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan. Aparat memastikan proses penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian dan menentukan pertanggungjawaban hukum bagi para pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *