JAKARTA — Suara pengeras dari sebuah mobil komando terdengar bergema di depan <a href="https://radarnkri.id/babinsa-koramil-1710-05-jila-hadiri-peresmian-gedung-puskesmas-distrik-jila/”>Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI, kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Di bawah pengawalan aparat keamanan, puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Anti Korupsi (FORMAK) bergantian menyampaikan tuntutan terkait dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran di Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka.
Meski jumlah peserta aksi tidak terlalu besar, substansi tuntutan yang mereka bawa cukup serius. Massa mendesak pemerintah pusat, khususnya Kemendiktisaintek, untuk memberikan perhatian terhadap dugaan korupsi pengelolaan dana rutin kampus tahun anggaran 2024 yang disebut tengah ditangani aparat penegak hukum di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Sejak sekitar pukul 10.25 WIB, para peserta aksi mulai berkumpul di depan gedung kementerian yang berada di Jalan Pintu 1 Senayan. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster berisi kritik terhadap tata kelola kampus serta tuntutan agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap pimpinan perguruan tinggi tersebut.
Beberapa tulisan yang terpampang di lokasi aksi antara lain menyoroti dugaan korupsi dana rutin kampus, proyek pembangunan yang disebut mangkrak, hingga desakan agar kementerian mengambil langkah administratif terhadap pimpinan universitas yang menjadi sorotan dalam perkara tersebut.
Secara bergantian, peserta aksi menyampaikan orasi melalui pengeras suara yang dipasang pada kendaraan komando. Mereka menyebut adanya dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana penelitian dosen, honorarium ujian, serta penggunaan anggaran rutin kampus yang menurut mereka perlu ditelusuri secara menyeluruh.
Dalam pernyataan sikap yang dibagikan kepada awak media dan pihak kementerian, massa aksi mengaku prihatin terhadap kondisi yang berkembang di lingkungan kampus tersebut. Mereka menilai persoalan hukum yang muncul tidak hanya menyangkut dugaan kerugian keuangan negara, tetapi juga berdampak terhadap kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Menurut mereka, kampus seharusnya menjadi ruang yang menjunjung tinggi integritas akademik dan tata kelola yang baik. Karena itu, setiap dugaan penyalahgunaan anggaran harus ditangani secara terbuka dan profesional agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi dunia pendidikan.
Selain menyoroti aspek penggunaan anggaran, massa juga mengangkat isu pembangunan infrastruktur kampus yang disebut belum berjalan optimal. Mereka menyinggung sejumlah proyek yang menurut mereka belum memberikan manfaat maksimal bagi sivitas akademika.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembangunan gerbang utama kampus yang disebut belum rampung meskipun telah berjalan cukup lama. Massa juga menyinggung pembangunan fasilitas lain seperti lapangan olahraga dan auditorium yang menurut mereka perlu dievaluasi dari sisi efektivitas penggunaan anggaran.
Dalam pandangan peserta aksi, kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan proyek di lingkungan kampus. Mereka meminta agar seluruh proses penggunaan dana negara yang berkaitan dengan pembangunan kampus dilakukan audit secara menyeluruh.
Sekitar 40 menit setelah aksi berlangsung, pihak Kemendiktisaintek membuka ruang dialog dengan perwakilan demonstran. Empat orang utusan massa kemudian dipersilakan masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pejabat kementerian.
Pertemuan berlangsung di salah satu ruang diskusi di lantai satu gedung kementerian. Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa menyerahkan dokumen berisi pernyataan sikap, tuntutan aksi, serta sejumlah informasi yang menurut mereka perlu menjadi perhatian pemerintah.
Di hadapan pihak kementerian, perwakilan massa menyampaikan keberatan terhadap kondisi yang terjadi di kampus yang mereka soroti. Mereka meminta agar kementerian tidak hanya menunggu proses hukum berjalan, tetapi juga melakukan langkah pengawasan internal sesuai kewenangannya.
Massa turut meminta dilakukannya audit investigatif terhadap penggunaan anggaran kampus, termasuk proyek pembangunan yang dinilai bermasalah. Selain itu, mereka juga mendesak agar pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran diperiksa sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa juga meminta kementerian mempertimbangkan langkah evaluasi terhadap pimpinan perguruan tinggi yang namanya disebut dalam berbagai tuntutan mereka. Menurut peserta aksi, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga objektivitas proses yang sedang berjalan.
Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan kementerian menyampaikan apresiasi atas penyampaian pendapat yang dilakukan secara terbuka dan tertib. Mereka menyatakan seluruh dokumen yang diserahkan akan diterima sebagai bahan masukan dan akan dipelajari lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak kementerian juga menyampaikan bahwa setiap laporan yang masuk akan ditelaah berdasarkan data, dokumen, dan mekanisme hukum yang tersedia. Mereka menegaskan bahwa proses pemeriksaan maupun evaluasi harus dilakukan berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pihak kementerian menyebut bahwa berbagai masukan yang disampaikan mahasiswa akan diteruskan kepada unit terkait untuk dilakukan pendalaman. Mereka juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan agar seluruh persoalan dapat diselesaikan secara objektif.
Dialog berlangsung sekitar 40 menit. Setelah pertemuan berakhir, perwakilan mahasiswa kembali menemui rekan-rekannya yang masih bertahan di depan gedung kementerian. Hasil pembicaraan kemudian disampaikan secara singkat kepada peserta aksi.
Tidak lama kemudian, massa mulai membereskan alat peraga dan perlengkapan aksi. Spanduk yang sebelumnya dibentangkan di pagar pembatas satu per satu diturunkan. Mobil komando yang digunakan selama aksi juga mulai meninggalkan lokasi.
Sekitar pukul 11.55 WIB, kegiatan unjuk rasa resmi berakhir. Seluruh peserta membubarkan diri secara tertib tanpa adanya insiden berarti. Aparat keamanan yang berjaga sejak pagi tetap melakukan pengamanan hingga lokasi benar-benar kembali normal.
Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian penyampaian aspirasi yang dilakukan kelompok mahasiswa terkait isu tata kelola perguruan tinggi. Sementara itu, substansi tuntutan yang disampaikan massa masih menunggu tindak lanjut dari pihak-pihak terkait sesuai kewenangan masing-masing.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Gedung Kemendiktisaintek terpantau aman dan kondusif. Aktivitas perkantoran maupun lalu lintas di kawasan Senayan tetap berjalan normal meskipun sempat diwarnai penyampaian pendapat di muka umum oleh puluhan mahasiswa tersebut.



Response (1)