Apakah benar terjadi perubahan warna

oleh -43 Dilihat
oleh
Apakah benar terjadi perubahan warna

Batu | Namun, terjadi perubahan warna pada batu menjadi hitam yang dalam sumber tradisional Islam diceritakan karena menyerap dosa-dosa umat manusia di bumi. Thomsen dalam studi "New Light on the Origin of the Holy Black Stone of the Ka'ba" (1980) menceritakan, pada 1932 seorang peneliti bernama Philby di Al-Hadidah menemukan kawah tumbukan meteor yang kelak disebut Wabar.

Keterangan yang tercatat menyebut Seiring waktu, kata Thompson, campuran tersebut memunculkan lapisan warna putih dari dalam, tapi di bagian luar terbungkus cangkang hitam. Akan tetapi, sejauh ini teori paling dekat terkait Hajar Aswad adalah teori meteorit, sehingga kata Thomsen "akan lebih tepat untuk meneliti material yang berasal dari meteor.

Data lain dalam laporan menunjukkan Setelah diukur, kawah tersebut berukuran lebih dari 100 meter. Penelitian lain menjelaskan usia batu tersebut sesuai dengan jangkauan pengamatan orang Arab kuno.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Jakarta, Kisah batu hitam yang terpacak di salah satu sudut Kakbah, merupakan salah satu kisah di dunia Islam yang paling populer. Batu yang disebut Hajar Aswad itu sudah ada sejak zaman Nabi Ibrahim dan diceritakan berasal dari surga. Awalnya berwarna putih dan bisa memancarkan sinar. Kisah seperti itu mendorong para ilmuwan mencari tahu jawaban sains terhadap misteri batu tersebut. Apa iya batu itu bisa memancarkan sinar?

Apakah benar terjadi perubahan warna? Jika benar ada kisah tersebut, maka Hajar Aswad dikategorikan sebagai jenis batu apa? Sudah sejak lama para ilmuwan membuat teori ihwal jenis batuan Hajar Aswad. Ada yang menyebut batu tersebut sekelas dengan batu akik. Ada pula teori menyebut Hajar Aswad dikategorikan sebagai batu meteor. Akan tetapi, para ahli berpendapat bahwa pengkategorian Hajar Aswad sebagai batu meteor atau metorit dianggap paling dekat jika mengacu pada kisah Hajar Aswad itu sendiri yang berasal dari surga. Apalagi, fakta sejarah mengungkap terdapat jejak-jejak meteorit di dekat Kakbah, tempat Hajar Aswad berada. Ditemukan pula beberapa pecahan meteor di sekitar kawah dan gurun. Secara garis besar, pecahan meteor tersebut terbentuk dari leburan pasir dan silika yang bercampur dengan nikel. Warna hitam ini dihasilkan dari nikel yang diperoleh dari ledakan Nikel dan Ferum (besir) di luar angkasa. Beranjak dari pengamatan ini, Thomsen menyebut, ciri-ciri pecahan meteor sesuai dengan gambaran Hajar Aswad. Misalkan, warna putih (red, yang dipancarkan Hajar Aswad) mungkin berasal dari paparan bagian dalam inti hasil campuran zat kimia itu," katanya. Menurutnya, lapisan warna putih itu sangat rapuh dan tidak tahan lama. Atas dasar ini, lapisan tersebut berada dalam lapisan batuan berwarna hitam yang menyelimutinya. Artinya, batuan berwarna putih itu tak abadi dan bisa menghilang seiring waktu, sehingga kelak hanya tersisa batuan berwarna hitam saja. Oleh karena itu, dalam narasi Hajar Aswad terkait perubahan warna memang benar bisa ada penjelasannya secara sains. Berarti, bukan disebabkan oleh penyerapan dosa-dosa manusia. Sementara, bintik-bintik putih yang berada dalam Hajar Aswad kiwari merupakan sisa-sisa kaca dan batu pasir. Batu meteor itu kemungkinan batu yang sama dengan Hajar Aswad," tulis Thomsen. Pembuktian empirik lain juga menyangkut usia batu. Kemungkinan besar, batuan tersebut dibawa ke Makkah melalui jalur dari Oman. Namun, teori Hajar Aswad berasal dari batu meteor juga punya kelemahan. Peneliti itu menyebut batu meteor tak bisa mengapung, tak bisa pecah menjadi pecahan kecil, hingga sulit menahan erosi.