Bahlil Absen dari Pelantikan Golkar Sulsel, Sarmuji Pimpin Pengukuhan Pengurus

oleh -66 Dilihat
oleh
Bahlil Absen dari Pelantikan Golkar Sulsel, Sarmuji Pimpin Pengukuhan Pengurus

Kota Makassar | Bahlil Lahadalia tidak menghadiri pelantikan pengurus DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan periode 2026–2031 yang digelar di Makassar, Minggu, 25 Oktober 2026. Pengukuhan kepengurusan yang dipimpin Ilham Arief Sirajuddin itu berlangsung di Hotel Four Points, Jalan Andi Djemma. Meski Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut absen, prosesi pelantikan tetap dipimpin oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digitalisasi Meutya Hafid serta Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman. Kehadiran sejumlah pejabat dan pengurus partai menandai berlangsungnya pengukuhan kepengurusan Golkar Sulsel untuk masa bakti lima tahun ke depan. Ilham Arief Sirajuddin memimpin jajaran DPD I yang dilantik dalam kegiatan tersebut.

Pelantikan di Hotel Four Points menjadi agenda organisasi partai di tingkat provinsi setelah susunan pengurus DPD I Golkar Sulawesi Selatan untuk periode 2026–2031 ditetapkan. Dalam prosesi itu, Sarmuji bertindak mewakili pimpinan pusat untuk memimpin pengukuhan. Tidak hadirnya Bahlil menjadi salah satu perhatian dalam acara, sementara kegiatan tetap berjalan sesuai agenda dengan dipimpin Sekjen DPP.

Pengurus yang dilantik akan menjalankan tugas organisasi Golkar di Sulawesi Selatan selama periode kepengurusan tersebut. Acara berlangsung di kawasan Jalan Andi Djemma, Makassar, dengan kehadiran para undangan, termasuk Meutya Hafid dan Maman Abdurrahman. Informasi mengenai alasan Bahlil tidak hadir tidak disampaikan dalam keterangan yang tersedia. Dengan demikian, pelantikan dipimpin Sarmuji dan menandai dimulainya kepengurusan DPD I Golkar Sulsel di bawah pimpinan Ilham Arief Sirajuddin untuk periode 2026–2031.

Bahlil Lahadalia tidak dapat menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Golkar Sulawesi Selatan karena menjalankan agenda bersama Presiden Prabowo Subianto. Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil mendampingi Presiden untuk membahas sejumlah persoalan penting. Agenda tersebut membuatnya tidak bisa hadir langsung dalam kegiatan partai di Sulawesi Selatan. Ketidakhadiran ketua umum itu kemudian disampaikan kepada para pengurus melalui Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Sarmuji, yang memimpin pengukuhan. Sarmuji menjelaskan alasan Bahlil berhalangan hadir dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran tersebut kepada jajaran pengurus yang mengikuti acara.

Sebelumnya, panitia dan pengurus telah merencanakan agar Bahlil tetap dapat menyapa peserta melalui sambungan Zoom apabila ia tidak memungkinkan hadir secara langsung. Rencana itu disiapkan sebagai cara agar ketua umum bisa menyampaikan sapaan kepada pengurus meski berada di tempat lain. Namun, kesempatan untuk melakukan sambungan tersebut tidak terlaksana. Menurut penjelasan Sarmuji, Bahlil sudah berada bersama Presiden Prabowo untuk mendampingi pembahasan sejumlah persoalan penting. Karena itu, Bahlil tidak dapat menyapa pengurus melalui Zoom sebagaimana rencana awal. Sarmuji menyampaikan permohonan maaf kepada peserta atas keadaan tersebut, sekaligus menerangkan bahwa agenda bersama Presiden menjadi alasan ketua umum tidak hadir.

Penjelasan Sarmuji tersebut menempatkan ketidakhadiran Bahlil sebagai konsekuensi dari tugas yang sedang dijalankannya bersama Presiden, bukan karena perubahan rencana acara pengukuhan. Ia menyampaikan bahwa Bahlil seharusnya dapat memberikan sapaan secara daring apabila tak hadir langsung, tetapi rencana itu tidak terwujud karena ia telah mendampingi Prabowo. Sarmuji kemudian memimpin pengukuhan pengurus Golkar Sulawesi Selatan di lokasi acara. Dengan demikian, kegiatan tetap berlangsung meskipun Bahlil tidak berada di tengah pengurus. Permohonan maaf yang disampaikan Sarmuji mewakili ketidakhadiran Bahlil, sementara alasan yang diberikan berkaitan dengan agenda pembahasan bersama Presiden. Tidak ada sapaan melalui Zoom dalam acara tersebut.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tidak hadir dalam pelantikan pengurus Golkar Sulawesi Selatan. Pengukuhan kepengurusan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji. Dalam kesempatan itu, Sarmuji menegaskan bahwa absennya Bahlil tidak berarti perhatian partai terhadap Sulawesi Selatan berkurang. Ia menyampaikan bahwa Golkar tetap memberi perhatian kepada provinsi tersebut, termasuk melalui agenda pelantikan dan pengukuhan pengurus baru. Penegasan itu disampaikan di tengah kegiatan yang menandai dimulainya tugas jajaran pengurus Golkar Sulsel. Dengan demikian, pesan mengenai perhatian partai menjadi bagian dari rangkaian acara pengukuhan, meskipun ketua umum tidak dapat hadir secara langsung.

Sarmuji juga menyebut Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis utama pendulang suara bagi Golkar. Pernyataan tersebut menempatkan provinsi ini sebagai wilayah penting dalam upaya partai menghimpun dukungan. Ia tidak mengaitkan ketidakhadiran Bahlil dengan perubahan perhatian terhadap daerah itu, melainkan menegaskan kembali posisi Sulawesi Selatan bagi Golkar. Keterangan tersebut memberi konteks atas pelantikan pengurus yang baru, yakni bahwa kepengurusan di tingkat provinsi berada di wilayah yang dipandang strategis oleh partai. Sarmuji menyampaikan penegasan itu saat memimpin pengukuhan, sehingga pesan tentang basis suara dan pelantikan pengurus tersampaikan dalam agenda yang sama, tanpa mengubah pokok kegiatan tersebut.

Pengukuhan itu menjadi kesempatan bagi Golkar untuk menegaskan hubungan organisasi dengan jajaran di Sulawesi Selatan. Sarmuji memimpin prosesi tersebut sekaligus menyampaikan bahwa perhatian partai kepada provinsi itu tetap ada, terlepas dari absennya ketua umum. Penegasan mengenai posisi Sulawesi Selatan sebagai basis utama pendulang suara juga menunjukkan alasan wilayah tersebut disebut penting bagi Golkar. Namun, keterangan itu tidak dengan sendirinya menjelaskan dampak politik tertentu dari pelantikan maupun ketidakhadiran Bahlil. Informasi yang disampaikan berfokus pada berlangsungnya pengukuhan, peran Sarmuji dalam memimpinnya, serta pernyataan bahwa Golkar tetap memperhatikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu basis utama partai.

Dalam pengukuhan pengurus Golkar Sulawesi Selatan, Sarmuji menyampaikan pesan organisasi melalui filosofi sastra Makassar yang menggambarkan pemimpin sebagai jarum dan pengikut sebagai benang. Perumpamaan ini menjelaskan hubungan yang saling terkait dalam sebuah organisasi: jarum menentukan arah, sementara benang mengikuti jalur yang dibentuk untuk menghasilkan tenunan. Pesan tersebut menekankan bahwa kerja organisasi tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja. Kader dan pemimpin memiliki peran berbeda, tetapi keduanya perlu bergerak dalam tujuan yang sama agar organisasi dapat berjalan dengan teratur dan mencapai hasil yang diharapkan.

Bagi kader, filosofi itu mengandung harapan agar mereka memiliki komitmen, menjaga loyalitas, menaati instruksi, serta mengikuti arahan pemimpin. Sikap tersebut bukan sekadar kepatuhan formal, melainkan bagian dari tanggung jawab untuk menjalankan keputusan bersama dan menjaga kesinambungan kerja organisasi. Ketika arahan telah disepakati, kader diharapkan berkontribusi sesuai kapasitasnya dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kesediaan untuk bekerja dalam satu barisan membantu organisasi menyatukan tenaga serta mengarahkan berbagai potensi anggotanya pada agenda yang telah ditetapkan. Dengan demikian, loyalitas menjadi unsur penting dalam pelaksanaan tugas dan pencapaian tujuan.

Namun, tanggung jawab tidak hanya berada pada kader. Pemimpin juga wajib memberikan arahan yang jelas, mengambil keputusan, menjadi teladan, dan menggerakkan potensi organisasi secara proporsional. Sarmuji mengingatkan bahwa jarum yang tidak bergerak dengan baik tidak akan menghasilkan tenunan yang indah. Gambaran ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif menjadi penopang bagi loyalitas kader: pemimpin perlu mampu menyatukan anggota, menunjukkan arah, dan memastikan setiap orang dapat menjalankan perannya. Hubungan jarum dan benang, karena itu, berlangsung dua arah. Kader perlu mengikuti kepemimpinan, sementara pemimpin harus bekerja dengan baik agar organisasi bergerak bersama dan menghasilkan kerja yang bermakna.

Baca juga: Kapolres Maybrat Hadiri Pelantikan Kadis Sosial, Sinergi Pemerintah dan Polri Diperkuat