Bupati Tangerang dan Kepala Disporabudpar Ratih Rahmawati Dukung Pelestarian Budaya Lewat Grebeg Suro IKG

oleh -40 Dilihat
oleh
Bupati Tangerang dan Kepala Disporabudpar Ratih Rahmawati Dukung Pelestarian Budaya Lewat Grebeg Suro IKG

TANGERANG – Tradisi Grebeg Suro dan Kirab Budaya Wayang Kulit dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah berlangsung meriah di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang sarat nilai adat, budaya, dan spiritual tersebut turut dihadiri Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid.
Acara yang digelar oleh Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) Kabupaten Tangerang bekerja sama dengan Badan Penghubung Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi momentum untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Tangerang Ratih Rahmawati, Camat Panongan beserta jajaran Forkopimcam, tokoh masyarakat, tokoh budaya, serta berbagai elemen masyarakat yang antusias menyaksikan rangkaian acara.

Dari jajaran IKG Kabupaten Tangerang hadir Ketua Umum IKG Ipda (Purn) Saimo, Sekretaris Jenderal IKG Sulardi, Humas IKG Tarsih Ekaputra, serta Ketua Panitia Grebeg Suro IKG 2026 Riyadi.
Dalam sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang terus menjaga tradisi budaya sebagai bagian dari identitas bangsa sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarwarga.

Menurutnya, Bulan Suro memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Jawa. Selain menjadi momentum refleksi diri dan penguatan spiritual, Bulan Suro juga menjadi simbol kebersamaan, kerukunan, serta penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.

“Grebek Suro bukan hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momentum untuk mempererat tali persaudaraan, menjaga kerukunan, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat Kabupaten Tangerang,” ujar Maesyal Rasyid.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab budaya yang diikuti masyarakat dan berbagai komunitas budaya. Setelah prosesi arak-arakan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng IKG, penyerahan Tokoh Wayang dan Cempolo, doa malam 1 Suro, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh dalang Ki M. Yusuf Anshor K. yang membawakan lakon “Gondomono Sayembara.”

Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ratih Rahmawati, juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya daerah yang mampu memperkuat identitas bangsa sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Tangerang.

Untuk menjamin keamanan dan kelancaran kegiatan, pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolsek Panongan IPTU Irruandy Aritonang, S.H. dengan melibatkan personel TNI-Polri, unsur pemerintah kecamatan, serta anggota Senkom Mitra Polri Kecamatan Panongan yang bersinergi menjaga situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama berlangsungnya rangkaian acara.

Kegiatan Grebeg Suro 2026 di Panongan menjadi bukti bahwa tradisi dan budaya lokal tetap hidup serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan pelestarian budaya terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *