Jakarta | Girls Takeover Plan Indonesia selama satu dekade memberi ratusan anak perempuan pengalaman memimpin, termasuk mengambil alih tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 jabatan strategis.
Keterangan yang tercatat menyebut Dia mengatakan, Girls Takeover berangkat dari gagasan bahwa anak perempuan memiliki hak untuk hadir dan didengar dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.
Data lain dalam laporan menunjukkan Jakarta, Selama satu dekade, ratusan anak perempuan dan perempuan muda di Indonesia telah mendapatkan kesempatan untuk memasuki ruang-ruang kepemimpinan yang selama ini lebih sering ditempati orang dewasa. Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan Girls Takeover lebih dari sekadar anak perempuan menggantikan seorang pemimpin selama satu hari. Tantangannya sekarang adalah memastikan kesempatan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk terus memimpin dan mendorong perubahan," ujar Dini dalam diskusi Perayaan Girls Takeover di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan, Minggu (11/10/2026). Sejak pertama kali dilaksanakan di Indonesia pada 2016, setidaknya hingga kini sebanyak tujuh posisi menteri dan lebih dari 40 posisi strategis di berbagai lembaga, termasuk MRT Jakarta dan sejumlah kedutaan besar, telah diambil alih oleh anak-anak perempuan melalui Girls Takeover. Perjalanan ratusan anak perempuan yang pernah berada di posisi tersebut, meski hanya untuk satu hari, menjadi bagian penting dari cerita satu dekade Girls Takeover.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Inisiatif ini menegaskan hak anak perempuan untuk didengar dalam pengambilan keputusan, di tengah risiko perkawinan anak yang lebih tinggi pada kelompok miskin dan perdesaan. MRT Jakarta menilai Girls Takeover membantu institusi memahami perspektif generasi muda, sementara alumninya menyebut pengalaman tersebut membangun keberanian untuk terlibat dan mendorong perubahan. Melalui Girls Takeover, yang diinisiasi Plan Indonesia, anak-anak perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil alih peran pemimpin dari berbagai sektor, termasuk pemerintahan, untuk menyampaikan perspektif, gagasan, dan aspirasi mengenai isu-isu yang memengaruhi kehidupan mereka. Namun, suara mereka didengar, perspektif mereka dipertimbangkan. Mereka mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kapasitas kepemimpinannya.
Perjalanan ini dirayakan bertepatan dengan Hari Anak Perempuan sedunia yang diperingati setiap 11 Oktober," katanya. Hal ini menjadi semakin penting karena anak perempuan masih menghadapi berbagai hambatan dalam menentukan masa depan mereka. Dia menerangkan, berdasarkan data Susenas, anak perempuan dari keluarga dengan tingkat pengeluaran terendah, misalnya, hampir tiga kali lebih berisiko menikah sebelum usia 18 tahun dibandingkan anak perempuan dari keluarga dengan tingkat pengeluaran tertinggi. Anak perempuan di perdesaan juga dua kali lebih berisiko mengalami perkawinan anak dibandingkan mereka yang tinggal di perkotaan. Laporan global Plan Internasional terbaru tahun 2026 menyebutkan bahwa 90 persen anak perempuan dan perempuan muda yang disurvei mengatakan bahwa peristiwa iklim memberikan tekanan serius terhadap keberlangsungan hidup, kesehatan, dan stabilitas rumah tangga mereka," katanya Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan pihaknya memberikan ruang kepada anak perempuan melalui Girls Takeover dan telah membuka kesempatan bagi institusi untuk mendengarkan perspektif generasi muda. Bagi MRT Jakarta, Girls Takeover menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perspektif kaum muda termasuk perempuan, dapat memperkaya cara kami memahami kebutuhan dan pengalaman masyarakat," ucapnya. Kami belajar bahwa memberikan ruang kepada anak perempuan adalah tentang kesiapan institusi untuk mendengar dan belajar dari mereka. Kami berharap ruang-ruang seperti ini dapat terus dibuka secara bermakna," ujarnya. Sementara Mala, peserta Girls Takeover yang mengambil alih posisi Menteri BUMN pada 2021, mengatakan pengalaman tersebut sebagai bagian dari perjalanan kepemimpinannya. Dia belajar bahwa kepemimpinan adalah tentang keberanian untuk menyampaikan apa yang kita lihat dan apa yang ingin kita ubah. Pengalaman tersebut membuat saya semakin percaya bahwa anak perempuan perlu diberi kesempatan untuk terlibat dan menjadi bagian dari prosesnya," ujar Mala, alumni Girls Takeover Menteri BUMN 2021.
Baca juga: Berita Terkini Kesehatan dari Menteri Kesehatan RI | Tanggapan Menteri Ham Terhadap Kasus Keracunan Program MBG | Tanggapan Perdana Menteri Islandia terhadap Pernyataan Donald Trump

