Jilid IV: GEMMAKO, PKRI Dan APBI ASTABAT, Usir Kakan Kemenag Diduga Lakukan Pelecehan Dan Telan Uang Rp 5 Juta Dari Pemkab Asahan

oleh -4437 Dilihat
Jilid IV: GEMMAKO, PKRI Dan APBI ASTABAT, Usir Kakan Kemenag Diduga Lakukan Pelecehan Dan Telan Uang Rp 5 Juta Dari Pemkab Asahan

Jilid IV: GEMMAKO, PKRI Dan APBI ASTABAT, Usir Kakan Kemenag Diduga Lakukan Pelecehan Dan Telan Uang Rp 5 Juta Dari Pemkab AsahanJilid IV: GEMMAKO, PKRI Dan APBI ASTABAT, Usir Kakan Kemenag Diduga Lakukan Pelecehan Dan Telan Uang Rp 5 Juta Dari Pemkab Asahan

Kabupaten Asahan, Gelombang aksi unjuk rasa memasuki jilid keempat. Tiga lembaga yakni DPP LSM GEMMAKO RI, DPC PKRI Asahan, serta DPP APBI ASTABAT bergerak bersama menyampaikan tuntutan di Kantor Kementerian Agama dan Kantor Bupati Asahan, Jumat (28/08/2026). Aksi ini dipicu dugaan pernyataan pelecehan yang disampaikan Kepala Kantor Kemenag Asahan, Abdul Manan, melalui pesan WhatsApp yang menyebut LSM dan awak media “suka memeras dan neko-neko”.

Dalam orasi bersama, Dodi Antoni (Ketum DPP LSM GEMMAKO RI), Jhon Efdi Adinata (Ketua DPC PKRI Asahan), dan Alamsyah Siregar (Ketum DPP APBI ASTABAT) menyampaikan senada bahwa Abdul Manan diduga menjadi pihak yang memecah belah LSM dan awak media dengan menyebarkan informasi seakan kasus tersebut telah selesai, padahal belum tuntas sama sekali.

“Di lapangan beredar isu bahwa kasus ini sudah diselesaikan, padahal nyatanya belum selesai. Bahkan pada 21 Agustus 2026, salah satu Kepala Dinas berinisial JS menyatakan bahwa Bupati Asahan telah memberikan uang Rp5 juta sebagai partisipasi bantuan penyelesaian kasus Kakan Kemenag Asahan,” tegas ketiga pemimpin organisasi tersebut.

Mereka menilai hal itu sangat memalukan dan keterlaluan. “Sungguh tidak tahu malu. Kakan Kemenag Asahan diduga mencoreng nama baik serta citra Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, bahkan diduga menelan uang Rp5 juta dari Pemkab Asahan,” tegas mereka.

Situasi semakin menegangkan saat diketahui tidak ada satu pun pejabat di Kantor Kemenag Asahan mulai dari Kakan, Sekretaris, hingga Bendahara saat aksi berlangsung. Hal serupa juga terjadi di Kantor Bupati Asahan yang tampak sepi, diduga Bupati, Wakil Bupati, Sekdakab, beserta para Asisten tidak berada di tempat.

“Kami ancang-ancang menggelar aksi berikutnya dengan massa yang jauh lebih besar jika Kakan Kemenag tidak diusir dari Kabupaten Asahan,” pungkas Dodi, Jhon, dan Alam.(Team)

Jilid IV: GEMMAKO, PKRI Dan APBI ASTABAT, Usir Kakan Kemenag Diduga Lakukan Pelecehan Dan Telan Uang Rp 5 Juta Dari Pemkab Asahan