Kebakaran Hutan Gunung Buthak Memasuki Hari Ke-2, Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan 15 Hektar Lahan

oleh -202 Dilihat

Blitar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Buthak di wilayah Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, memasuki hari kedua pada Selasa (15/9/2026). Peristiwa kebakaran yang pertama kali dilaporkan oleh warga pada Minggu (13/9/2026) malam pukul 19.00 WIB ini diduga merupakan perembetan dari titik api yang sebelumnya membakar kawasan Gunung Panderman-Buthak di Desa Sanggrahan, Kota Batu, sejak awal September. Hingga pukul 17.00 WIB, api dilaporkan telah menyebar dari Pos 4 menuju Pos 3, tepatnya di Petak 13 dan 38 kawasan Rimba Campuran (RBC) serta Hutan Lindung Perhutani.

 

Upaya penanganan intensif langsung dilakukan oleh tim gabungan sejak Selasa pagi pukul 07.00 WIB. Personel yang terdiri dari Kodim 0808/Blitar, Polres Blitar, BPBD Kabupaten Blitar, BKPH Wlingi, serta para relawan menggelar apel gabungan untuk mendirikan Posko Karhutla dan melakukan pemantauan ketat di Pos 1 (Puncak Wukir Negoro) dan Pos 2 lereng Gunung Buthak. Langkah pencegahan ini diambil guna mengantisipasi agar pergerakan lidah api tidak makin meluas menembus kawasan pemukiman maupun area vegetasi yang lebih rapat.

 

Guna mempercepat pemadaman di area medan yang sulit dijangkau darat, helikopter pemadam (Water Bombing) dengan nomor registrasi PK-DAP dikerahkan ke lokasi mulai pukul 07.11 WIB. Operasi udara tersebut berlangsung hingga siang hari dalam 3 sortie dengan total 11 kali pengeboman air (run). Pasokan air untuk pemadaman udara ini diambil langsung dari Nilaya Resort and Residences di kawasan Oro-Oro Ombo, Kota Batu. Setelah menyelesaikan sortie pengeboman, helikopter melanjutkannya dengan observasi udara di area Selorejo dan Kawinajang sebelum akhirnya kembali mendarat di Lanud Abdulrachman Saleh Malang.

 

Pasca-pemadaman via udara, tim gabungan darat bergerak menuju titik-titik koordinat api di sekitar Pos 2 untuk melakukan proses pendinginan (ground checking) dan memastikan tidak ada kobaran api baru. Dari hasil penyisiran dan evaluasi lapangan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil mencakup kerusakan ekosistem hutan lindung yang didominasi oleh tanaman pinus, cemara, dan vegetasi hutan lainnya dengan estimasi luas lahan terdampak mencapai sekitar 15 hektar.

 

Danramil 0808/13 Doko Kapten Inf Rudianto Agus Saputra, yang ditemui di tempat terpisah menyampaikan bahwa dari hasil pengecekan personel di Pos 2 Puncak Gunung Buthak hingga sore hari, secara umum api utama sudah berhasil dipadamkan. Kendati demikian, petugas mencatat setidaknya masih terdapat 19 titik bara api dari bekas batangan pohon yang terbakar. Tim gabungan hingga saat ini tetap disiagakan di pos pemantauan untuk menyisir sisa bara api guna memastikan lokasi benar-benar aman dan tidak memicu timbulnya titik api baru akibat tiupan angin, ujarnya (Dim0808).