Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Muhammad Lisman Puja Kesuma Wafat

oleh -108 Dilihat
oleh
Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Muhammad Lisman Puja Kesuma Wafat

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Kabar duka datang dari lingkungan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DIY, Muhammad Lisman Puja Kesuma, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober. Kepergian Lisman menjadi kabar kehilangan bagi keluarga, rekan sesama anggota dewan, serta jajaran Partai Gerindra di Yogyakarta.

Informasi mengenai wafatnya Lisman dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman. Konfirmasi tersebut memastikan bahwa salah satu pimpinan fraksi di lembaga legislatif daerah itu telah berpulang. Kabar tersebut kemudian menyebar di tengah lingkungan DPRD DIY dan masyarakat yang mengenal kiprah Lisman sebagai wakil rakyat.

Berdasarkan informasi awal yang disampaikan, Lisman diduga meninggal akibat serangan jantung. Namun, dugaan tersebut belum dapat disebut sebagai kepastian medis karena keterangan yang tersedia masih bersifat awal. Penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi kesehatan maupun penyebab wafatnya tetap menunggu keterangan resmi dari pihak keluarga atau tenaga medis yang menangani.

Lisman selama ini menjalankan tugasnya sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, posisi yang menempatkannya sebagai salah satu tokoh penting dalam pembahasan kebijakan dan agenda politik di tingkat provinsi. Sebagai ketua fraksi, ia berperan mengoordinasikan sikap politik serta menyampaikan pandangan partai dalam berbagai pembahasan di DPRD. Wafatnya Lisman meninggalkan duka mendalam sekaligus menjadi kehilangan bagi lembaga legislatif dan partai yang menaunginya.

Ucapan belasungkawa pun diperkirakan datang dari berbagai pihak, termasuk anggota DPRD DIY, pengurus Partai Gerindra, mitra kerja pemerintahan daerah, dan masyarakat. Untuk saat ini, perhatian utama tertuju kepada keluarga yang ditinggalkan. Rangkaian informasi mengenai waktu pemakaman dan penghormatan terakhir akan menunggu pemberitahuan resmi dari keluarga.

Budi Waljiman menyampaikan bahwa dirinya baru menerima kabar mengenai wafatnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, Muhammad Lisman Puja Kesuma, pada Sabtu sore. Informasi tersebut, menurut Budi, baru sampai kepadanya pada waktu sore hari sehingga ia belum mengetahui kabar itu sejak sebelumnya. Ia mengaku terkejut ketika mendengar berita mengenai kepergian Lisman.

Pengakuan Budi mengenai keterkejutannya juga menggambarkan bahwa kabar wafatnya Lisman datang secara mendadak bagi dirinya. Ia baru memperoleh informasi itu pada sore hari, kemudian memberikan konfirmasi ketika dimintai keterangan. Dalam penjelasannya, Budi tetap menekankan dua hal utama, yakni kebenaran kabar wafatnya Lisman dan proses penanganan yang baru berlangsung saat ia memberikan keterangan.

Informasi mengenai kondisi Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Muhammad Lisman Puja Kesuma disampaikan oleh Budi sekitar pukul 16.00 WIB. Pada waktu tersebut, Budi menerima kabar bahwa Lisman terkena serangan jantung ketika berada di salah satu rumah sakit di Jakarta. Kabar itu kemudian menjadi informasi penting terkait perkembangan kondisi Lisman yang saat itu tengah menjalani perawatan di ibu kota.

Lisman diketahui berada di Jakarta untuk menjalani pengobatan terkait penyakit sinus. Perawatan tersebut menjadi alasan keberadaannya di salah satu rumah sakit di kota itu sebelum kabar mengenai serangan jantung diterima. Informasi tentang pengobatan sinus dan kabar serangan jantung disampaikan sebagai dua keterangan mengenai kondisi serta aktivitas medis Lisman di Jakarta.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai detail waktu terjadinya serangan jantung, tindakan medis yang diberikan, maupun kondisi Lisman setelah menerima penanganan di rumah sakit. Karena itu, informasi yang tersedia sejauh ini terbatas pada kabar yang diterima Budi sekitar pukul 16.00 WIB dan keterangan bahwa Lisman sebelumnya sedang menjalani pengobatan untuk penyakit sinus di Jakarta.

Penyampaian informasi tersebut juga tidak menjelaskan adanya hubungan medis penyakit sinus yang sedang ditangani dan serangan jantung yang dialami Lisman. Kedua hal itu perlu dipahami berdasarkan keterangan yang tersedia, tanpa menarik kesimpulan mengenai penyebab atau keterkaitan medis di keduanya. Kepastian mengenai kondisi kesehatan Lisman selanjutnya tetap bergantung pada penjelasan pihak keluarga, rumah sakit, atau pihak terkait lainnya.

Gerindra DIY masih membahas rencana kepulangan jenazah Muhammad Lisman Puja Kesuma setelah kabar wafatnya Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY tersebut. Pembahasan dilakukan untuk menentukan langkah terbaik, termasuk koordinasi dengan keluarga, pengurus partai, serta pihak terkait yang menangani proses pemulangan. Hingga informasi ini disampaikan, belum ada keputusan final mengenai tempat jenazah akan dimakamkan.

Salah satu pilihan yang sedang dipertimbangkan adalah menerbangkan jenazah Lisman ke daerah asalnya di Sumatra. Opsi lainnya ialah memakamkannya di Jakarta, dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan permintaan keluarga. Kepastian mengenai lokasi pemakaman diharapkan segera diperoleh setelah komunikasi pihak keluarga dan jajaran Gerindra DIY selesai dilakukan. Partai juga terus memantau setiap tahapan agar proses penghormatan terakhir dapat berjalan dengan baik.

Lisman merupakan politikus muda Partai Gerindra yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Januari 1992. Dalam perjalanan politiknya, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai anggota DPRD DIY dan memimpin Fraksi Gerindra. Posisi tersebut menunjukkan kepercayaan partai terhadap kapasitas serta dedikasinya dalam menjalankan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, kolega, dan jajaran partai.

Budi menilai almarhum dikenal sebagai sosok yang peduli kepada sesama. Kepedulian tersebut tercermin dalam hubungan sosial maupun dalam pelaksanaan tugas politiknya. Selain itu, Lisman disebut konsisten dan memiliki komitmen terhadap arah perjuangan Partai Gerindra. Penilaian itu menjadi gambaran mengenai kontribusi Lisman selama berkiprah di partai dan lembaga legislatif. Sambil menunggu keputusan keluarga, Gerindra DIY melanjutkan pembahasan mengenai pemulangan serta pemakaman jenazahnya.