Ketum DPP LSM GEMMAKO ASAHAN Minta Copot Kakan Kemenag Asahan Yang Diduga Lecehkan LSM dan Awak media

Kabupaten Asahan .radarNKRI.
Aksi unjuk rasa yang lakukan puluhan massa yang tergabung dalam Koalisi LSM dan Awak Media Bersatu Kabupaten Asahan geruduk Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag Asahan), Aksi ini dipicu oleh dugaan pernyataan Kepala Kantor Kemenag Asahan Abdul Manan melalui pesan WhatsApp disebut mengatakan bahwa “LSM dan Media suka memeras dan neko-neko” kepada kepada salah satu Ketua LSM PKRI CADSENA Asahan Jhon Efdi Adinata.
Dijelaskan, Senin, (01/09/2025). Dodi Antoni Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara Republik Indonesia (Ketum DPP LSM GEMMAKO ASAHAN SUMUT RI) menyampaikan, Ada enam poin tuntutan dalam pernyataan sikap yang kami tegaskan agar Kakan Kemenag Asahan diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) dan diproses hukum atas dugaan penghinaan serta pelanggaran UU ITE dan meminta Kapolres Asahan segera memanggil dan bila unsur pidananya terpenuhi maka harus segera menangkap Kakan Kemenag Asahan sesuai dengan nomor STPL pelapor atas sangkahan pencemaran nama baik.
“Selain itu, aparat penegak hukum harus memeriksa anggaran yang dikelola Kantor Kemenag Asahan. Kami menduga adanya unsur pengutipan liar yang dilakukan pihak kepala madrasah negeri kabupaten asahan kepada seluruh honorer yang lulus sertifikasi P3K yang dikutip berkisar 300 ribu tiap bulan”, tegas Dodi Antoni.
Lanjutnya , tuntutan lain yang kami suarakan yakni mendesak Kanwil Kemenag Sumut untuk mencopot atau me-non aktiv kan Abdul Manan, serta meminta Kementerian Agama RI memberikan penyuluhan kepada jajarannya agar tidak melakukan tindakan yang merendahkan citra lembaga maupun media. Kami menduga kuat bahwa Kakan Kemenag membuat provokator busuk ditengah -tengah isu nasional di tanah air Republik Indonesia yang tercinta ini.”, Pungkas Ketum DPP LSM GEMMAKO.
Aksi sempat berlangsung tegang dengan terjadinya dorong-dorongan antara massa dan aparat Polres Asahan yang berjaga. Namun situasi akhirnya mereda setelah para pendemo ditemui oleh Kabag TU Kemenag Asahan, M. Darwis Nasution.
“Kakan Kemenag Asahan sedang berada di luar kota. Beliau berjanji akan bertemu langsung dengan Koalisi LSM dan Media Bersatu pada Rabu, 3 September 2025, pukul 10.00 WIB,” ucap Darwis di hadapan massa.
Setelah mendapat jawaban tersebut, massa kemudian membubarkan diri dari lokasi kantor Kemenag Asahan dan melanjutkan aksinya di Tugu Imam Bonjol dengan berorasi meminta bubarkan DPRD Kabupaten Asahan yang kami nilai hanya menghabiskan anggaran dana APBD dan APBN karena dugaan kuat tidak ada sikap terhadap DPP LSM GEMMAKO ASAHAN terkait PT Bridgestone Aek Tarum Wilayah IV dan Klinik Medika Pratama Nusantara yang berada di Desa Pulau Maria dan lain lainnya.
Pantauan awak media dilapangan , selang beberapa jam istirahat di kantin dinas perhubungan asahan anggota DPRD Kabupaten Asahan melalui Fraksi Gerinda mengajak koalisi Lsm dan awak media untuk audiensi bersama Ketua DPRD, Bupati, Kapolres dan Dandim 0208/AS. Taufik Zainal Abidin Siregar S Sos M Si Bupati Asahan akan menyampaikan aspirasi dari keluhan koalisi Lsm dan awak media.
Dan poin-poin penting yang dilontarkan terkait dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa dan Kepala Dinas sudah di catat Bupati Asahan, beliau akan memeriksa seluruh pengaduan secara lisan , tulisan dan pemberitaan dari Pengurus DPP LSM GEMMAKO ASAHAN SUMUT RI. (Red/Tim).
