Kolaborasi Aparat dan Masyarakat Sukses Redam Balap Liar di Puncu Kediri

oleh -304 Dilihat
oleh
Kolaborasi Aparat dan Masyarakat Sukses Redam Balap Liar di Puncu Kediri

KEDIRI, Jawa Timur — Warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mulai bisa bernapas lega. Lokasi yang sebelumnya dikenal sebagai titik rawan balap liar kini dilaporkan berangsur kondusif setelah adanya peningkatan pengawasan dan keterlibatan aktif masyarakat bersama aparat.

Dalam beberapa bulan terakhir, kawasan tersebut sempat menjadi sorotan karena kerap dipadati remaja yang melakukan aksi balap liar pada sore hari. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas tersebut juga menimbulkan keresahan warga akibat kebisingan dan tingginya risiko kecelakaan.

Namun kondisi kini berubah signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kerumunan kendaraan yang dulu rutin memadati jalur tersebut sudah jauh berkurang. Area yang sebelumnya menjadi titik kumpul para pemuda untuk adu kecepatan kini tampak lebih lengang, sementara arus lalu lintas relatif lebih tertib.

Sejumlah warga mengapresiasi langkah aparat penegak hukum dari Polsek Puncu, Kepolisian Resor Kediri, dan unsur terkait yang dinilai lebih responsif. Patroli yang lebih intens serta pendekatan persuasif kepada para remaja disebut menjadi faktor penting meredanya balap liar di wilayah tersebut.

“Sekarang sudah jauh lebih tenang. Dulu hampir setiap sore bising sekali. Terima kasih Bapak Kapolsek Puncu yang telah merespons keluh kesah warga Desa Satak. Yang sebelumnya was-was dengan aksi pemuda balap liar, sekarang sudah adem ayem dan kondusif,” ujar salah satu warga.

Upaya penertiban disebut tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga pencegahan melalui imbauan kepada orang tua serta komunitas pemuda. Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif menekan potensi pelanggaran berulang sekaligus membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.

Meski demikian, masyarakat berharap kondisi kondusif ini dapat terus dijaga secara konsisten. Warga meminta patroli rutin tetap dilakukan agar lokasi tersebut tidak kembali menjadi arena balap liar.

Pemerhati keamanan lingkungan menilai perubahan di Desa Satak dapat menjadi contoh penanganan gangguan ketertiban berbasis kolaborasi. Konsistensi pengawasan aparat bersama partisipasi aktif warga disebut menjadi kunci utama agar situasi tetap terkendali dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *