Koramil Kraksaan Berperan Aktif dalam Verifikasi Signal Peningkatan Kasus Zoonosis dan Deteksi Dini Filariasis di Probolinggo

oleh -309 Dilihat
oleh

**Probolinggo** – Kodim 0820/Probolinggo melalui Koramil jajaran berpartisipasi dalam kegiatan verifikasi signal peningkatan kasus zoonosis dan deteksi dini pemeriksaan Filariasis yang dilaksanakan di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Rabu (16/10). Kegiatan ini merupakan upaya penting dalam mendeteksi dan mencegah penyakit zoonosis yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Danramil 0820/12 Kraksaan, Kapten Inf Asto Kuswantoro Adjie, menjelaskan tentang zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya. Penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme parasit, termasuk bakteri, virus, jamur, serta parasit seperti protozoa dan cacing. Penularan zoonosis dapat terjadi melalui tiga cara: kontak langsung, tidak langsung, dan konsumsi produk hewan yang terinfeksi.

 

“Penularan melalui kontak langsung bisa terjadi melalui interaksi dengan hewan terinfeksi, misalnya digigit, terpapar air liur, kotoran, atau cairan dari hewan tersebut,” kata Kapten Asto. Ia juga menjelaskan bahwa penularan tidak langsung dapat terjadi melalui perantara, seperti serangga vektor, air, dan tanah. Selain itu, konsumsi produk hewan terinfeksi yang masih mengandung bibit penyakit juga berisiko menularkan zoonosis.

 

Kapten Asto menambahkan, Filariasis, atau lebih dikenal sebagai penyakit kaki gajah, merupakan salah satu penyakit zoonosis yang banyak ditemukan di daerah tropis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi sekelompok cacing parasit dari superfamilia Filarioidea, yang dapat mengakibatkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu.

 

“Sebagai aparat kewilayahan, kehadiran kami di sini adalah bagian dari tugas pokok dalam membina desa. Kami berkomitmen untuk melakukan pengamanan wilayah binaan dan melaksanakan komunikasi sosial untuk mencapai tujuan pembinaan teritorial,” ungkap Kapten Asto. Ia menegaskan pentingnya proaktif dalam pengamanan dan pengawalan setiap kegiatan, baik yang bersifat pemerintahan, keagamaan, kesehatan, maupun sosial budaya.

 

Sementara itu, Trisharini dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dalam kelancaran kegiatan tersebut. “Kami sangat menghargai dukungan dari aparat TNI-Polri dan pihak lainnya yang telah memberikan rasa aman dan nyaman selama kegiatan berlangsung,” pungkasnya.

 

Kegiatan ini menunjukkan sinergi antara instansi pemerintah dan aparat keamanan dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran penyakit zoonosis. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan penanganan zoonosis dan penyakit menular lainnya dapat dilakukan secara efektif dan efisien. (Edi D/Pen 0820)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *