Pencarian Tiga Hari di Deli Serdang Berakhir dengan Ditemukannya Dua Remaja

oleh -887 Dilihat
oleh
Pencarian Tiga Hari di Deli Serdang Berakhir dengan Ditemukannya Dua Remaja

Kabupaten Deli Serdang | Tim SAR gabungan menemukan dua remaja perempuan yang terseret arus Sungai Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Penemuan tersebut terjadi pada hari ketiga operasi pencarian. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai.

Korban pertama, AF, berusia 17 tahun, ditemukan sekitar pukul 03.30 WIB. Lokasi penemuannya berada di aliran sungai, sekitar satu kilometer dari titik awal kejadian. Setelah ditemukan, jenazah AF dievakuasi oleh tim SAR gabungan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Beberapa jam kemudian, korban kedua, FE, berusia 15 tahun, ditemukan pada pukul 05.55 WIB. FE ditemukan mengapung di tepi sungai, sekitar tujuh kilometer ke arah utara timur laut dari lokasi awal. Tim melakukan evakuasi terhadap jenazahnya sebelum menyerahkannya kepada keluarga.

Penemuan kedua remaja tersebut mengakhiri pencarian yang berlangsung selama tiga hari. Perbedaan jarak lokasi penemuan menunjukkan bahwa pencarian mencakup area yang cukup luas di sepanjang sungai. Tim SAR gabungan menelusuri aliran sungai untuk menemukan korban setelah keduanya terseret arus.

Setelah masing-masing korban ditemukan, proses evakuasi dilakukan agar jenazah dapat dibawa dan diserahkan kepada keluarga. Dengan ditemukannya AF dan FE, seluruh korban dalam peristiwa tersebut telah ditemukan. Informasi yang disampaikan mengenai penemuan ini mencakup waktu dan lokasi masing-masing korban serta kondisi mereka saat ditemukan.

AF ditemukan lebih dahulu pada dini hari, sementara FE ditemukan menjelang pagi. Keduanya ditemukan pada hari yang sama, Sabtu, 24 Oktober 2026, dalam rangkaian pencarian hari ketiga. Temuan tersebut menandai berakhirnya upaya pencarian di Sungai Tadukan Raga dan memungkinkan keluarga menerima jenazah kedua remaja untuk penanganan selanjutnya.

Peristiwa yang mengawali pencarian terhadap AF dan FE terjadi pada Kamis, 22 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, kedua remaja tersebut sedang mandi di sungai bersama empat orang rekan. Mereka berada di sungai dalam kegiatan bersama itu sebelum kejadian terseret arus berlangsung. Berdasarkan kronologi yang diketahui, situasi berubah ketika AF dan FE mencoba menyeberangi sungai bersama seorang teman. Pada saat mereka berada di sungai untuk menyeberang, arus mendadak deras. Perubahan kondisi arus tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian kejadian yang kemudian membuat dua remaja itu terseret.

Ketiganya berupaya menyeberangi sungai, tetapi hasilnya berbeda. Teman yang ikut menyeberang bersama AF dan FE berhasil mencapai tepian. Sementara itu, AF dan FE tidak sampai ke tepian bersama teman mereka karena keduanya terseret arus. Dengan demikian, kronologi yang disampaikan mencatat tiga orang mencoba menyeberang, satu orang berhasil tiba di tepi sungai, sedangkan dua lainnya terbawa arus. Informasi mengenai kejadian ini menjelaskan urutan tersebut tanpa merinci faktor yang menyebabkan arus mendadak deras. Tidak ada pula keterangan tambahan dalam kronologi ini mengenai kondisi para remaja setelah terseret.

Rangkaian peristiwa itu bermula pada waktu yang telah disebutkan, ketika AF dan FE mandi di sungai bersama empat rekan, kemudian berlanjut saat keduanya mencoba menyeberang dengan seorang teman. Setelah arus mendadak deras, teman mereka dapat mencapai tepian, sedangkan AF dan FE terseret. Kronologi ini menjadi dasar untuk memahami awal kejadian sebelum pencarian berlangsung. Rincian yang dapat dipastikan pada tahap tersebut terbatas pada waktu, kegiatan para remaja, upaya menyeberangi sungai, perubahan arus secara mendadak, serta perbedaan nasib ketiga orang yang menyeberang. Penyebab derasnya arus maupun keadaan AF dan FE setelah terseret tidak dijelaskan dalam informasi yang tersedia, sehingga tidak dapat dipastikan lebih lanjut.

Pada malam kejadian, warga setempat sempat berupaya mencari kedua remaja secara mandiri di sekitar lokasi mereka terakhir terlihat. Pencarian dilakukan dengan menyusuri area yang dapat dijangkau, termasuk bagian sekitar aliran sungai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Setelah pencarian mandiri tidak menemukan petunjuk yang cukup, warga melaporkan peristiwa itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan agar penanganan dapat dilakukan secara terkoordinasi.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan membagi upaya ke jalur perairan dan daratan. Di sungai, petugas menggunakan perahu karet untuk menyisir aliran serta memeriksa area yang dinilai perlu ditelusuri. Pada saat yang sama, personel melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran, dengan memperhatikan kondisi medan dan kemungkinan adanya petunjuk di sekitar lokasi. Pencarian dilanjutkan secara terkoordinasi dari hari ke hari, didukung peralatan SAR dan keterlibatan unsur gabungan.

Petunjuk penting muncul pada Sabtu dini hari, ketika seorang penambang pasir setempat menyampaikan bahwa ia melihat jasad di sekitar aliran sungai. Informasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk bergerak menuju titik yang dilaporkan, melakukan pemeriksaan, dan mengevakuasi kedua korban. Penemuan itu mengakhiri pencarian yang berlangsung hingga hari ketiga. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa pencarian dilakukan melalui berbagai metode dengan dukungan peralatan SAR. Menurutnya, upaya terkoordinasi di jalur sungai maupun darat terus dilaksanakan sampai kedua korban ditemukan. Keterangan itu menggambarkan bagaimana laporan warga, informasi dari penambang pasir, serta penyisiran oleh tim gabungan saling mendukung dalam proses pencarian. Setelah lokasi penemuan diketahui, petugas menjalankan evakuasi sesuai prosedur dan menyampaikan perkembangan kepada pihak terkait. Dengan demikian, petunjuk lapangan pada hari ketiga membantu mengarahkan operasi ke titik yang tepat setelah pencarian sebelumnya belum menghasilkan temuan.

Usai pencarian selama tiga hari di Deli Serdang berakhir dengan ditemukannya dua remaja, Hery Marantika menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak di sekitar sungai. Perhatian tersebut terutama ditujukan kepada orang tua, yang diharapkan mengawasi anak ketika berada atau bermain di kawasan bantaran sungai. Lingkungan sungai dapat berubah dan memiliki kondisi yang tidak selalu mudah diperkirakan, sehingga keberadaan anak di dekatnya perlu mendapat perhatian lebih. Hery menekankan bahwa pengawasan perlu dilakukan secara sungguh-sungguh agar aktivitas anak di sekitar bantaran tidak luput dari perhatian keluarga maupun masyarakat.

Imbauan itu juga mencakup pentingnya memperhatikan keadaan sungai sebelum melakukan aktivitas yang berkaitan dengan aliran air. Masyarakat diminta mencermati kondisi arus dan kedalaman sungai, karena kedua hal tersebut dapat berpengaruh terhadap keamanan seseorang yang berada di dekat atau hendak melintasi sungai. Kondisi yang terlihat dari tepi belum tentu menunjukkan keseluruhan keadaan di bagian yang akan diseberangi. Karena itu, arus dan kedalaman perlu menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan untuk menyeberang, terutama ketika situasi sungai tidak mendukung.

Hery mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri menyeberangi sungai apabila keadaan tidak aman. Keputusan untuk tetap melintas di tengah kondisi yang berisiko dapat menempatkan diri dalam bahaya, sehingga keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama. Pesan tersebut berlaku bagi siapa pun yang beraktivitas di sekitar sungai, dan sejalan dengan imbauan agar orang tua menjaga serta mengawasi anak-anaknya di bantaran. Dengan memperhatikan arus dan kedalaman, serta tidak memaksakan penyeberangan saat situasi tidak aman, masyarakat diharapkan lebih terhadap kondisi sungai. Hery mengajak warga untuk menjadikan perhatian terhadap anak dan keadaan sungai sebagai bagian dari kehati-hatian ketika berada di kawasan tersebut.

Baca juga: Pencarian Korban Kapal Tenggelam KM Virgo 8 Terus Berlanjut | Pencurian Motor di Cipayung Berakhir Amuk Massa