Kota Malang | Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang, Kota Malang, memasuki hari kelima pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kondisi di lokasi menunjukkan kobaran api mulai berkurang dibandingkan saat kebakaran masih meluas. Meski demikian, keadaan tersebut belum menandakan bahwa penanganan telah selesai. Petugas masih menghadapi bara yang tersimpan di bagian dalam tumpukan sampah, sehingga api berpotensi tetap menyala meskipun tidak seluruhnya tampak dari permukaan.
Karakter tumpukan sampah membuat proses pemadaman tidak cukup dilakukan dengan mengatasi api yang terlihat. Bara di lapisan dalam masih perlu ditangani agar tidak terus bertahan atau kembali memunculkan titik api. Karena itu, berkurangnya kobaran merupakan perkembangan dalam penanganan, tetapi belum dapat dipandang sebagai tanda bahwa seluruh area telah aman. Pemadaman masih berlangsung selama sumber panas yang tersembunyi di tumpukan sampah belum sepenuhnya ditangani.
Situasi tersebut menjadikan penanganan kebakaran TPA Supit Urang tetap bergantung pada pemantauan kondisi di lokasi dan upaya menjangkau bagian tumpukan yang menyimpan bara. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa kebakaran telah memasuki hari kelima dan kobaran mulai berkurang, sementara bara masih tertinggal di dalam sampah. Sumber informasi tidak menjelaskan penyebab kebakaran. Oleh sebab itu, pemicu kejadian tidak dapat dipastikan dan tidak perlu dikaitkan dengan dugaan tertentu. Fokus pada perkembangan pemadaman membantu menggambarkan keadaan secara proporsional: api terlihat menurun, tetapi pekerjaan petugas belum tuntas karena bara masih harus dipadamkan dan kondisi area perlu terus diperhatikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan helikopter dengan metode water bombing untuk mendukung penanganan kebakaran di TPA Supit Urang. Penggunaan armada udara ditujukan untuk mempercepat pemadaman, terutama pada area yang sulit dijangkau dari permukaan, sekaligus membantu menekan risiko bagi petugas dan relawan yang bekerja di lokasi. Pada hari kelima kebakaran, upaya pemadaman masih menghadapi tantangan karena sumber panas belum sepenuhnya dapat dijangkau melalui penanganan darat. Dukungan dari udara menjadi bagian dari langkah penanganan, bukan pengganti kerja petugas di lapangan. Air yang dijatuhkan dari helikopter diharapkan membantu membasahi titik-titik kebakaran dan mengurangi kemungkinan bara kembali menyala.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa helikopter telah melakukan 30 sorti pemadaman udara pada Minggu. Jumlah tersebut menunjukkan intensitas dukungan udara dalam upaya memadamkan kebakaran yang terus berlangsung. Operasi water bombing dilakukan untuk menjangkau bagian area yang memerlukan penanganan dari atas, sementara petugas dan relawan tetap menghadapi kondisi di permukaan. Menurut Khofifah, pengerahan helikopter diperlukan karena bara api masih berada di bawah tumpukan sampah. Dengan kondisi tersebut, api tidak selalu terlihat dari permukaan, sehingga pemadaman memerlukan upaya berulang dan pengamatan terhadap titik-titik yang masih menyimpan panas.
Selain mempercepat penanganan, penggunaan helikopter juga berkaitan dengan keselamatan orang-orang yang berada di lokasi. Tumpukan sampah yang terbakar berpotensi ambles, sehingga pergerakan petugas dan relawan di atas atau dekat area tersebut dapat membawa risiko. Operasi udara membantu mengurangi kebutuhan untuk mendekati sejumlah titik berbahaya, meskipun penanganan tetap membutuhkan koordinasi dengan tim di lapangan. Khofifah juga menyebut bahwa pengerahan armada udara bukan perkara mudah. Sejumlah daerah lain turut memerlukan fasilitas serupa, sehingga ketersediaan helikopter harus mempertimbangkan kebutuhan berbagai wilayah. Pemerintah provinsi tetap mengupayakan dukungan udara untuk membantu proses pemadaman dan membatasi paparan bahaya bagi personel yang bertugas.
Rencana melanjutkan operasi pemadaman melalui water bombing di kawasan TPA Supit Urang disiapkan untuk Senin, 26 Oktober 2026, dengan catatan kondisi cuaca memungkinkan. Pada tahap berikutnya, penyiraman dari udara diharapkan dapat kembali membantu penanganan titik api yang masih memerlukan perhatian. Namun, jadwal tersebut belum dapat dipastikan sebagai operasi yang pasti berlangsung. Keputusan untuk menerbangkan pesawat dan melakukan penjatuhan air tetap mempertimbangkan perkembangan cuaca pada hari pelaksanaan. Faktor cuaca menjadi penentu penting karena kegiatan udara memerlukan kondisi yang mendukung keselamatan dan efektivitas. Karena itu, rencana Senin perlu dipahami sebagai kemungkinan kelanjutan, bukan kepastian bahwa armada akan kembali beroperasi. Pihak terkait akan menilai situasi sebelum pelaksanaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkoordinasi dengan Lanud Abdulrachman Saleh mengenai izin penerbangan untuk rencana tersebut. Koordinasi ini diperlukan agar aspek perizinan penerbangan dan kesiapan pelaksanaan dapat dibahas sebelum operasi udara dilakukan. Rencana water bombing tidak hanya bergantung pada kebutuhan penanganan kebakaran, tetapi juga pada terpenuhinya persyaratan dan kondisi yang memungkinkan pesawat beroperasi. Dengan komunikasi bersama pihak pangkalan udara, pemerintah daerah dapat menyelaraskan rencana dengan ketentuan penerbangan yang berlaku. Meski demikian, koordinasi mengenai izin tidak dengan sendirinya memastikan operasi akan dilaksanakan pada Senin. Keputusan tetap menunggu penilaian kondisi cuaca dan kesiapan terkait pada saat itu.
Apabila cuaca mendukung dan persiapan penerbangan dapat dipenuhi, water bombing berpeluang dilanjutkan sebagai bagian dari upaya pemadaman di Supit Urang. Sebaliknya, bila kondisi tidak memungkinkan, pelaksanaan dapat ditunda atau tidak dilakukan pada hari tersebut. Penyesuaian semacam ini penting agar operasi tidak dipaksakan ketika situasi berisiko bagi penerbangan maupun pelaksanaan penjatuhan air. Informasi mengenai kelanjutan kegiatan udara karenanya perlu merujuk pada keputusan setelah evaluasi cuaca dan koordinasi penerbangan. Untuk saat ini, rencana Senin masih bersifat kondisional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Lanud Abdulrachman Saleh tetap berkoordinasi, sementara kemungkinan pelaksanaan menunggu keadaan cuaca yang sesuai.
Penjabat (Pj) Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa upaya pemadaman kebakaran di TPA Supit Urang terbantu oleh sinergi operasi udara dan operasi modifikasi cuaca. Kedua langkah tersebut dijalankan untuk mengendalikan api dari berbagai sisi, sekaligus mengurangi risiko bara kembali menyala di area yang sulit dijangkau. Operasi udara dilakukan dengan dukungan helikopter yang menjatuhkan air ke titik-titik kebakaran. Hingga hari kelima penanganan, pemadaman dari udara telah mencapai 30 sorti. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melaksanakan modifikasi cuaca untuk memicu turunnya hujan di wilayah sekitar lokasi. Menurut Wahyu, kombinasi penanganan tersebut mendukung kerja petugas di lapangan, meskipun kondisi tumpukan sampah dan luasnya area terdampak membuat proses pemadaman perlu dilakukan secara bertahap.
Hujan deras yang turun sejak sore hingga malam sebelumnya turut membantu mempercepat pemadaman. Curah hujan membasahi sejumlah bagian timbunan sampah dan membantu menurunkan panas di area kebakaran. Namun, hujan tidak serta-merta menghilangkan seluruh sumber api. Bara dapat tersimpan di bagian dalam tumpukan, kemudian berpotensi muncul kembali ketika lapisan sampah di sekitarnya masih panas atau mendapat pasokan udara. Karena itu, setelah kondisi cuaca membantu meredakan api di permukaan, petugas tetap perlu menelusuri titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Penanganan dilanjutkan dengan mengerahkan personel dan peralatan darat untuk memastikan area yang telah terkena air tidak kembali menyala. Kerja lanjutan ini menjadi bagian penting agar pengendalian api tidak hanya terlihat pada permukaan, tetapi juga menjangkau bagian timbunan yang menyimpan bara.
Tim darat melakukan injeksi air ke dalam tumpukan sampah untuk mendinginkan bagian yang masih panas. Petugas juga membongkar dan mengurai timbunan, sehingga bara tersembunyi dapat ditemukan dan dipadamkan secara langsung. Langkah tersebut membutuhkan kehati-hatian karena pembongkaran dapat membuka titik panas baru, sementara akses alat berat dan petugas harus disesuaikan dengan kondisi lahan. Pemantauan dilakukan berulang, terutama pada bagian yang masih berasap atau menunjukkan kenaikan suhu.
Baca juga: Relawan Pemadam Kebakaran Jakarta Hadapi Ancaman Kebakaran Akibat Musim Kemarau | Dampak Positif Pemadaman Listrik Sebagai Peringatan Hari Ozon | Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta untuk Hari Ozon Sedunia
