Polri dan Gekrafs Sepakati Kerja Sama untuk Dukung Ekonomi Kreatif

oleh -782 Dilihat
oleh
Polri dan Gekrafs Sepakati Kerja Sama untuk Dukung Ekonomi Kreatif

Jakarta | Polri dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Kesepakatan ini menjadi salah satu agenda strategis dalam puncak peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. Penandatanganan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Sampoerna Strategic Building, Jakarta. Momen tersebut menandai komitmen kedua pihak untuk mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia melalui kolaborasi yang melibatkan unsur pemerintah dan komunitas pelaku ekonomi kreatif.

Puncak Hekrafnas tahun ini mengusung semangat rekacipta, kolaborasi, dan penguatan ekosistem ekonomi kreatif nasional. Dalam konteks tersebut, MoU Polri dan Gekrafs hadir sebagai langkah yang mempertemukan institusi kepolisian dengan organisasi yang bergerak dalam pengembangan ekonomi kreatif. Penandatanganan kesepakatan di tengah agenda peringatan menunjukkan bahwa penguatan industri kreatif dipandang sebagai upaya bersama yang membutuhkan kerja sama lintas pihak. Acara ini juga menjadi ruang untuk menegaskan pentingnya sinergi dalam mendukung potensi kreatif di berbagai bidang.

Tujuan utama kerja sama tersebut adalah mendukung perkembangan industri kreatif Indonesia. Melalui nota kesepahaman, Polri dan Gekrafs menetapkan landasan untuk membangun kolaborasi yang relevan dengan kebutuhan ekosistem kreatif nasional. Dukungan terhadap industri ini penting karena para pelaku kreatif memerlukan lingkungan yang memungkinkan gagasan, karya, dan inovasi berkembang. Kesepakatan tersebut sekaligus memperluas ruang komunikasi kedua pihak, sehingga agenda pengembangan sektor kreatif dapat dibicarakan dalam kerangka kemitraan. Penandatanganan MoU di Hekrafnas 2026 menegaskan posisi kolaborasi sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif. Dengan semangat rekacipta dan kerja bersama, kemitraan ini diharapkan memberi dukungan bagi perkembangan sektor tersebut secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Karena itu, MoU ini menjadi penanda penting bahwa dukungan terhadap ekonomi kreatif dapat melibatkan berbagai unsur, termasuk Polri dan Gekrafs, dalam satu tujuan bersama untuk mendorong potensi kreatif Indonesia agar berkembang lebih luas dan memberi manfaat bagi industri kreatif tanah air.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi kepada para pelaku ekonomi kreatif yang terus menghadirkan gagasan, karya, dan solusi baru bagi masyarakat. Peran mereka dinilai penting dalam mendorong kemajuan bangsa, bukan hanya melalui penciptaan produk dan layanan, tetapi juga lewat kemampuan membangun nilai tambah dari kreativitas. Kontribusi tersebut memperkuat kegiatan ekonomi sekaligus memperkaya identitas Indonesia di tengah perubahan dan persaingan yang semakin luas.

Ia menegaskan bahwa Polri berkomitmen mendukung serta menjaga perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Dukungan itu dipandang perlu agar para kreator, pekerja seni, pelaku usaha, dan komunitas dapat berkarya dalam lingkungan yang aman dan kondusif. Polri juga menyatakan kesiapan untuk mengambil peran melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang yang memungkinkan kreativitas tumbuh, peluang berkembang, dan manfaat ekonomi dirasakan lebih luas.

Dalam pandangan Kapolri, kreativitas dan inovasi merupakan modal penting bagi Indonesia untuk melangkah menjadi negara yang lebih maju dan berdaya saing. Gagasan baru dapat membuka peluang usaha, mendorong lahirnya lapangan kerja, serta membantu produk lokal menjangkau pasar yang lebih besar. Karena itu, perkembangan sektor kreatif membutuhkan perhatian bersama, termasuk dukungan terhadap ekosistem yang melibatkan pemerintah, aparat, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui pernyataan bahwa “Polri berada di depan untuk menjaga ekonomi kreatif.” Pernyataan ini menggambarkan kesiapan institusi untuk ikut melindungi ruang berkarya dan mendukung iklim yang positif bagi para pelaku kreatif. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, dukungan keamanan dapat berjalan seiring dengan pengembangan potensi dan inovasi. Apresiasi kepada para pelaku kreatif sekaligus menegaskan bahwa kontribusi mereka merupakan bagian penting dari upaya membangun Indonesia yang maju, produktif, dan mampu bersaing.

Ketua Umum DPP Gekrafs sekaligus anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, berpandangan bahwa penguatan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah, pelaku usaha, komunitas, lembaga terkait, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Kolaborasi lintas pihak menjadi penting agar kebijakan, dukungan, serta kebutuhan para pelaku dapat saling terhubung dan mendorong perkembangan sektor secara berkelanjutan.

Menurut Kawendra, Indonesia memiliki potensi kreativitas masyarakat yang besar dan tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut perlu memperoleh ruang untuk tumbuh, didukung ekosistem yang memadai, serta dihubungkan dengan peluang pasar. Dengan keterlibatan banyak pihak, gagasan kreatif dapat berkembang menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai tambah. Pada akhirnya, pertumbuhan kegiatan kreatif diharapkan turut memperkuat perekonomian nasional, membuka kesempatan usaha, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kawendra juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Ia menyoroti bahwa sektor tersebut disebut sebanyak dua kali dalam Asta Cita. Penyebutan itu, menurutnya, mencerminkan perhatian terhadap peran ekonomi kreatif dalam agenda pembangunan nasional. Komitmen tersebut dapat menjadi landasan untuk memperkuat sinergi pemerintah dan para pemangku kepentingan, sekaligus mendorong agar potensi kreatif mendapat perhatian dalam pelaksanaan program pembangunan.

Meski demikian, Kawendra menegaskan bahwa masih ada hal-hal yang perlu diperjuangkan dalam pengembangan sektor ini. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dukungan terhadap ekonomi kreatif perlu diteruskan melalui kerja bersama dan perhatian yang konsisten. Upaya memperluas keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian dari proses untuk memastikan potensi masyarakat tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat berkembang dan memberi kontribusi nyata. Dengan kolaborasi yang kuat, pengembangan ekonomi kreatif dapat berjalan seiring dengan upaya menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

Penandatanganan nota kesepahaman Polri dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menjadi salah satu agenda dalam rangkaian acara puncak Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026. Momentum tersebut menandai upaya kedua pihak membangun kerja sama yang mendukung perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Kehadiran Polri dalam kolaborasi ini diharapkan membuka ruang koordinasi lintas sektor, terutama dalam menciptakan ekosistem yang memberi perlindungan dan kepastian bagi para pelaku kreatif. Kerja sama tersebut juga memperluas rangkaian inisiatif yang dibahas selama peringatan Hekrafnas.

Dalam kegiatan yang sama, Gekrafs menjalin nota kesepahaman dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Pakistan dan Kementerian Hukum Republik Indonesia. Kemitraan dengan KJRI Pakistan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan ekonomi kreatif Indonesia dengan jejaring internasional, sementara kerja sama dengan Kementerian Hukum berkaitan dengan perhatian terhadap aspek hukum di sektor tersebut. Penandatanganan beberapa kesepakatan dalam satu rangkaian acara memperlihatkan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan keterlibatan berbagai lembaga. Sinergi itu dapat mendukung pelaku usaha dan kreator dalam mengembangkan karya serta menjangkau peluang yang lebih luas.

Hekrafnas 2026 juga menjadi kesempatan bagi Gekrafs untuk memperkenalkan maskot organisasi, Krafa Krafi, sekaligus meluncurkan Ekraf Awards. Kedua agenda tersebut melengkapi rangkaian kegiatan dengan pendekatan yang berbeda: maskot menjadi identitas yang merepresentasikan Gekrafs, sedangkan penghargaan dapat menjadi ruang apresiasi bagi kiprah di bidang ekonomi kreatif. Bersama penandatanganan nota kesepahaman, peluncuran ini menegaskan luasnya agenda puncak Hekrafnas, dari penguatan kolaborasi hingga pengenalan identitas dan apresiasi sektor.

Kawendra berharap Polri dan Gekrafs dapat memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan. Kerja bersama itu diharapkan membantu melindungi karya, mengembangkan potensi para pelaku ekonomi kreatif, serta menghadirkan dukungan yang relevan bagi pertumbuhan usaha dan inovasi. Dengan keterlibatan lembaga pemerintah, organisasi, dan mitra lainnya, sektor ekonomi kreatif diharapkan tumbuh sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Menerima Kunjungan Persahatan Duta Besar Maroko untuk Indonesia, Bamsoet Dorong Peningkatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Maroko | Kreativitas dan Ekonomi: Membatik untuk Penyandang Disabilitas di Yogyakarta | Kerja Sama Pertahanan Indonesia-Prancis: Fokus pada Pengadaan Alutsista