Di Jakarta, organisasi Purnawirawan dan Warakawuri Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) mengemukakan posisi yang jelas mengenai tanggung jawab purnawirawan TNI dan Polri dalam konteks pengabdian kepada bangsa. Dalam sebuah konferensi pers, Ketua Umum DPP PEPABRI, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, menegaskan bahwa masa purnatugas seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengakhiri pengabdian seorang prajurit. Sebaliknya, purnawirawan TNI dan Polri diharapkan untuk terus berkontribusi kepada masyarakat dan bangsa, menerapkan nilai-nilai luhur yang telah mereka pelajari saat bertugas.
Jenderal Agum menegaskan bahwa pengalaman selama masa dinas seharusnya dapat diperkuat sebagai kekuatan dalam kehidupan sehari-hari pasca-militer. Hal ini mencakup pengamalan disiplin, integritas, dan dedikasi, yang merupakan unsur kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik. PEPABRI menyadari bahwa purnawirawan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mengingat mereka adalah individu yang telah memiliki pengalaman luas dalam tugas keamanan.
Lebih lanjut, PEPABRI mengajak purnawirawan TNI dan Polri untuk tetap berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Melalui pengabdian ini, diharapkan purnawirawan dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi muda, menunjukkan bagaimana nilai-nilai kepemimpinan dan pengabdian kepada negara seharusnya diterapkan. Upaya kolaborasi purnawirawan dengan masyarakat diharapkan dapat membawa dampak positif dan menginspirasi banyak orang, terutama dalam memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air.
Dengan demikian, PEPABRI tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpulnya purnawirawan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial yang berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam membangun bangsa. Dalam hal ini, setiap individu purnawirawan diharapkan dapat mengambil bagian aktif dan menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat.Peringatan HUT ke-67 PEPABRIPeringatan Hari Ulang Tahun ke-67 Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (PEPABRI) yang akan diselenggarakan pada tanggal 12 September 2026 di Surabaya, adalah sebuah momen penting yang tidak hanya memperingati keberadaan organisasi ini, tetapi juga menggambarkan perjalanan panjang serta pengabdian para purnawirawan TNI dan Polri dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
Agum Gumelar, dalam salah satu pernyataannya, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan kesempatan yang baik untuk mengenang perjuangan dan kontribusi PEPABRI dalam mendukung stabilitas dan keamanan negara. Momen ini diharapkan dapat mengingatkan kita semua akan pentingnya peran purnawirawan dalam mewujudkan cita-cita bangsa yang aman dan sejahtera.
Usia yang sudah mencapai 67 tahun mencerminkan konsistensi dan ketahanan PEPABRI dalam menginisiasi berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat serta negara. Organisasi ini tidak hanya menjadi tempat bernaung bagi para purnawirawan, tetapi juga sebagai wadah untuk bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial dan memberikan kontribusi yang nyata bagi bangsa.
Dengan diadakannya peringatan ini, diharapkan seluruh anggota PEPABRI dan masyarakat luas dapat merasakan kembali semangat juang yang telah dicontohkan oleh para pahlawan kita. Momentum ini juga diharapkan menjadi ajang refleksi bagi semua, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi negara saat ini. PEPABRI akan terus berkomitmen untuk menjalankan perannya dalam menjaga dan memupuk persatuan bangsa, menjawab setiap tantangan yang ada, serta berperan aktif dalam memberikan solusi di tengah dinamika yang ada.
PEPABRI, singkatan dari Penasehat Purna TNI dan Polri, memainkan peran penting dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang mendukung kesejahteraan masyarakat. Upaya ini tidak hanya terbatas pada bantuan materi, tetapi juga mencakup layanan kesehatan bagi warakawuri dan keluarga purnawirawan TNI dan Polri. Dalam menjalankan visi dan misinya, PEPABRI berkomitmen untuk membangun solidaritas di purnawirawan di seluruh Indonesia.
Salah satu inisiatif utama yang diambil oleh PEPABRI adalah penyaluran bantuan sosial. Bantuan ini sering kali ditujukan untuk masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan dukungan, memberikan mereka akses kepada sumber daya yang dapat meringankan beban hidup. PEPABRI juga aktif dalam menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, terutama bagi warakawuri, yang sering kali mengalami kesulitan dalam mendapatkan layanan kesehatan yang layak.
Selain itu, PEPABRI berusaha untuk memperkuat ikatan antar purnawirawan dengan mengadakan berbagai acara sosial, seminar, dan diskusi tentang isu-isu yang relevan. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya meningkatkan rasa kebersamaan, tetapi juga memperluas jaringan dan saling tukar informasi di purnawirawan TNI dan Polri. Dengan pendekatan yang inklusif, PEPABRI menjadi jembatan penghubung purnawirawan dengan masyarakat luas, membantu mengurangi stigma terkait kehidupan purnawirawan setelah masa dinas.
Melalui berbagai kegiatan sosial ini, PEPABRI menunjukkan bahwa meskipun para purnawirawan sudah memasuki fase baru dalam hidup mereka, kontribusi mereka terhadap bangsa dan negara masih tetap berlanjut. Komitmen untuk menjaga persatuan bangsa di purnawirawan, melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial, menjadi salah satu aspek penting dari keberadaan PEPABRI sebagai organisasi.
Pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat sangatlah krusial, terutama dalam konteks kebhinekaan yang menjadi ciri khas Indonesia. Agum menekankan bahwa merawat kebhinekaan tidak hanya merupakan tanggung jawab segelintir pihak, tetapi merupakan tugas bersama seluruh elemen bangsa. Dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang ada, masyarakat diharapkan untuk saling menghargai serta memahami perbedaan demi terciptanya keharmonisan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam menjaga persatuan adalah melalui pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kebangsaan. Agum mendorong generasi muda untuk mempelajari dan mewarisi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Penting bagi generasi penerus untuk menyadari arti dan makna Pancasila sebagai dasar negara yang menjadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara. Dengan memahami nilai-nilai tersebut, diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menyebarluaskannya kepada orang lain.
Agum juga menyarankan agar masyarakat mengadakan berbagai kegiatan yang melibatkan kepentingan bersama, seperti seminar, diskusi, dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan-kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat tali persaudaraan antarwarga dan membangun kesadaran tentang pentingnya merawat persatuan di tengah keberagaman. Dengan terus mendukung satu sama lain dan mengedepankan dialog, masyarakat dapat menjalani kehidupan yang harmonis.
Melalui suma, dalam konteks peran purnawirawan TNI dan Polri, mereka memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam upaya merawat persatuan. Keterlibatan mereka dalam berbagai aktivitas sosial dan edukasi dapat meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya persatuan bangsa. Dengan demikian, harapan untuk menjaga persatuan dapat terwujud, dan generasi mendatang akan dapat meneruskan warisan kebangsaan dengan lebih kuat dan berdaya saing.

