PVMBG Kementerian ESDM Sebut status Gunung Lewotobi Perempuan di Flotim Naik Level Waspada

oleh -1474 Dilihat

Larantuka- RADARNKRI – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM menyebutkan status Gunung Lewotobi Perempuan di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami peningkatan status dari level 1 (Normal) ke level 2 (Waspada).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat PVMBG Kementrian ESDM, Hendra Gunawan, melalui surat himbauan yang ditujukan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur NTT dan Bupati Flores Timur pada Minggu 17 Desember 2023 kemarin.

Berdasarkan hasil evaluasi pengamatan visual dan instrumental PVMBG dijelaskan, dalam periode dari 1 hingga 17 Desember 2023, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi perempuan menunjukan adanya peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan serta tinggi kolom asap tidak teramati.

Ditambahkan, gempa vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal cenderung menunjukan aktivitas pada satu minggu terakhir dan terekam pada stasiun Wolorona yang berjarak 1 Km dari kawah Gunung Lewotobi perempuan, serta munculnya gempa-gempa tornilo yang mengindikasikan adanya pergerakan Fluida.

Untuk itu, warga sekitar kaki gunung kembar Lewotobi dihimbau untuk tetap tenang dan jangan panik serta tidak cepat percaya pada informasi yang tidak benar. Selain itu wisatawan juga tidak bolehkan untuk beraktivitas dengan radius 2 kilo meter dari puncak gunung karena berpotensi terkena gas beracun.

“Karena saat ini status Gunung Lewotobi perempuan berada pada level Waspada, maka masyarakat sekitar dan pengunjung atau wisatawan tidak diperbolehkan mendaki gunung dalam radius 2 km dari kawah/puncak gunung,” Demikian isi surat himbauan tersebut.

Hendra menyebut, PVMBG akan terus melakukan pemantauan dan monitoring aktivitas ketiga gunung api tersebut dan jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas gunung akan segera ditinjau kembali.

“Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi perempuan akan dievaluasi lagi secara berkala. Jika terjadi perubahan aktivitas yang cukup signifikan tingkat aktivitas itu akan dianggap jika hasil evaluasi berikutnya belum dikeluarkan,” tutupnya.***(Ell).