Wonogiri | WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pencarian terhadap seorang petani lanjut usia berinisial K (76), warga Desa Balepanjang, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, berakhir duka. Saat ditemukan, kondisi jenazah telah mengalami pembusukan. Jenazah korban pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang mencari rumput sekitar pukul 08.00 WIB.
Data lain dalam laporan menunjukkan Sebelumnya, keluarga melaporkan kehilangan korban ke Polsek Baturetno pada Rabu (7/10/2026). Awalnya, saksi mengira orang tersebut sedang tidur. Kedua saksi kemudian kembali ke lokasi untuk memastikan kondisi orang tersebut. Berdasarkan kondisi tubuh korban, diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. Peristiwa ini mengakhiri pencarian terhadap K yang sebelumnya dilaporkan hilang selama beberapa hari.
Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Sejak meninggalkan rumah pada Senin, korban tidak kunjung kembali. Keluarga kemudian meminta bantuan kepolisian untuk menindaklanjuti laporan kehilangan tersebut. Penemuan jenazah bermula ketika seorang warga melihat sosok manusia terbaring di area persawahan. Namun, setelah mendekat dan mencium bau tidak sedap, saksi kembali ke rumah untuk memberitahukan temuannya kepada warga lain. Kondisi tersebut memunculkan dugaan awal bahwa korban terperosok atau terjatuh di area persawahan.
Korban yang dilaporkan hilang sejak Senin (5/10/2026) ditemukan meninggal dunia di area persawahan Sikutan, Dusun Ngledok Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno Wonogiri, Jumat (9/10/2026) pagi. Petugas berkoordinasi dengan tim medis Puskesmas Baturetno I, Koramil 05/Baturetno, SAR Baturetno, serta perangkat Desa Balepanjang dalam penanganan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui mengalami kondisi linglung atau pikun. Setelah mengetahui korban telah meninggal dunia, mereka memberitahukan kejadian itu kepada warga sekitar dan melaporkannya ke Polsek Baturetno. Ditemukan di Pematang Sawah dan Saluran Irigasi Menerima laporan tersebut, Kapolsek Baturetno AKP Edi Santoso bersama anggota mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan di lokasi, korban ditemukan dalam posisi terlentang di pematang sawah dan jalur irigasi. Tim medis Puskesmas Baturetno I kemudian melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah. Meski demikian, perkiraan tersebut tidak memastikan waktu maupun penyebab kematian korban. Kepastian penyebab kematian juga tidak dapat ditentukan hanya melalui pemeriksaan luar. Dalam pemeriksaan awal, tim medis tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan yang dilaporkan. Setelah pemeriksaan selesai, jenazah dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan kepada keluarga. Pihak keluarga menerima kepergian korban dan menyatakan tidak meminta dilakukan autopsi. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan keluarga. Adapun penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang tersedia.

