Survei Celios: Kinerja Gibran dalam Dua Tahun Pemerintahan Dinilai Rendah

oleh -21 Dilihat
oleh
Survei Celios: Kinerja Gibran dalam Dua Tahun Pemerintahan Dinilai Rendah

Jakarta | Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memperoleh penilaian di bawah angka lima dalam evaluasi terhadap kinerja pemerintahan selama dua tahun. Penilaian tersebut tercantum dalam riset dan survei yang dilakukan oleh Center of Economic and Law Studies (Celios) bersama KabinetBayangan. Hasil itu menjadi bagian dari pemetaan terhadap kinerja pemerintahan, termasuk penilaian atas peran Wakil Presiden dalam periode dua tahun pemerintahan.

Dalam survei tersebut, skor Gibran berada pada kategori rendah karena nilainya belum mencapai angka lima. Angka penilaian itu menggambarkan hasil evaluasi responden terhadap kinerja yang dinilai selama dua tahun pemerintahan. Celios dan KabinetBayangan menyampaikan hasil riset tersebut sebagai temuan survei, sehingga angka yang muncul merujuk pada penilaian yang dihimpun melalui kegiatan riset dan survei yang mereka lakukan.

Evaluasi ini secara khusus menempatkan kinerja Gibran sebagai salah satu aspek yang diukur dalam penilaian terhadap pemerintahan. Statusnya sebagai Wakil Presiden membuat kinerjanya turut menjadi bagian dari perhatian dalam survei tersebut. Hasil dengan nilai di bawah lima menunjukkan posisi penilaian yang diperoleh Gibran dalam evaluasi itu, tanpa mengubahnya menjadi ukuran lain di luar hasil riset yang disampaikan. Dengan demikian, informasi utama dalam temuan Celios dan KabinetBayangan adalah bahwa kinerja Gibran selama dua tahun pemerintahan mendapatkan skor rendah, yakni di bawah lima, berdasarkan hasil survei yang dilakukan kedua lembaga tersebut.

Berdasarkan keterangan sumber, survei mengenai kinerja Gibran selama dua tahun pemerintahan melibatkan dua kelompok responden. Kelompok pertama terdiri atas para ahli, sedangkan kelompok kedua merupakan masyarakat umum. Pembagian ini menjadi dasar dalam pengumpulan pandangan mengenai pelaksanaan pemerintahan selama periode yang dinilai. Setiap kelompok memberikan penilaian terhadap kinerja Gibran, sehingga hasil survei memuat pandangan dari dua unsur responden yang berbeda.

Kelompok ahli dan masyarakat umum sama-sama diminta menilai kinerja Gibran selama dua tahun pemerintahan. Dengan demikian, survei tidak hanya merekam penilaian dari kalangan yang memiliki keahlian, tetapi juga mencakup pandangan masyarakat secara umum. Kedua kelompok tersebut ditempatkan sebagai sumber penilaian terhadap objek yang sama, yaitu kinerja Gibran dalam menjalankan perannya selama periode pemerintahan tersebut. Hasil dari masing-masing kelompok kemudian menjadi bagian dari gambaran penilaian yang disampaikan melalui survei.

Metode pengumpulan data itu menunjukkan adanya upaya untuk menghadirkan lebih dari satu sudut pandang. Penilaian kelompok ahli dapat dibaca bersama dengan penilaian masyarakat umum, tanpa mengabaikan perbedaan perspektif yang mungkin muncul di keduanya. Sumber keterangan tidak merinci jumlah responden, latar belakang peserta, teknik pengambilan sampel, maupun aspek teknis lainnya. Karena itu, informasi yang dapat ditegaskan adalah bahwa survei menggunakan dua kelompok responden, dan keduanya memberikan evaluasi terhadap kinerja Gibran selama dua tahun pemerintahan. Susunan tersebut menjadi landasan bagi penyajian hasil survei mengenai rendahnya penilaian terhadap kinerja tersebut.

Hasil survei Celios menunjukkan adanya perbedaan cukup lebar penilaian kelompok ahli dan masyarakat umum terhadap kinerja Gibran dalam dua tahun pemerintahan. Kelompok ahli memberikan skor rata-rata 2,2 dari 10. Angka tersebut menempatkan penilaian para ahli pada tingkat rendah dan mencerminkan adanya evaluasi kritis terhadap pelaksanaan peran serta kontribusinya selama periode pemerintahan yang dikaji.

Sementara itu, masyarakat umum memberikan nilai yang lebih tinggi, yakni 4,9 dari 10. Meski berada di atas penilaian kelompok ahli, skor tersebut tetap belum menunjukkan persepsi yang kuat atau sangat positif. Perbedaan ini memperlihatkan bahwa kedua kelompok memiliki sudut pandang yang tidak sepenuhnya sama dalam menilai kinerja Gibran. Namun, keduanya sama-sama memberikan skor di bawah lima, sehingga hasil survei secara keseluruhan menggambarkan penilaian yang cenderung rendah.

Perbedaan skor perlu dibaca secara tepat agar hasil riset tidak menimbulkan kekeliruan. Nilai 2,2 dari 10 merupakan penilaian kelompok ahli, bukan angka yang diberikan masyarakat umum. Sebaliknya, skor 4,9 dari 10 adalah penilaian masyarakat umum, bukan hasil evaluasi para ahli. Pemisahan ini penting karena kedua kelompok responden memiliki pengalaman, pengetahuan, dan dasar penilaian yang dapat berbeda.

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira menyampaikan hasil tersebut saat pemaparan riset secara daring pada Minggu, 11 Oktober 2026. Penyampaian hasil oleh Celios menjadi dasar untuk melihat bagaimana kinerja Gibran dipersepsikan oleh dua kelompok responden dengan karakteristik berbeda. Dengan demikian, angka survei tidak hanya menunjukkan tingkat penilaian, tetapi juga memperlihatkan adanya kesenjangan persepsi kelompok ahli dan publik secara umum.

Selain menyampaikan penilaian terhadap kinerja Gibran Rakabuming Raka, Bhima Yudhistira juga memaparkan evaluasi kelompok ahli terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Penilaian tersebut menghasilkan skor 2,8 dari 10. Angka ini merupakan penilaian tersendiri terhadap Prabowo sebagai kepala pemerintahan dan tidak berkaitan dengan skor yang diberikan kepada Gibran sebagai wakil presiden.

Pemisahan kedua penilaian itu penting agar pembaca tidak keliru memahami hasil survei Celios. Skor untuk Gibran menggambarkan pandangan kelompok ahli mengenai pelaksanaan peran dan kinerjanya selama dua tahun pemerintahan. Sementara itu, skor 2,8 dari 10 ditujukan kepada Prabowo, yang memegang tanggung jawab utama dalam menetapkan arah kebijakan serta mengoordinasikan jalannya pemerintahan.

Menurut penjelasan Bhima, evaluasi tersebut menunjukkan bahwa kinerja Prabowo selama periode pemerintahan yang dinilai belum memperoleh apresiasi tinggi dari kelompok ahli. Pemberian skor dilakukan sebagai bagian dari penilaian terhadap capaian pemerintahan, bukan sebagai pengukuran terhadap kinerja wakil presiden. Karena itu, kedua angka tersebut perlu dibaca berdasarkan posisi, kewenangan, dan tanggung jawab masing-masing pejabat.

Penilaian rendah terhadap Prabowo juga memberikan gambaran mengenai persepsi para ahli terhadap pelaksanaan pemerintahan secara lebih luas. Namun, skor itu tidak secara otomatis menjelaskan seluruh aspek kinerja Gibran ataupun menjadi pengganti penilaian khusus terhadap wakil presiden. Dalam laporan tersebut, evaluasi terhadap Prabowo dan Gibran disajikan sebagai dua penilaian yang berbeda, sehingga pembaca dapat memahami hasilnya secara proporsional dan tidak mencampurkan tanggung jawab presiden dengan peran wakil presiden.