*Barabai, 17 Oktober 2024* – Komando Distrik Militer (Kodim) 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar upacara pengibaran Bendera Merah Putih di lapangan apel Makodim 1002/HST, Barabai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Upacara tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-79 TNI yang menjadi momentum penting bagi TNI untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan stabilitas negara, terutama menjelang suksesi kepemimpinan nasional dan Pilkada Serentak.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Kodim 1002/HST Letkol Inf Fery Perbawa, S.Hub.Int., M.Han, dengan Komandan Upacara Danramil 1002-05/Pandawan Lettu Inf M. Fadillah. Upacara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat Kodim lainnya, termasuk Pelda Didi Masyhudi sebagai Perwira Upacara, serta Serma Dian Pramono yang bertugas membacakan UUD 1945, dan PNS Adam Malik yang membacakan Panca Korp Pegawai Negeri Sipil.
Dalam amanat yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, Panglima TNI menyampaikan pesan penting terkait peran strategis TNI dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak. Panglima TNI menekankan bahwa netralitas TNI harus dijaga dengan ketat, di mana setiap prajurit diinstruksikan untuk tidak terlibat dalam politik praktis dan tetap fokus pada tugas utama, yaitu menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Indonesia.
**Peningkatan Kewaspadaan dan Sinergitas**
Panglima TNI juga mengingatkan seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman, baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, TNI diminta untuk memperkuat sinergitas dengan Polri dan komponen masyarakat lainnya guna menciptakan stabilitas nasional yang kokoh. Hal ini, menurut Panglima, sangat penting mengingat potensi kerawanan yang dapat timbul menjelang Pilkada dan pergantian kepemimpinan nasional.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, Panglima TNI juga menginstruksikan seluruh komando teritorial di wilayah Indonesia untuk melakukan pemetaan potensi kerawanan di masing-masing daerah. Rencana kontijensi juga harus disusun secara matang untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk bencana alam yang dapat mengganggu jalannya proses demokrasi.
**Penekanan Panglima TNI untuk Prajurit dan PNS TNI**
Di akhir amanatnya, Panglima TNI menyampaikan beberapa penekanan yang harus dipedomani oleh seluruh prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) TNI dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Beberapa poin penting tersebut antara lain:
1. **Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan**
Setiap prajurit diinstruksikan untuk selalu meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.
2. **Memperkuat Soliditas dan Jiwa Korsa**
Prajurit TNI harus menjaga soliditas dan kekompakan dengan meningkatkan jiwa korsa serta kepedulian antar sesama prajurit.
3. **Deteksi Dini dan Cegah Dini**
Kemampuan deteksi dini dan cegah dini terhadap setiap potensi kerawanan dan ancaman harus terus ditingkatkan guna menjamin terciptanya stabilitas nasional yang kondusif.
4. **Memperkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat**
Panglima TNI menegaskan bahwa kemanunggalan antara TNI dan rakyat adalah kekuatan utama dalam pertahanan nasional. Oleh karena itu, hubungan yang erat dan harmonis antara TNI dan masyarakat harus terus diperkuat dalam menghadapi berbagai ancaman.
Upacara ini diakhiri dengan semangat yang tinggi dari seluruh peserta, mencerminkan komitmen TNI dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara, terutama dalam menghadapi tantangan suksesi kepemimpinan nasional dan Pilkada Serentak mendatang. Kodim 1002/HST beserta seluruh satuan di bawah naungannya siap mengawal proses tersebut dengan menjunjung tinggi netralitas dan profesionalisme.
*(Pen1002hst)*
