Tragis! Dua Orang Tewas Akibat Ledakan Mortir Diduga Berasal dari Area Latihan Cipatat

oleh -37 Dilihat
oleh
Tragis! Dua Orang Tewas Akibat Ledakan Mortir Diduga Berasal dari Area Latihan Cipatat

Bandung | Dua warga dilaporkan meninggal dunia, sementara seorang lainnya mengalami luka berat akibat ledakan yang diduga berasal dari peluru mortir kaliber 81 di Kampung Ciparang, RT 004/RW 007, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu, 8 Juli 2026, sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di area samping rumah salah seorang korban dan langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Korban meninggal diketahui berinisial Ade (21), seorang buruh, serta Suhri (51), yang juga bekerja sebagai buruh. Sementara itu, Rodiana (40), buruh, mengalami luka berat dan setelah mendapat penanganan awal di Puskesmas DTP Rajamandala, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk mendapatkan perawatan intensif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, ledakan pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara dentuman keras dari arah tempat kejadian. Tidak lama kemudian, seorang warga bernama Narya mendatangi Rodiana dan warga lainnya untuk memberitahukan adanya korban akibat ledakan di sekitar rumah tersebut.

Saat warga tiba di lokasi, ketiga korban ditemukan tergeletak dengan kondisi luka parah di samping rumah. Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan dan melakukan evakuasi secepat mungkin. Satu korban yang masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan segera dibawa ke fasilitas kesehatan, sedangkan dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dugaan sementara menyebutkan bahwa benda yang meledak merupakan peluru mortir kaliber 81 Komando yang diduga diperoleh korban dari kawasan lokasi latihan menembak milik Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat. Dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh aparat berwenang untuk memastikan asal-usul maupun penyebab pasti ledakan.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna membantu proses penyelidikan. Mereka di antaranya Dadang Surender (43), Suryana (40) selaku Ketua RW setempat, serta Narya (71), warga yang pertama kali memberitahukan kejadian kepada warga lainnya setelah mendengar adanya ledakan.

Hingga Rabu sore, aparat kepolisian bersama pihak terkait masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau membawa benda-benda yang diduga merupakan sisa amunisi maupun bahan peledak, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan benda mencurigakan di lingkungan sekitar.

Pewarta: Abdul Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *