Unjuk Rasa BEM Persatuan Indonesia di KPK, Mahasiswa Desak Pengusutan Dugaan Korupsi Secara Transparan

oleh -17 Dilihat
oleh

Jakarta, 30 Juli 2026 – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Persatuan Indonesia (BEM PI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Rabu (29/7) malam. Aksi yang berlangsung sejak sekitar pukul 19.42 WIB hingga 21.53 WIB tersebut diikuti sekitar 30 peserta dengan membawa mobil komando, spanduk, megafon, serta atribut organisasi dari sejumlah perguruan tinggi.

Dalam penyampaian aspirasinya, massa aksi mengangkat sejumlah isu yang menurut mereka perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum. Di antaranya mendesak DPR RI segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset, meminta penanganan perkara yang mereka sebut berkaitan dengan Febrie Adriansyah dilakukan secara transparan sesuai ketentuan hukum, mendorong pengusutan dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta meminta dugaan penyimpangan pada pengadaan barang Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) diusut secara tuntas.

Aksi diwarnai berbagai bentuk penyampaian aspirasi, mulai dari orasi, pembentangan spanduk, hingga penggunaan topeng bergambar tokoh tertentu sebagai simbol kritik. Sejumlah peserta juga mengenakan almamater kampus serta rompi berwarna merah muda dan hijau. Beberapa organisasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi turut disebut bergabung dalam kegiatan tersebut bersama relawan Dapur Umum Jakarta yang memberikan dukungan logistik.

Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, para peserta menekankan pentingnya penegakan hukum yang independen, profesional, dan tidak membedakan status maupun jabatan seseorang. Mereka juga menyuarakan harapan agar seluruh proses penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dilakukan secara terbuka berdasarkan alat bukti yang sah, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Menjelang malam, situasi sempat memanas ketika sebagian massa berupaya membakar ban bekas sebagai bentuk simbolik protes. Personel Polsek Metro Setiabudi bersama jajaran kepolisian yang melakukan pengamanan kemudian melakukan pendekatan persuasif dan negosiasi sehingga api berhasil dipadamkan tanpa terjadi bentrokan. Setelah itu, peserta aksi kembali melanjutkan penyampaian pendapat secara damai di depan pintu masuk Gedung Merah Putih KPK.

Sambil menunggu respons dari pihak KPK, massa sempat menggelar aksi duduk bersama dan makan malam di lokasi. Mereka juga menyampaikan harapan agar ada perwakilan lembaga antirasuah yang menerima aspirasi secara langsung. Hingga menjelang akhir kegiatan, aksi tetap berlangsung dalam pengamanan aparat kepolisian dan tidak dilaporkan adanya gangguan berarti terhadap situasi keamanan di sekitar lokasi.

Sekitar pukul 21.53 WIB, seluruh peserta membubarkan diri secara tertib setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan. Berdasarkan laporan pemantauan di lapangan, situasi selama aksi tetap aman dan kondusif. Tuntutan yang disampaikan massa merupakan pernyataan sikap dari penyelenggara aksi. Hingga saat ini, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak-pihak yang menjadi objek tuntutan sebagaimana disebutkan dalam aksi tersebut.

Pewarta: Abdul Latif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *