LARANTUKA, RADARNKRI – Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur (Flotim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis data jumlah pengungsi sementara yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki.
“Jumlah pengungsi sementara akibat bencana Erupsi Gunung Lewotobi sebanyak 6.536 jiwa,” tulis pusat data dan informasi erupsi Gunung Lewotobi yang dikirim oleh Kadis Kominfo Kabupaten Flotim, Heri Lamawuran, Sabtu (13/01/2023).
6.536 jiwa pengungsi itu tersebar di 8 posko dan 30 titik rumah-rumah warga dan satu fasilitas umum yang ada di lima kecamatan di Flores Timur dan tiga desa di kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Lima Kecamatan di Flores Timur diantaranya, Kecataman Wulanggitang, Ile Bura, Titehena Demon Pagong, Larantuka, dan Solor Barat. Sementara yang ada di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka tersebar di tiga desa yakni, Desa Kringa, Timutawa dan Hikong.
“Pengungsi yang tersebar beberapa posko dan rumah warga di Kecataman Wulanggitang sebanyak 3.680 jiwa, Titehena, 1.716, Demon Pagong 108, Ile Bura 485, Larantuka 85, Solor Barat 5, dan 457 jiwa yang mengungsi di tiga Desa di Kecataman Talibura, Kabupaten Sikka,” sebut mereka.
Untuk diketahui saat sejak Selasa, 9 Januari 2024 lalu pukul 23:00, PVMBG ESDM telah menaikan status Gunung api Lewotobi Laki-Laki dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas).
Level IV atau status Awas sendiri merupakan status paling berbahaya dalam sistem peringatan aktivitas gunung berapi, dimana ada peningkatan aktivitas yang semakin nyata atau gunung api mengalami erupsi besar.
Bahkan pada status Awas, ancaman bahaya erupsi bisa meluas dan mengancam permukiman penduduk di sekitar lereng gunung berapi.
Untuk itu, Masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 Kilo Meter dari pusat erupsi Gunung api Lewotobi Laki-Laki.***(ell).
