Jakarta | Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyesuaikan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kegiatan yang biasanya berlangsung sampai pukul 10.00 WIB akan berakhir lebih cepat, yakni pada pukul 09.00 WIB. Perubahan ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang berencana berolahraga, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas lain di sepanjang jalur tersebut.
Pengurangan durasi HBKB dilakukan untuk mendukung kelancaran rangkaian kunjungan kenegaraan yang berlangsung di Jakarta. Dengan berakhirnya kegiatan satu jam lebih awal, petugas dapat menyiapkan pemulihan arus lalu lintas serta pengaturan kendaraan di kawasan Sudirman-Thamrin sesuai kebutuhan. Masyarakat diharapkan memperhatikan penyesuaian tersebut agar dapat mengatur waktu kedatangan dan kepulangan secara lebih tepat.
Selama pelaksanaan HBKB, akses kendaraan bermotor pada ruas jalan yang menjadi lokasi kegiatan tetap mengikuti pengaturan yang ditetapkan petugas. Setelah pukul 09.00 WIB, area akan dipersiapkan kembali untuk mendukung mobilitas kendaraan dan kebutuhan pengamanan. Pengguna jalan yang biasanya melintasi Sudirman-Thamrin pada pagi hari disarankan mencari jalur alternatif, mengikuti rambu serta arahan petugas, dan memperbarui informasi sebelum bepergian.
Penyesuaian jadwal ini tidak menghapus pelaksanaan HBKB, melainkan hanya mempersingkat waktunya dari durasi rutin. Warga tetap dapat memanfaatkan ruang publik tersebut pada pagi hari, tetapi perlu mengingat batas akhir kegiatan yang berlaku khusus pada Minggu, 11 Oktober 2026. Informasi mengenai pengaturan lalu lintas dan perkembangan situasi di lapangan dapat dipantau melalui kanal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Dishub DKI Jakarta.
Perubahan waktu pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman–Thamrin berkaitan dengan agenda kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Pada kesempatan tersebut, jadwal HBKB disesuaikan sehingga berakhir lebih cepat daripada pelaksanaan biasanya. Penyesuaian ini dilakukan bukan karena perubahan tujuan kegiatan, melainkan untuk menyesuaikan kondisi lalu lintas dengan kebutuhan selama kunjungan kenegaraan berlangsung.
Kawasan Sudirman–Thamrin merupakan salah satu area penting dalam aktivitas transportasi dan mobilitas masyarakat di Jakarta. Karena itu, pelaksanaan kegiatan di ruang jalan perlu diselaraskan dengan agenda kenegaraan yang berlangsung pada waktu yang sama. Pengakhiran HBKB lebih awal memberikan ruang bagi pengaturan lalu lintas agar dapat dilakukan secara tertib, sekaligus membantu menjaga kelancaran pergerakan kendaraan dan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan bahwa penyesuaian waktu HBKB merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran lalu lintas selama kunjungan kenegaraan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi. Keterangan tersebut menegaskan bahwa perubahan jadwal ditetapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mobilitas selama agenda kenegaraan, termasuk pentingnya memastikan aktivitas lalu lintas dapat berlangsung secara teratur.
Masyarakat yang berencana mengikuti HBKB di kawasan Sudirman–Thamrin perlu memperhatikan pemberitahuan mengenai waktu pelaksanaan yang telah disesuaikan. Informasi tersebut penting agar warga dapat mengatur kegiatan dengan baik dan memahami bahwa durasi HBKB pada kesempatan ini tidak berlangsung seperti jadwal reguler. Penyesuaian sementara ini diharapkan dapat membantu menjaga keseimbangan aktivitas masyarakat di ruang publik dan kebutuhan kelancaran lalu lintas selama kunjungan kenegaraan.
Dengan adanya perubahan tersebut, pengguna jalan dan peserta HBKB diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan berdasarkan ketentuan yang berlaku pada hari pelaksanaan. Koordinasi pemerintah daerah, petugas terkait, dan masyarakat menjadi unsur penting agar penyesuaian jadwal dapat berjalan tertib tanpa mengurangi perhatian terhadap kelancaran mobilitas di kawasan Sudirman–Thamrin.
Perubahan jadwal Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Sudirman-Thamrin perlu menjadi perhatian masyarakat yang biasanya berolahraga, berjalan kaki, bersepeda, atau melakukan aktivitas lain hingga pukul 10.00 WIB. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan tersebut akan berakhir satu jam lebih awal, yaitu pukul 09.00 WIB. Dengan demikian, warga perlu memperhitungkan waktu kegiatan sejak awal agar tidak mengandalkan jadwal HBKB seperti biasanya.
Warga yang berencana berolahraga pada pagi hari dapat menyesuaikan durasi aktivitas dan mengatur waktu kedatangan sesuai jadwal terbaru. Penyesuaian ini penting terutama bagi masyarakat yang terbiasa menghabiskan waktu lebih lama di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin bersama keluarga, komunitas, atau rekan olahraga. Informasi mengenai berakhirnya HBKB pada pukul 09.00 WIB juga sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat, sehingga rencana kegiatan dapat disusun secara lebih tertib.
Setelah HBKB berakhir, masyarakat diharapkan segera menyesuaikan aktivitas dengan kondisi di lapangan. Warga tidak perlu menunggu hingga pukul 10.00 WIB sebagaimana jadwal yang biasanya mereka ikuti, karena waktu pelaksanaan kali ini memang dipersingkat untuk mendukung kunjungan kenegaraan. Penyesuaian waktu akan membantu masyarakat mengikuti perubahan situasi dengan lebih lancar dan menghindari kebingungan saat kegiatan pagi berlangsung.
Budi Awaluddin mengimbau masyarakat agar mengikuti petunjuk petugas di lapangan selama berada di kawasan Sudirman-Thamrin. Arahan petugas menjadi rujukan bagi warga ketika menyesuaikan pergerakan dan menyelesaikan aktivitas pada jadwal yang telah ditetapkan. Dengan memperhatikan informasi resmi, mengatur waktu secara tepat, serta mengikuti petunjuk petugas, masyarakat tetap dapat berolahraga dan beraktivitas dengan nyaman sebelum HBKB berakhir pada pukul 09.00 WIB.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama berlangsungnya kunjungan kenegaraan. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari penyesuaian pengaturan mobilitas di sejumlah ruas jalan yang terdampak oleh agenda kenegaraan, termasuk kawasan Sudirman-Thamrin yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan Car Free Day.
Salah satu pihak yang diajak berkoordinasi ialah Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Keterlibatan unsur kepolisian lalu lintas diperlukan dalam pembahasan pengaturan kendaraan, penyesuaian rekayasa lalu lintas, serta penyampaian informasi mengenai perubahan waktu penutupan kegiatan kepada masyarakat. Setiap langkah disiapkan melalui komunikasi antarlembaga sesuai kewenangan masing-masing.
Dishub DKI Jakarta juga berkoordinasi dengan instansi lain yang berkaitan dengan penyelenggaraan kunjungan kenegaraan dan pengelolaan lalu lintas di wilayah ibu kota. Pembahasan antarpihak mencakup kebutuhan penyesuaian terhadap agenda yang berlangsung, sehingga informasi mengenai akses jalan dan perubahan pengaturan dapat diselaraskan. Koordinasi ini dilakukan untuk menjaga agar pelaksanaan kegiatan masyarakat dan agenda kenegaraan dapat ditangani dalam satu kerangka pengaturan.
Melalui koordinasi bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya serta instansi terkait lainnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan pengelolaan lalu lintas yang disesuaikan dengan kebutuhan kunjungan kenegaraan. Masyarakat diimbau memperhatikan informasi resmi mengenai jadwal Car Free Day dan pengaturan jalan yang diumumkan oleh pihak berwenang. Penyampaian informasi tersebut menjadi bagian dari koordinasi antarlembaga selama agenda berlangsung.
Baca juga: Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Dandim 0908/Bontang Hadiri Kunjungan Kerja Kapolda Kaltim
